
Di negara bagian Evertonia bernama East Everiental ini Rey dan Joy menyatu dengan baik dengan penduduk lokal yang mirip orang-orang di daratan Negeri Tirai Bambu dan Matahari Terbit juga Negeri Ginseng. Tak terlalu kelihatan menyolok bila mereka hanya berbusana turis dan berjemur di pantai yang hangat.
Putih pasirnya, biru lautnya. Indah permai. Pantai di Everiental hampir sama seperti di Pulau Cinta, cuma sedikit lebih padat saja! Tentu saja setibanya di dekat lokasi, Rey dan Joy tak terburu-buru mendatangi alamat terakhir Xiao Jie yang disebutkan Putri Agnez. Mereka memilih untuk tetap santai kayak di pantai (lho, memang ada di pantai kok!). Check-in dulu di sebuah hotel bintang 6 berpemandangan pantai, Rey yang memang Anak Raja (bukan Anak Sultan!) tentu saja memilih kamar terbaik dengan view paling indah, katanya sekalian bulan madu ketiga (tanpa rencana nambah momongan!)
"Kurang pede berbikini begini dilihat sama orang banyak!" lagi-lagi Joy mengeluhkan bodinya, padahal masih tetap seperti dulu. Perut chubby sedikit 'sih, tapi gak masalah, namanya juga makmak, gak usahlah ribet memaksakan sit-up di gym mehong segala demi body goal jadi peyut roti sobek alias six pack!
"Tetap seksi! Bodoh amat apa kata orang banyak!" Rey cuek, sama seperti biasa. "Yang penting gak ada yang boleh body shaming sama Joy! Di mata orang lain boleh aja kayak bebek jelek, di mataku tetap angsa!" Rey masih suami paling posesif dan cemburuan sedunia!
"Kamu juga tetap langsing, heran aku, memang ada naganya ya, makanan apapun yang Popse makan seperti tak dicerna dan hilang saja semua lemak!" Joy gemas betul dengan tubuh Rey yang bersih mulus nyaris tanpa lemak dan kulitnya begitu hairless hingga nyamuk saja mungkin bisa terpeleset!
__ADS_1
Keduanya keluar dari lobi hotel dan berjalan ke pantai berbaur dengan turis-turis lainnya, Joy sedikit kagok juga karena ini baru pertama kalinya ia berkunjung begitu jauh ke tanah air Rey.
Cowok-cowoknya juga banyak yang mirip Rey, walaupun tetap saja lebih imut dan tampan suaminya, ibarat Pinguin Si Kaki Gembira di antara banyak pinguin lainnya. Paling imut sendiri!
"Hari ini kita santai aja dulu ya, gak usah mikirin dimana dan bagaimana menjebak Xiao Jie. Besok pagi-pagi sekali kita datangi alamatnya." Rey menggandeng istrinya ke sebuah kafe pinggir pantai berkonsep terbuka, masih sedikit lebih tenang dari tempat lainnya.
"Kita duduk-duduk di sana dulu yuk, ada meja berpayung teduh sambil pesan kopi dingin!"
Sementara itu, tak seberapa jauh dari sana...
__ADS_1
Sudut pandang / point-of-view Xiao Jie
Akhirnya berhasil kaboor... kembali juga ke tanah airku! Gak ada yang berani main ke Dragon's Lair, dimana aku yang jadi penguasa penuh!
Bahkan suamiku si Gaek Friedrich yang teganya oh teganya membuatku menangis membayangkan aku akan nyaman duduk ongkang-ongkang dan goyang-goyang kaki sementara tak pernah digoyang!
Jadi kumatangkan saja rencanaku untuk mencuri harta kecil kesayangannya yang aku tahu ia simpan baik-baik selama ini. Uhhh, mengharukan! Kadang ia pamerkan juga 'betapa dulu ia dan mantannya, mak Rey, saling mencintai, ikat-mengikat, belit-membelit walau akhirnya dipisah takdir.' Mantan bulukan aja masih dibawa-bawa dan dibanding-bandingkan, membuatku merasa dipanas-panasi, gimana aku gak jadi nge-gas!
Huh, daripada aku membusuk jadi perawan basi di istana ini tanpa pernah dininaninu dan dicintai, lebih baik pergi dengan sedikit membawa kenang-kenangan ini! Mungkin dengan begitu setidaknya Friedrich atau Rey bereaksi!
__ADS_1
Hmm, Rey. Kok jadi rindu. Mungkin dia sudah bahagia di sana. Tapi yang namanya perasaan, belum bisa move on.. uh, Rey. Walau di sini banyak yang mirip kamu, tapi aku masih mau kamu!