The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Mawar atau Bunga Matahari?"


__ADS_3

Joy malam itu nyaris tak dapat memejamkan mata. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi hal seperti ini. Memang ia pernah berkompetisi menghadapi empat putri bangsawati seorang diri di istana Evertonia beberapa waktu silam. Namun esok hari ia akan berhadapan langsung dengan Raja Evertonia, Yang Mulia Raja Friedrich, ayah mertua barunya yang bahkan belum pernah ia temui untuk seumur hidup. Belum direstui dan belum ia kenal.


Menurut Agnez dan Yin Yang, beliau figur yang sangat tegas dan sedikit menakutkan. Bukan tipe pria setengah baya yang kebapakan. Terbayang di mata minus Joy, sosok Hit Lerr dan pemimpin dunia Ever di masa perang dunia dahulu. Bagaimana jika gegara pernikahannya dengan Pangeran Evertonia sampai mencetuskan perang dunia Ever ketiga? Apakah ia dan Rey akan berdosa besar apabila sampai banyak nyawa melayang akibat perang Evernesia-Evertonia?


"Aduh Joy, kok belum tidur juga?" Rey rupanya belum juga terlelap, melihat Joy hanya duduk bengong di sisi ranjang. Malam itu Joy tak memakai gaun tidur, hanya piyama, karena AC baru di kamar mereka sangat dingin. Beda dengan Rey yang cuek bertelanjang dada dan hanya memakai celana selutut.


"I, iya, aku, aku masih deg-degan memikirkan besok kita harus bagaimana." Joy mengakui beban di hatinya.


Rey duduk dan bersandar di dipan ranjang, mengajak Joy bersandar di sisinya juga. "Kan sudah kubilang, sekarang tak seperti dulu, kita hadapi semua bersama-sama. Sebab dulu di Royal Games aku tak bisa mendampingimu, dan kau pun menghadapi semua sendirian, hingga akhirnya kau menang secara adil. Fair and square. Kali ini beda. Suami-istri itu harus bisa bersama-sama, apapun yang terjadi." bisik Rey sambil membelai lembut rambut cokelat kemerahan Joy.


"Kau yakin kita akan berhasil melunakkan hati ayahmu?"


"Ya, aku yakin. Kita pasti bisa. Asal kita berdoa dan berusaha."

__ADS_1


"Baiklah. Rey begitu yakin dan aku juga demikian. Aku merasa lebih lega sekarang."


"Ha ha ha, syukurlah. Ehm. Satu lagi, Sayang. Malam ini, jangan pakai piyama begini dong, kan kau tidak lagi tidur sendirian," kode Rey sambil pura-pura ngambek.


"Uh, modus nih... Aku tahu. Iya, habis, dingin sihhh..."


"Sini, kubuat jadi hangat."


Lalu tanpa banyak basa-basi lagi, Rey mematikan lampu samping ranjang dan menarik selimut ke atas.


"Uhh, Rey, awas ya kamu, jangan nakal-nakal."


Dan mereka pun menghilang di balik malam hingga pagi menjelang, larut dalam penjelajahan cinta yang takkan pernah terpuaskan.

__ADS_1


Keesokan harinya dunia Ever lagi-lagi dibuat gempar. Pesawat Kerajaaan Evertonia mendarat di Bandara Utama Evernesia, siap menjemput pasangan pengantin baru Pangeran Rey dan Putri Joy (status putri kini melekat karena pernikahan, bukan karena keturunan.)


"Pangeran Rey akhirnya muncul kembali setelah beredarnya foto display neon lamaran menghebohkan beredar di dunia maya dan dunia nyata!" beberapa media turut mem-blow-up berita. "Mereka datang ke istana dengan mengendarai limo kerajaan dan memakai seragam kerajaan resmi putih-emas. Kira-kira apa yang bakal terjadi? Saksikan siaran langsung ini hanya dari Evertonia TV !!!"


Semua awak pers mulai berkerumun di sekitar istana, menyambut kepulangan Pangeran Rey dan istrinya. Mereka menanti dengan tak sabaran detik-detik kehadiran Putra Mahkota yang konon siap untuk menghadapi ayahandanya.


Sebuah panggung telah siap di pelataran istana. Di sana berdiri menunggu sosok pria nomor satu Evertonia, dikelilingi para tetua utama dan juga tentunya semua kerabat Rey. Ms. Mayvelina, duo Yin Yang dan Putri Agnez turut hadir mendukung Rey.


"Kita harus berdiri bersama membela Rey dan Joy! Kita dukung mereka bersama!" demikian keempat keluarga dan sahabat pasangan Rey-Joy bertekad sebelumnya


"Mawar atau Bunga Matahari? Hari ini, di tempat ini, kita tentukan pilihan kita akan nasib negara kita, Evertonia! Siapakah yang kalian bela? Putra Mahkota Pemberontak yang menentang seisi kerajaan ini atau Raja Friedrich yang telah mati-matian membela hukum negara ini agar tetap ditegakkan?" Raja Friedrich membuka pidatonya di hadapan pers.


"Ayahanda Yang Mulia, aku datang. Mawar atau Bunga Matahari? Mari kita tentukan saat ini. Perkenalkan, Ayah, Bunga Matahari di luar kebun mawar kita yang kutemukan dan kupilih, kupetik dengan tanganku sendiri. Putri Joy dari Evernesia."

__ADS_1


Semua mata hadirin dan pewarta spontan memandang ke arah suara pria muda rendah nan berwibawa itu.


"Pangeran Rey !!!"


__ADS_2