The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Joy yang Bukan Siapa-siapa...


__ADS_3

"Jadi, ini gadis jelata yang namanya Joy?" Raja Friedrich mengerutkan kening, memandang sebelah mata pada menantu barunya yang berseragam putri Evertonia, tetap berkacamata seperti biasanya, dan tak begitu menor berdandan, tampil sederhana seperti kesehariannya.


Joy merasa risih, grogi, tak pede diperhatikan oleh mertuanya yang tak simpatik ini. Keringat dingin mulai terbit di telapak tangannya. Ia berusaha tenang dan tak menunjukkan emosi apapun. Tapi jauh di dalam hati kecilnya, tentu saja ia masih merasa minder.


Aku bukan siapa-siapa, aku bahkan digelari bunga liar. Bunga Matahari yang hanya kuning hitam dan cokelat. Bukan tandingan Mawar Merah yang merupakan komoditas utama Evertonia. Berharga tinggi, bisa dijadikan parfum, bisa dijadikan penghias ruangan dan pernikahan, pernyataan cinta, kosmetik dan masih banyak lagi. Bunga Matahari? Hanya bisa dijadikan minyak dan kuaci.


Suasana berangsur tegang. Sesaat mereka semua terdiam, namun terasa betul aura panasnya, hampir setegang dialog para petarung dalam pertandingan gulat-gulatan di TV.


"Ayahandaku Yang Mulia, kumohon , hormatilah sedikit saja belahan jiwaku. Karena aku sudah memutuskan akan selalu bersama dengannya seumur hidup kami. Bunga Matahariku untukku sendiri dan bukan untuk siapa-siapa."

__ADS_1


"Well, well, well. Coba kutelisik asal usul gadis ini. Di mana kau pertama kali bertemu dengannya?" Raja Friedrich mulai memainkan bidak catur hitamnya.


"Di dunia maya, Ayah."


"Oh. What a surprise." Raja Friedrich bertepuk tangan beberapa kali seolah meremehkan. "Bagus sekali. Benar-benar pilihan yang bijaksana. Cabut bunga asal-asalan dari tumpukan bunga pedagang pinggiran, cap cip cup kembang kuncup, seperti membeli kucing dalam karung. Kau sungguh teladan anak muda jaman sekarang, Rey." sindir Raja Friedrich tajam. "Kulihat kau telah memilih yang terbaik di antara yang terburuk. Bisa sampai di titik ini adalah keajaiban besar. Kau tak tahu siapa dia, sejarah masa lalunya, dan bahkan keturunannya pun tak jelas. Yang kuketahui, keluarganya bahkan tak termasuk orang ternama. Hah, sungguh bagus bukan, silsilah keluarga Friedrich hilang dari pohon dan lukisan berpuluh-puluh abad..."


"Andaikan aku bertemu seseorang di dunia nyata sekalipun, bila aku dan dia tak menaruh perasaan sedikitpun, akankah segalanya bisa tetap seperti ini? Sebab sekalipun aku memetik mawar terindah di kebun bunga kita, sesungguhnya mawar itu takkan bisa kucintai dan mencintaiku seperti yang bunga matahariku berikan. Cara dan metode bukanlah segalanya, itu hanyalah jalan Tuhan untuk menggariskan takdir hidup dimana setiap manusia sungguh unik dan berbeda. Siapa bisa menentukannya?" Rey menemukan lagi satu gerakan jitu, "Bahkan Ayah dan Ibu bertemu pada situasi dan kondisi yang tak ayah pilih."


Raja Friedrich terhenyak. "Hah, ha ha ha ha ha! Aku memang sedang tak beruntung. Mawar liar itu telanjur memikat hatiku. Sungguh bodoh memang hatiku ini, saat itu jauh lebih jalan dibandingkan logikaku. Makanya di kemudian hari aku menyesal, dan memilih untuk mengikut logikaku. Hatiku harus mengalah."

__ADS_1


"Lihatlah, akibat dari logika ayah itu, keluarga kita terpaksa terpecah-belah." Rey mendekat ibunya. "Ms. Mayvelina juga tak ingin menjadi ratu. Ia hanya mencintaimu dan percaya penuh kepadamu. Namun Ayah memilih untuk menyembunyikan perasaan Ayah dan kemudian menikahinya secara diam-diam."


Raja Friedrich kali ini berhasil menemukan celah. "Apa bedanya denganmu sendiri yang kemarin diam-diam menikah di tempat terpencil seperti seorang pengecut? Kau sendiri tentu merasa malu 'kan, memiliki pengantin Bunga Matahari yang jelek itu?"


Ehhh... Rey... Joy merasa hendak kabur saja. Iya, aku si bebek jelek. Aku memang memalukan. Tak layak disanding seperti permaisuri. Makanya Rey menikahiku di tempat yang jauh dan bukan di hadapan banyak orang seperti layaknya suami yang bangga pada istrinya!


Tetiba, Joy kembali merasa seperti dulu di ballroom, begitu kecil dan terabaikan. Aku pergi saja! Aku memang bukan bagian dari keluarga ini!


"Hey, Joy..." Rey tersentak. Tunggu... Joy, kau mau kemana?

__ADS_1


__ADS_2