
Keesokan hari di Studio Mini Bee Advertising.
"Selamat pagi."
Sapaan ramah itu membuat Mr. Bee yang sedari tadi masih duduk di bangku mengulik kameranya spontan menengadah. Begitu pula Joy yang sudah berdandan ala model iklan yang akan dibintanginya bersama..
"Pangeran Rey? Selamat pagi juga!" Mr. Bee tersenyum ramah dan menjabat erat tangan model barunya itu. "Wah, maaf, aku baru kali ini bertemu dengan seorang pangeran, sebuah kehormatan besar untukku! Tentunya kau sudah sangat baik meluangkan waktu kemari, dan sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya?" Mr. Bee nyengir. Joy tersenyum sedikit ngeri-ngeri sedap takut penyamaran Rey waktu itu ketahuan. Tapi Rey menanggapi dengan sopan dan ringan,
"Ya, aku juga senang hari ini dapat bertemu dengan atasan kekasihku dan menjadi model, walaupun aku bukan Prince Charming seperti di Kisah CInder Ella."
"Dalam iklan kita kali ini yang penting bukan cantik atau tampan, melainkan chemistry. Lihat saja Joy, setelah dirias MUA kami."
__ADS_1
Rey memalingkan pandangan kepada Joy, yang berpakaian serba hitam dengan sedikit nuansa putih dan merah, gaun kulit berbahu terbuka dan tergolong mini karena memamerkan setengah paha. Bagian dadanya cenderung sempit, memamerkan sedikit belahan ketapel. Walaupun Joy bukan gadis kutilang nan menjulang, namun sepatu bot hitam yang ia kenakan turut membantu agar kakinya tampil jenjang. Joy beda banget, walau pakai kacamata tapi tak seperti biasanya. Retro vintage dan smart-looking. Rey ternganga, hampir saja tak berkedip bila Mr. Bee tak mengajaknya ngobrol lagi.
"Omong-omong, selamat ya, Pangeran Rey. Galeri foto barumu tampak menakjubkan di televisi dan iklan online yang kulihat. Semoga sukses selalu ya. Kapan-kapan pasti aku mampir."
"Terima kasih."
"Hari ini giliran kalian berdua yang aku mintai bantuan sebagai model. Joy, bosmu ini juga seorang fotografer lho, he he he. Kalian bergaya senatural mungkin saja, tak perlu bersusah payah. Yang penting tunjukkan kemesraan."
"Ini wardrobe yang akan kau pakai." Joy memberikan set busana kepada Rey. "Setelah berganti pakaian, kita mulai sesi pemotretan."
Tak lama kemudian, Joy dan Mr. Bee segera melihat penampilan Rey dalam busana yang berbeda. Stelan jas hitam putih bergaris vertikal yang keren dengan aksen sedikit merah untuk menambah aksen warna.
__ADS_1
"Wow, sangat keren, berbeda, dan penuh gaya. Tak ada yang bisa menandingi Pangeran Rey, walau Pangeran Bill I Am dari Inggrez sekalipun." Mr. Bee segera mengajak mereka ke set pemotretan.
Joy juga terperangah. Sudah biasa mellihat Rey berjas, tapi berdandan ala model begini ia seperti coverboy. Coverboy yang juga pangeran.
"Ayo, silahkan beradu gaya di depan layar ini. Aku yakin betul kali ini kita akan berhasil."
Tak perlu waktu lama bagi Mr. Bee dan pasangan Rey-Joy yang begitu alami. Tatapan tajam mata sipit Rey pada Joy sungguh membuat gemetar. Juga senyum malu Joy sebagai timbal baliknya menghasilkan kombinasi sempurna. Rangkulan dan sentuhan Rey di pinggul Joy juga memberi kehangatan pada foto yang nanti akan diberi latar belakang hitam-putih dan sedikit merah. Belum lagi ketika tubuh mereka berdekatan hingga dada mereka saling menempel, memberi chemistry dan ketegangan bagaikan kembang api yang ready to glow menerangi malam tahun baru.
"Waduh, aku tak bisa berkata apa-apa lagi, Framed it! Double Trouble! We wrapped it!" tepuk tangan Mr. Bee dan senyum puasnya berhasil menghapuskan cemas di hati Rey dan Joy. Mereka tersenyum di bawah lampu studio, merasa lega sekaligus deg-degan.
"Panas, Joy. Uhh, kau seksi betul dengan busana hitam mini melekat ini."
__ADS_1
"Dasar Pangeran calon coverboy. Asal jangan jadi playboy ya. Habis ini awas ya, " rutuk Joy hangat menggoda.