
Keesokan harinya Joy sudah khawatir saja, seandainya hari ini ia harus bekerja di kantor sendirian saja, tanpa rekan-rekannya yang kemarin bersama tapi hari ini terpaksa resign karena skandal mereka. Tetapi ada baiknya juga, karena Joy dan Rey berhasil menyelamatkan keluarga Mr. Pew, walau dengan cara yang kurang enak. Joy pun tak perlu berbuat apa-apa lagi dan terbebas dari rasa was-was akan rongrongan Pew dan Mew, karena Rey sudah men-cover masalah dengan menjadi polisi dadakan.
Uh, semoga tak ada lagi masalah, karena aku mulai betah di kantor ini. Aku memang anak baru dan kurang gaul, tapi aku suka juga pekerjaan seperti ini. Asal bukan di bagian resepsionis dan akuntansi, bagian berbicara pada umum dan hitung-menghitung yang selalu bikin grogi setengah hidup!
Tapi tentu saja kekhawatiran Joy itu tak perlu dipendam berlama-lama, karena Bos Bee sigap memasukkan seorang gadis baru untuk teman kerja Joy.
"Joy! Perkenalkan, ini Elsa, gadis dari Eversnow, negara tetangga, mahasiswi magang yang siap bekerja juga di kantor ini bersama kita!"
__ADS_1
Demikian Bos Bee memperkenalkan seorang cewek muda cantik yang sekilas mirip Putri Disni dari film animasi Beku. Tapi dia menarik, dan sama sekali tak bersikap dingin.
"Hai, aku Elsa! Salam kenal, Kakak Joy!" ucap si gadis berambut pirang panjang itu dengan nada riang. Disalaminya tangan keringatan Joy, terasa genggamannya yang erat, hangat, bersahabat.
"Hai Elsa." Joy sedikit gembira, karena Elsa tampaknya ekstrovert, tak seperti dirinya. "Kau mau bantu aku di sini mengangkat telepon dan mengerjakan apa saja yang aku tak terlalu bisa lakukan?"
Mereka bertiga tertawa. Dan tentu saja sepanjang hari itu, Elsa menemani Joy bekerja dan melakukan apapun tugas ringan di kantor kecil Bos Bee dengan baik.
__ADS_1
Sepertinya Joy beruntung dapat asisten baru yang begitu luwes. Bos Bee juga menyukainya. Ia mulai menghibahkan Elsa segala pekerjaan yang ditinggalkan Mew, dan tentu lebih baik hasilnya karena tak ada lagi cowok ganjen seperti Pew.
Joy pulang dengan hati gembira. Betul kata Rey, dalam bekerja, walau masih baru, tak perlu terlalu kuatir. Bos Bee tahu apa dan siapa yang pantas menjadi stafnya.
Rey di rumahnya sedang sibuk mengumpulkan semua koleksi karya fotonya yang telah ia perbesar dan cetak dengan indah di atas kanvas atau papan glossy maupun doff yang lalu diberi bingkai yang serasi. Semua karya fotografinya selama ini ia pajang dengan apik di dinding sebuah galeri seni kecil yang ia sewa dengan uang tabungannya sendiri. Rey berharap ada pecinta seni yang berminat pada hasil jepretannya, jadi kelak bisa ia kumpulkan sedikit dana lebih untuk kelak melamar Joy tanpa bantuan ayahanda raja.
Kopi, pemandangan alam, gedung, obyek menarik, hewan lucu. Hanya itu yang dikeluarkan Rey untuk dipamerkan. Model? Rey pernah memotret satu dua gadis seksi di masa lalu, tapi ia tak ingin memajangnya di sini. Selain karena koleksi pribadi, ia pun takut juga nanti diamuk Joy!
__ADS_1
Rey memandang puas pada galeri mininya. Sudah jadi. Sudah siap menerima pengunjung. Tinggal soft opening saja. Dan berharap dengan hobi ini kelak ia bisa lepas dari bayang-bayang royal Kerajaan Evertonia.