
Sore itu Rey dan Joy kembali berpelesir ria saja di pantai mencari kafe-kafe yang cozy untuk berkencan malam sebelum besok memulai misi mereka mencari Xiao Jie.
Mereka akhirnya tiba di satu lagi kafe yang masih lebih sepian dibanding tempat nongkie lainnya, sebab akan lebih enak bila mereka tak terlalu menyolok.
Duduk berdua menghadap pantai dengan pemandangan matahari senja yang mulai terbenam memang romantis. Joy sangat senang bisa berduaan saja dengan suaminya yang sampai saat ini tetap manis abis, bila sedang tak bersama anak-anak, Rey masih sangat suka jahil sekaligus mesra. Geregetan banget sama pangeran yang awet muda ini, gimana gak cewek pada jatuh jati?
"Eh, Momse, Popse mau ke toilet dulu ya, Momse pesan saja makanan yang Momse mau sama waiter atau waitress, nanti Popse nyusul!" Rey berdiri dan meremas lengan Joy.
"Iya, Popse. Jangan lama-lama ya, nanti nyasar di dalam!" canda Joy yang dibalas dengan smize Rey yang khas seperti dua bulan sabit terbalik.
Joy duduk diam menunggu sambil membaca buku menu.
"Sore, Ma'am. Ada yang bisa saya bantu?" suara cowok itu membuat Joy menengadah.
Kok mirip suara...
__ADS_1
"Oh?" ia mendadak terheran-heran.
Rey menghampirinya, tapi kok pakai busana berbeda? Seperti seorang waiter atau cook bercelemek merah dengan kemeja putih dan topi kecil di kepalanya.
"Mau pesan apa?" tanya Rey dengan ramah.
"Eh, kok cepat banget Popse ganti baju?" Joy tertawa-tawa. "Ngerjain Momse ya? Memangnya hari ini April Mop atau Halloween? Berlagak romantis mau jadi waiter segala! Dasar Popse jahil!" Joy meremas lengan Rey berkostum waiter atau cook itu.
"Eh, Ma'am, maaf, tapi saya bukan Rey. Lho, Anda Putri Joy the Commoner Princess bukan? Istri Pangeran Reinhard?" waiter itu tampak kaget sekali dan menjauh. Tapi ia tetap ramah dan tersenyum malu.
"Ehhhhh ???" Joy tampak terkaget-kaget dan ikut menjauh sambil melipat tangannya.
"Ma, ma, maafkan aku! Kukira Anda suamiku! Dan ya, aku memang Joy, panggil Joy saja! Dan Anda tak bersalah kok! Maafkan aku ya."
Waiter atau cook itu tertawa malu-malu. "Memang sih, banyak pelanggan yang bilang, saya mirip sekali dengan Pangeran Rey. Sampai minta foto segala, julukanku di sini Double Rey. Namaku Shuai Tian, salam kenal ya, Putri, eh Joy..." waiter itu memperkenalkan diri.
__ADS_1
Duh, cowok-cowok Everiental memang mirip dengan Rey juga - rutuk Joy sebal.
Dari jauh, Rey memperhatikan istrinya sedang ngobrol dengan seseorang, yang sangat mirip dengan... dirinya sendiri?
Entah cemburu atau auto bingung, Rey segera mendekat.
"Saya waiter sekaligus cook di sini, sebetulnya ini kafe kecil milik saya," ujar Shuai Tian malu-malu. "Selamat datang! Joy dan Pangeran Rey boleh pesan apa saja, gratis, on the house! Sebuah kehormatan bisa dikunjungi oleh Anda berdua!"
"Lho lho lho.." seseorang tiba-tiba hadir di antara Joy dan waiter atau cook itu. "Aku kok ada di sini?" Rey pura-pura kesal.
"Popse sungguhan! Ini... " Joy buru-buru memperkenalkan Shuai Tian kepada Rey.
"Ya ampun, Xiao Jie sudah kembaran abis dengan Joy, sekarang aku menemukan doppelganger-ku!" Rey pura-pura kesal. "Wow! Salken! Aku senang sekali melihat diriku sendiri."
"Saya juga, Pangeran Reinhard. Saya sangat beruntung bisa dikunjungi oleh Anda. Saya nge-fans berat!"
__ADS_1
Akhirnya Rey dan Joy memesan makanan kepada Shuai Tian, dan pemuda pemilik kafe itu segera ke dapur untuk memasakkan hidangan pilihan pangeran dan putri Evertonia.
"Doppelganger itu hanya ada 6 di seluruh dunia Ever, begitu 'sih kata Everpedia." ujar Rey kepada Joy sementara Shuai Tian pergi. "Aku jadi dapat ide, Momse Joy. Ini sangat bagus sekali. coba dengarkan.."