The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Putri Cocoknya Sama Pangeran?


__ADS_3

"Sebentar. Oh, aku tahu, kau dulu juniorku di SMU Kerajaan!" Rey singgah juga dan tanpa kenalan lagi. Karena sebelumnya ternyata mereka sudah pernah saling mengenal, jauh sebelum Rey kabur dari negaranya.


Ya, Elsa ternyata memang putri raja betulan juga, walaupun dari kerajaan kecil dingin Eversnow, yang tidak sebesar Evernesia atau Evertonia. Dan ia pernah juga satu sekolah dengan Rey. Saat itu Rey hampir lulus dan ia tak sekelas, jadi kenal sepintas lalu saja, tak berani dekat-dekat, apalagi pedekate.


"Apa kabar? Iya, aku sekarang kuliah di sini juga, tapi bukan kabur sepertimu. Aku disuruh, supaya nanti pulang ke negaraku jadi lebih cerdas dan bisa menolong keluarga dan kerajaanku yang kecil dan jauh itu!"


Dari cuma sekedar tegur sapa, akhirnya Rey ikut duduk bersama Elsa di bangku panjang yang memang tersedia di setiap sudut di galeri itu. Karena waktu pembukaan memang masih satu atau dua jam lagi, Rey merasa gapapalah sebentar saja menyapa tamu. Dan akhirnya malah keterusan. Elsa yang cantik dan menarik dengan luwesnya memulai pembicaraan, sehingga Rey terhanyut dan terpacak di sana. Sesekali ia juga dibuat tertawa.


Elsa juga tak henti-hentinya asyik memandang wajah Rey, yang memang malam itu tampil mirip selebriti dengan stelan jas tuksedo yang matching, jadi begitu imut seperti si Pinguin Kaki Gembira!


"Rey?" dari jauh Joy datang bermaksud menghampiri, karena dalam ruangan yang belum seberapa ramai, sekilas ia bisa mendengar suara Rey.

__ADS_1


Tapi alangkah terkejutnya dia, karena belum sampai Rey tahu ia datang, dilihatnya kedua pangeran dan putri itu asyik bercengkrama seperti dua sahabat lama, atau cewek-cowok lagi pedekate?


Uhhh, kok aku merasa panas ya, merasa seperti dilangkahin, dikacangin, dan ditikung? Apalagi Elsa sepertinya serasi benar dengan pangeranku yang memang imut dan menggemaskan sekali dalam jas hitam itu, seperti sepasang pengantin baru saja.


Joy dalam rengutnya tidak menyadari kalau Rey rupanya melihat ia datang.


"Hei, Sayang! Kau sudah di sini juga rupanya!" ia berdiri, hendak mendatangi.


Langit sudah mulai gelap dan sudut-sudut kota pun mulai meriah penuh lampu. Jalan masih sedikit basah karena tadi sempat hujan gerimis saat Joy dan Elsa tiba. Tapi mata Joy malah mulai basah karena mendung dalam hatinya.


"Uhh, sepertinya kok salah besar ya aku membawa Elsa kemari, kok malah ia pedekate dengan Rey, aku sadar seharusnya Pangeran memang jodohnya sama Putri, sedangkan aku bukan sama siapa-siapa, hanya sama katak saja! Bebek jelek cocoknya sama katak buruk rupa, yang takkan pernah berubah jadi pangeran!" Joy bicara sendirian sambil diam-diam menahan tangis. Ia terduduk di atas bangku tua, bekas galeri yang sudah tak terpakai.

__ADS_1


"Joy! Kau di sini toh. Aduh, maaf ya. Tadi mencariku?"


Rey yang menyusulnya ikut duduk di sebelahnya, tapi Joy menggeser menjauh. Malah air matanya turun semakin deras dan kini terisak-isak.


"Kok nangis sih Joy, ada apa?" Alis Rey berkerut, bingung dan tak tahu harus bagaimana.


"Kau memang cocok ya sama sahabatku Elsa. Sepertinya aku langsung kebanting, aku bukan saingan dia, toh kamu sepertinya langsung berjodoh dengannya saat pertama kali bertemu sudah bisa seakrab itu." tanpa tedeng aling-aling Joy mulai bicara.


"Ehhh... pertama kali?" Rey ingin tertawa dan bermaksud meluruskan, tapi Joy sepertinya sedang tak bisa diajak bercanda.


"Sudahlah, aku sedang tak ingin bicara denganmu saat ini. Sana, masuk, kamu mau pidato pembukaan kan?"

__ADS_1


__ADS_2