
"Papi, Mav maen dulu ya ke rumah Tom, sama Mami!" pamit bocah Mav sambil melambai ke Rey.
"Momse mau arisan dulu ya sama makmak alias buibu kompleks! Jaga rumah ya Popse!" Joy menggandeng putra kecilnya sambil mwah-mwah dengan Rey.
"Oke, Momse. Nanti Popse buatin bakmi ayam kampung spesial homemade ala Popse Rey untuk maksi!"
Dan Joy-Mav segera berlalu sementara Rey asyik mencuci sepeda motor tuanya di halaman, topless hanya pakai boxer doang (cowok gak pakai atasan gapapa dong, gak usah dihebohkan kayak oppa-oppa Khoreya yang sering jadi bahan gibah cewek-cewek gabut! Kecuali dia beneran ada bukit bertonjolan alias sudah oplas ganti gender, ups...)
Di balik pohon, tentu saja Si Naga Wanita Xiao Jie sudah menanti saat-saat emas ini. Bagossssss... anak istrinya pergi lagi, pelakor beraksi. Uh, jadi teringat oppa-oppa Khoreya ga pake apa-apa pamer eight packs, walau Reinhard gak begitu ada pak-pak-an tapi dadanya lapang dan perutnya masih rata, gak kayak om-om apalagi sinterklas. Hmmm... apalagi almost hairless, sexy... Pikir Xiao Jie sambil menjilat bibir.
Dan semua sudah mirip Joy buanget plus rasa anget, jadi dengan pedenya Joy-joy-an beraksi lagi, kali ini harus sukses, harus berhasil, harus bisa menjebak Pangeran dalam Dragon Lair, Venus Flytrap, atau apapun itu...
__ADS_1
"Lho, Joy, kok pulang lagi? Mana Mav?" Rey menengadah sambil mematikan keran air selang.
"Anuuu, Reinhard, eh, Rey, anak kita masih asyik main sama teman. Aku pulang sajalah. Kau seksi banget sih gak pakai atasan." Joy-joy-an menelan ludah.
"Kalo begitu yuk masuk, hari ini sebentaran kita quality time berdua, hanimun di rumah saja, mau main di ruang tamu, kamar mandi juga bisa!" Rey tampak bersemangat.
Sementara tak jauh dari situ, Joy asli dan Mav mengintip.
"Mami, kok olang itu milip cama Mami ya? Mami punya adik atau kakak?"
"Beles Mi, Mav ciap membantu Papi ngalahin Dibo yang nakal itu, nilu Mami banget ya!"
__ADS_1
Sementara Rey terus menggiring Joy-joy-an masuk rumah, di atas meja makan sudah terhidang banyak masakan Everiental enak-enak dan juga minuman-minuman manis kesukaan Xiao Jie.
"Momse, biar nanti mainnya enak, makan dulu yang banyak, minum semua yang kau sukai biar hatimu senang!"
Joy-joy-an sedikit kecewa, Rey gak mau langsung mengajak ke kamar seperti kemarin. Tapi selera makannya yang besar (seperti ada naga di perutnya, banyak makan tapi gak bisa melar!) berkata itadakimasu, oishii, yummy, eat eat eat, hao chi, delicioso, mamammia lezatos!
Dan sambil makan, Rey duduk manis di hadapannya, merentangkan lengan langsing, memberi pemandangan indah dada lapang dan kulit putih bersih mulus, ibarat suami dan ayah muda di sinetron, telenovela dan drakor yang selalu bikin calon-calon pelakor kebat-kebit. Kharisma tak terelakkan seorang laki-laki matang bin dewasa yang berpengalaman memberi kepuasan. Beuh, kepuasan jenis apaan, biar pembaca yang mendeskripsikan!
"Enak, enak, enak! Hao chi! Aku bisa jadi ndut nih, kalau Reinhard, eh, Rey, ngasih makanan melulu!"
"Joy, menurutmu Pulau Cinta bagus kan? Kita ke sana lagi yuk, main salju!"
__ADS_1
"Dingin ya, seperti di Everiental pas musim dingin? Enak tuh duduk berdua sambil ehm ehm di depan perapian.."
He he he, dia memang gak tahu apa-apa tentang Pulau Cinta - Rey tersenyum senang. Sebentar lagi ya, kena batunya!