The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Rey, atau Pak Polisi?


__ADS_3

Sampai Senin pagi menjelang, Joy masih tak habis pikir, kira-kira apa ide cemerlang Rey yang ia maksud dua hari yang lalu itu. Jangan-jangan ia berbuat nekad langsung melaporkan ke polisi tanpa adanya bukti, hanya Joy sebagai saksi. Padahal Joy merasa tak pintar ngomong sama sekali. Bakal disangka pembohong kalau sampai gelagapan, nervous ketakutan, bisa-bisa malah dipecat!


Tenang, kata Rey waktu itu. Kerja seperti biasa. Memang Rey mau ngapain sih, datang kemari dan ngomong langsung sama Bos Bee? Batin Joy sambil gelisah menatap layar komputer, pura-pura bekerja padahal pikirannya melayang kemana-mana. Bel pintu depan berbunyi. Waduh, ada tamu pula.


Bos Bee kebetulan ada di ruang tamu, jadi ia yang membukakan pintu.


"Selamat Siang."


Suara itu? Joy sangat mengenalinya, dan hampir ia spontan berdiri dan mengintip. Tapi ia sadar, ia mesti tetap tenang dan pura-pura tak tahu apa-apa. Rey?


"Saya Mr. Bee, pemilik usaha ini, Pak Polisi. Ada yang bisa saya bantu?"


"Perkenalkan. Saya Opsir Polisi Rey Coverunder. Maaf mengganggu waktu Anda. Hanya bertugas menginformasikan kepada Mr. Bee bahwa kemarin-kemarin telah terjadi usaha pencurian di wilayah kompleks perkantoran ini."


O, o, opsir? Joy berdiri dan mengintip ke ruang tamu dari balik kaca jendela satu arah ruang kerja, yang hanya bisa dilihat dari dalam namun berfungsi hanya seperti cermin jika dilihat dari ruang tamu.

__ADS_1


"Haaah?" Joy terbengong, baru kali ini ia melihat Opsir Polisi berkacamata hitam yang suara rendah serta perawakannya sangat familiar.


Rey? Gila kamu! Pakai seragam polisi komplit dengan topi dan senjata-senjatanya! Pangeran Katak kali ini mau cosplay?


Tapi ngegemesin, tampan juga, Joy terkikih. Ia tak mau Pew dan Mew melihatnya mengintip, jadi ia pura-pura mengelap jendela saja, mumpung mereka belum ngeh.


"Oh, belum ada CCTV di kantor ini ya, Mr. Bee? Padahal itu akan sangat membantu apabila suatu waktu pencuri itu, maaf ya, misalnya berani masuk ke tempat ini."


"Betul juga, Opsir Rey. Eh, kenapa tak terpikirkan oleh saya sebelumnya." Mr. Bee menggaruk-garuk kepala botaknya walaupun tidak gatal.


"Begini saja. Saya bersedia memasangkan perangkat CCTV ini di seluruh ruangan kantor Mr. Bee, apabila Mr. Bee bersedia tentunya. Kami juga mengambil langkah-langkah yang sama di tetangga kantor Anda. Lalu minggu depan kami akan mengecek siapa tahu ada petunjuk mencurigakan, demi mencari pelaku pencurian di lingkungan kita ini."


Kedua pria itu bersalaman. Lalu Opsir Rey pun menjalankan tugasnya. Tentu saja, Pew dan Mew yang sedang sibuk bekerja tak memperhatikan apa-apa.


Uhh, boleh juga Rey main polisi-polisian. Bos Bee pun sangat percaya karena gaya bicara Rey yang sedari dulu sudah sangat berwibawa. Suaranya yang dalam memang mirip suara polisi yang baik hati!

__ADS_1


Joy geregetan juga, ide Rey sangat cemerlang. Dengan adanya CCTV rahasia di hampir semua ruangan, ... Joy berhenti membatin.


"Hey, Anak Baru! Duduk kerja yang becus sana, jangan ngintip-ngintip melulu!" tegur Pew yang belakangan terus menekan Joy saat Bos Bee sedang tak ada bersama mereka.


Dan seminggu pun berlalu.


Senin pagi, Opsir Rey kembali datang di waktu yang sama. Joy melihatnya dari jauh, tak berani mengacaukan skenario. Walaupun ia sangat suka melihat Rey berseragam begini. Seksi berwibawa.


"Mr. Bee, kantor sebelah kemarin dibobol tanpa ada tanda-tanda pencurian. Mungkin sekali pelakunya berpura-pura menyamar menjadi tamu dahulu untuk melihat-lihat suasana sebelum melancarkan aksinya."


"Oh, tamu kami tak banyak sih, tapi silahkan saja bila Opsir Rey ingin memeriksa CCTV kantor kami." izin Mr. Bee.


Kedua pria itu pun membuka data komputer dari CCTV ruang tamu saat Mr. Bee sedang tak ada di kantor. Kebanyakan sih cuma pengunjung biasa dan klien, jadi mereka melihat adegan-adegan yang dipercepat, sekilas lalu saja.


"Eh, stop, ya, tunggu dulu, freeze." Opsir Rey menemukan adegan yang menarik. "Mr. Bee, coba lihat ini..."

__ADS_1


Keduanya terbengong menatap monitor.


Kira-kira apa sih yang mereka lihat?


__ADS_2