
Malam itu juga Rey dan Joy bersiap-siap untuk membantu rencana pertemuan Shuai Tian dengan Xiao Jie. Mereka belum yakin Xiao Jie akan muncul, namun Shuai Tian datang pada waktu dan tempat yang ia janjikan. Masih berpakaian koki dan belum sempat mandi karena baru menutup kafe.
Pasangan kita tak muncul, lagi-lagi hanya berondok di semak-semak sambil memantau.
"Semoga Shuai Tian tak terus bersedih." Joy ikut mewek, sudah siap sebungkus tisu seakan siap-siap menonton drama percintaan dengan sad ending.
Walau dengan gundah gulana, Shuai Tian menunggu dan menghadap lautan. "Iya, aku memang laki-laki jones yang tak pernah pantas dapat pacar, apalagi seorang putri." ia berbicara kepada dirinya sendiri. "Orang yang menipu demi menolong walau dengan maksud mulia. Sayangnya, aku terlanjur suka juga pada cewek yang aku kerjain. Alias aku terhanyut dalam permainan ini dan akan terus begini sampai kapan. Mungkin aku mesti move on. Ia takkan pernah datang lagi ke kafeku, mencicipi masakanku, apalagi menjadi pacarku!"
"Aku tahu kau memang penipu pencuri balik cincin dan juga ciuman!"
Ehhhh... ???
Shuai Tian berbalik.
__ADS_1
Xiao Jie !!!! - pemuda pemalu itu spontan gemetar ketakutan, apalagi sedang tak pakai kacamata hitam.
"Ternyata memang kamu yang jadi Reinhard itu! Tetangga yang kukira baik hati dan polos dan pintar masak..." Xiao Jie mendekat.. tiba-tiba langsung memeluk pinggang Shuai Tian.
Ehhhh... ???
"Dan memang sangat amat super duper mirip Reinhard !!! Joy KW bertemu Rey KW !!!" Xiao Jie menatap Shuai Tian lekat-lekat seakan ingin menelannya hidup-hidup!
"Aku tahu mencuri cincin itu salah, tapi memang raja suami-suamianku layak diberi pelajaran karena masih suka pada mantannya. Aku tak cinta Friedrich tapi aku ingin mendesaknya untuk menceraikanku baru akan kupulangkan cincin itu! Sekarang semuanya sudah terlambat..."
Xiao Jie tampak sedih, melepaskan diri dari pinggang Shuai Tian, dan berdiri menghadap laut.
"Akhirnya aku akan pulang ke istana lagi..."
__ADS_1
"Tunggu, Xiao Jie!" Shuai Tian berbalik dan mendekat. "Sesungguhnya aku.. ingin minta maaf, dan juga mau bilang sesuatu. Aku menerima tugas ini memang atas order Pangeran Rey, tapi kemudian ini bukan cuma sekedar tugas. Aku... aku ikut menikmati saat-saat bersamamu. Bukan gara-gara senang bisa mencuri balik cincin darimu."
"Jadi, apa yang kau ingin katakan?"
"Aku jadi betul-betul suka padamu !!!" Shuai Tian tiba-tiba saja dapat dorongan untuk mengatakan hal itu. "Aku suka melihatmu makan dengan lahap, aku suka melihatmu begitu gembira saat menikmati semua menu makanan hasil masakanku yang selama ini mungkin biasa saja, dan aku juga suka berciuman denganmu. Aku bukan playboy dan juga hanya seorang jones yang belum mampu membahagiakan siapa-siapa. Aku bukan Pangeran Rey. Aku Shuai Tian si koki pemilik kafe kecil saja."
Shuai Tian lalu memberanikan diri berkata, "Aku ingin kau memaafkanku lalu memberiku sedikit perhatian saja sebagai apapun, teman saja juga tak apa-apa, walau aku menaruh hati. Itu sudah cukup bagiku. Tapi bila Xiao Jie tak mau, tak apa-apa kok."
Ia memandangi lantai lagi dan kemudian berbalik sejenak sebelum membuang muka, "Aku pulang dulu. Mungkin besok aku takkan berada di sini lagi karena kau pasti benci padaku. Jadi aku akan tutup kafeku dan pindah jauh dari Everiental.."
Melihat Xiao Jie tetap diam saja, Shuai Tian pun melangkah pergi dengan wajah datar. Bye.
"Eh, tung, tunggu !!! Shuai Tian, to be honest, I..."
__ADS_1