
"Mawarku, kutemukan sendiri, apa yang harus kulakukan?" Joy melihat sekali lagi mawar temuannya di tangannya.
"Ini hakku. Haruskah kulakukan ini?" batin Joy galau.
Menyerahkan mawar yang ia temukan dengan susah payah kepada putri Agnez, yang mengingatkannya pada dirinya sendiri yang di-bully orang saat sekolah dulu. Kedua putri 'jahat' yang mengambil mawar Putri Agnez dan sepertinya di ujung sana sedang tersenyum dengan penuh kemenangan.
Apabila ia biarkan Putri Agnez menangis sendiri di sini, sungguh tak tega. Ia melihat putri ini tak sama seperti yang lainnya, lebih mirip dan hampir sama nerd dan polosnya seperti dirinya sendiri.
"Ini, ambillah milikku."
"A.. Apa? Apa kau yakin? Tapi bila begitu, kau akan.." Putri Agnez terperangah tak percaya.
"Ya, tapi peluangku di sini toh kecil. Kurasa kau lebih berhak untuk maju, Putri Agnez." Joy menggigit bibir, hampir menangis. Tapi ia tahu, mengikuti kata hati kecilnya, ia harus berbuat baik. Ia dalam hati berucap pahit, "Daripada aku menari di atas penderitaan orang lain, biarlah aku yang mengalah, permainan ini sudah selesai bagiku! Aku pulang ke Evernesia. Tak ada gunanya melawan kecurangan Putri Chelsea dan Velove."
"Te.. Terima kasih, Putri Zoy." Putri Agnez tergagap, menerima mawar dari Joy sambil tersenyum lebar.
"Selamat tinggal, Rey." tangis Joy tanpa suara.
Sementara itu, dari kejauhan sesosok tubuh tersembunyi dalam kegelapan diam-diam telah berhasil menjepretkan kameranya. Ia dapat semua yang ia inginkan, termasuk merekam adegan dan pembicaraan di kebun bunga itu.
__ADS_1
"3, 2, 1. Waktunya habis," MC Mr. Brokoli mengumpulkan semua peserta. Putri Chelsea dan Putri Velove tersenyum lebar-lebar dengan bibir merah dan gigi putih berkilau sambil melambai-lambaikan kedua mawar mereka. Putri Agnez menyusul dengan malu-malu menunjukkan mawarnya, yang sebenarnya ia peroleh dari Joy. Sementara Putri Zoy tak membawa apa-apa. Ia melangkah ringan, walau hatinya terasa sangat berat.
"Uh, 1,2,3, ada total 3 tangkai mawar milik Putri Chelsea, Velove, Agnez, mereka tampaknya berhasil maju ke babak final. Dan Putri Zoy, tampaknya.." Mr. Brokoli tampak sedih, "Sesuai peraturan yang berlaku, Anda semua yang mendapatkan mawar tersembunyi berhasil maju ke babak final dan tetap tinggal di sini, tetapi mohon maaf yang sebesar-besarnya, agaknya Putri Zoy kali ini tampaknya harus meninggalkan tempat ini sesegera mungkin, kemasi barang-barang Anda, ucapkan selamat ting.."
"TUNGGU." Suara seseorang memutus pengumuman si MC.
"Putri Zoy tinggal. Yang akan keluar dari sini adalah Putri Agnez."
"Pangeran Rey ??"
Semua mata tertuju pada Sang Pangeran yang mendadak hadir di antara mereka. Ia tersenyum tipis. Di tangannya, ada sebuah kamera dan banyak sekali foto dari kamera instan langsung jadi.
Ia masih mengenakan kacamata hitamnya. Diserahkannya semua foto kepada MC, yang lalu terbengong-bengong menatap semua hal yang terjadi dari berbagai sudut labirin hijau kebun bunga mawar.
"Whoa.. Ternyata ini bukan ujian siapa berhasil menemukan bunga mawar dan siapa yang tidak berhasil. Melainkan ujian kejujuran dan ketulusan !!!" Ucap Mr. Brokoli takjub.
"Adegan demi adegan ini jelas dan tajam. Pangeran Rey yang kemampuan fotografinya tak kalah dengan paparazzi sungguhan, berhasil menjepret dan merekam semua yang sebenarnya terjadi, dimana tak ada hadirin dan saya sendiri menunggu di sini."
"Dan aku turut mendengarkan semua percakapan Putri Agnez dan Putri Zoy. Semua ada di foto, bila kurang yakin juga, CCTV istana juga merekam video dialog kalian semua dari segala penjuru, termasuk kecurangan duo Putri Chelsea dan Putri Velove." Tambah Pangeran Rey, puas. "Jadi, MC, kau tahu tugasmu selanjutnya. Aku izinkan kau memulangkan Putri Agnez, dan Putri Zoy di sini masuk sebagai finalis."
__ADS_1
"Ta, ta, tapi.."
Kedua putri jahat mengepalkan tangan mereka yang penuh jari lentik berkuku palsu, saling berpandang-pandangan tak percaya. "Uuuurgh. Sial sial sial !!!" Maki mereka tanpa suara sambil merengut dengan wajah tertunduk, namun di depan sorot mata sipit tapi seksi Sang Pangeran di balik kacamata hitamnya, mereka segera sadar dan mengucap, "Uh, oh, maafkan kami." Membungkuk hormat, mereka kembali mencoba kembali bersikap anggun dan tersenyum manis seperti putri-putri bangsawati terhormat.
"Putri Zoy menunjukkan sikap mulia dengan menolong sesama tanpa perduli rivalitas dan persaingan antara dirinya dan Putri Agnez. Jadi ia berhak maju ke babak final dan dua hadiah istimewa dariku. Yaitu, satu, jamuan kencan makan malam istimewa denganku nanti.."
"Apa ???" Semua putri ternganga, duo Chelsea dan Velove kembali merengut, sementara Joy diam terpaku.
"A, aku, Pa, Pangeran?" Joy berhasil sadar dari ketidakpercayaan pada apa yang baru Pangeran Rey ucapkan.
"Ya, Anda berhak atas hadiah istimewa itu. Dan satu lagi, adakah permintaan lain?"
"Ehh.. Aku ingin, Yang Mulia," Joy memandang tulus Putri Agnez yang masih bermuram durja. "aku hanya ingin Putri Agnez tetap Anda izinkan berada di sini, jangan dipulangkan, walaupun bukan sebagai kontestan lagi. Ia layak tinggal di sini sebab ia juga menemukan mawar itu."
"Be, betulkah itu?" Putri Agnez terkesiap, namun tampak gembira. "Aku, aku mau!"
"Baik. Aku setuju. Permintaan dikabulkan. Sekian dan terima kasih." Pamit Pangeran Rey, melambai formal dan berlalu dari hadapan semua orang.
Joy masih terpaku di tempat.
__ADS_1
"Makan malam berdua saja dengan Pangeran Rey? Astaga. Bisa lolos ke babak final besok saja sudah lebih dari beruntung. Hari ini, nanti malam, setelah berbulan-bulan tanpa kabar maupun kemesraan, aku akan duduk kembali berduaan dengan Rey?"