The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Apa Itu Hanimun, Nek?"


__ADS_3

Sementara itu di rumah kecil kediaman Rey-Joy si kecil Mav masih menunggu dengan sabar kepulangan papi maminya, bersama neneknya Ibu Rey, Mayvelina. May sebenarnya gusar bin galau juga mendengar rencana pernikahan mantan suaminya, ayahanda Rey Raja Friedrich.


"Kok bisa sih Friedrich tiba-tiba ingin mempersunting cewek muda yang mirip Joy itu, apakah ia memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan? Bagaimana mungkin ini terjadi dan apa yang ada dalam pikirannya?"


Monolog May terputus saat si kecil Maverick datang, "Nek, hanimun itu apa cihh? Mav kok gak diajak?"


Senyum May terkembang di wajahnya yang masih cantik walaupun sudah setengah baya. "Oh, papi mamimu sedang berduaan saja dalam rangka memintakan adik untuk Mav. Gak boleh diganggu orang lain."


"Ooooh, jadi begitu ya? Kalo nanti meleka pulang adiknya udah ada belum, Nek?"


"Belum, setahun lagi, masih lama."


"Kok lama Nek? Bukannya bulung bango di celita itu telbang bawain buntelan ke lumah yang icinya dede bayi?"


"Tidak, ada di dalam pelut mama, sedang dibentuk Tuhan, belum jadi, Mav Sayang."

__ADS_1


"Oh, di buku tentang kelualga di cekolah, kata bu gulu 9 bulan cepulu hali loh Nek, bukan setaun!"


Dasar anak zaman now cerdas banget! Mayvelina yang tadi sedih malah jadi terkekeh sendiri.


Sementara itu Rey dan Joy masih berada di Pulau Cinta, belum selesai dengan program mereka. Setelah sarapan, iseng-iseng Rey menyalakan ponsel ketika Joy sedang membereskan sisa makanan pagi.


"Lho, kok banyak banget chat dan pesan dan forward-an berita dari mana-mana. Dari Ibunda May, juga pastinya tak ketinggalan dari duo Yin-Yang.." kaget Rey, hampir menyemburkan kopi yang masih diminumnya.


Joy buru-buru ikut menyalakan ponsel. "Iya, kok di aku juga rame banget, apalagi dari bestie-ku Agnez!"


"Rey, pulang! Tuh bapakmu bikin ulah lagi, mau merid sama cewek doppelganger Joy yang waktu itu mau sama kamu, Bro!" chat Yin.


"Raja mau ngapain ya tiba-tiba mau naik pelaminan sama dia, ayo Bro pulanglah, nanti dia jadi Ratu, gawat lho!" kata Yang.


"Ibu tak habis pikir kok ayahmu bisa begitu, jangan-jangan dia diguna-guna sama Xiao Jie si kembaran tak sedarah-nya Joy!" begitu SMS May.

__ADS_1


Dan Mama Joy juga mengirimkan pesan ke Joy, "Sebaiknya Rey dan kamu segera pulang saja, daripada nanti terjadi hal yang tidak kita inginkan."


Pasangan kita berpandang-pandangan. "Jadi bulan madu kedua ini harus ditunda lagi? Seminggu saja belum?" ujar Joy.


"Hmmm, tenang, tenang..." Rey berusaha berpikir jernih sambil memejamkan matanya. Berusaha untuk tak terburu-buru mengambil langkah, seperti dalam permainan catur. Ia gusar, namun masih mencoba menahan emosinya.


"Ya, aku 'sih tak begitu mengerti, jadi bagaimana menurutmu, Popse?"


"Cewek ini punya rencana, dan ayahku juga. Mereka memiliki tujuan. Tapi apa itu dan apakah sama? Kelihatannya sih tak mungkin mereka sama-sama cinta. Aku tahu benar ayahku bukan tipe penyuka dan penikmat wanita. Hanya ibuku saja yang dulu paling ia cinta, dan entah kenapa hingga saat ini aku masih merasa, beliau masih memendam rasa." analisa Sang Pangeran sambil menggenggam tangan Joy.


"Kita kembali dulu. Tapi jangan berkata apa-apa kepada siapa-siapa ya, sebab cara kita mengatasi ini semua akan berbeda dari yang mereka berdua harapkan!" Rey mendapat ide cemerlang, menjentikkan dua jari.


"Maksudmu?"


"Ya, bulan madu kedua udahan dulu ya, 'kan sudah beberapa malam juga!" seringai Rey nakal. "Kalo kurang nanti nambah lagi di kamar setelah Mav bobo nyenyak!"

__ADS_1


__ADS_2