
Ide Rey untuk kencan bertiga mungkin terdengar gila, tapi Joy merasa boleh juga, lagian walau konyol, ada baiknya dicoba. Rey disebut Rebel Prince in Disguise bukan tanpa alasan. Kabur dari istana itu bukan hal sepele dan mudah dilakukan, kapan-kapan ceritanya pasti akan diungkap. Dan biasanya sih, idenya sukses. Biasanya, lho...
Sore hari weekend berikutnya di sebuah Mal Mevvah di Pusat Evernesia..
"Joy, wow, amazing, what a surprise, kau cantik sekali!" Mr. Park menyambut Joy yang datang juga ke kencan mereka dalam balutan gaun kecil hitam mini dan sepatu hak tinggi, walau sebenarnya Joy enggan dandan ala selebriti.
Tapi ide Rey begini sih, jadi Joy disuruh dandan, nyalon juga, sedikit gulung rambut, sedikit manikur pedikur, jadi lebih cantik, bikin pangling. Gapapa sesekali, kata Rey. Supaya Mr. Park ke-ge er-an dulu.
Mereka bertemu di muka sebuah restoran Khoreya, belum masuk sih, duduk dulu sejenak di bangku depan. Mr. Park tampil ganteng bin tamvan juga, mirip betul seperti seleb Khoreya. Dengan stelan jas semi formal, anting di cuping telinga, dan sepatu pantofel setengah sandal tanpa kaus kaki ala seleb K.
Tapi Joy sebenarnya agak kurang suka. Ia masih lebih gemas pada tipe Rey yang simpel tapi sophisticated.
"So, how do I look, Ms. Joy?"
No comment, ia senyum saja. Mr. Park jadi agak kecewa.
__ADS_1
"Uh, maaf, Mr. Park. Saya agak kurang sehat. Uhuk." Joy tiba-tiba batuk.
"Are you alright?" Mr. Park mulai terlihat kuatir.
"Ya, aku baik. Sebetulnya jika Anda tak keberatan, ada hal penting yang ingin saya beritahukan, tapi ini rahasia kita saja. Mr. Bee tidak usah tahu." Joy (pura-pura) batuk kecil lagi.
"Of course." Mr. Park cuma senyum, sedikit heran tapi belum merasa betul-betul cemas.
"Saya punya penyakit laten, uh, bawaan..." Joy sedikit memberi ekspresi lemah. "Sudah dari lahir, jadi..."
"So..?" Mr. Park meringis.
"Mr. Park, anuu, akan datang pertolongan, mohon maaf ya bila kita tidak bisa berdua saja." katanya kemudian dengan wajah memelas
"Ms. Joy, saya datang." suara pria rendah itu membuat
__ADS_1
Mr. Park terperangah.
"Perkenalkan. Saya dokter pribadi Nona Joy. Doctor Rey Ambrociuz Heart, M.D" seorang laki-laki berkaca mata hitam, bermasker medis, berjas putih, berstetoskop lengkap dengan tas dokter tiba.
Haaaah... Mr. Park ternganga.
"Sejak Nona Joy lahir, sewaktu-waktu ia bisa jatuh pingsan kapan saja, hanya saat ia bekerja di kantor saya tak mungkin menemaninya. Di tempat lain, 24 jam ia selalu dalam pengawasan saya. Ini amanat langsung dari mamanya." Doc Rey mendekat, sigap memeriksa suhu tubuh Joy dengan thermal gun.
"Uh, 37, 4 derajat Zelziuz. Mulai demam." Doc Rey tampak kaget. "Yuk kita pulang saja."
"Tapi dok... Saya lagi kencan dengan Mr. Park." Joy (pura-pura) keberatan.
Mr. Park mulai salah tingkah. "Eh, oh, Doc yakin Joy is okay?"
"Ya, ayo dinner." ajak Joy.
__ADS_1
Mereka pun jadi juga kencan makan malam (bertiga!) di restoran Khoreya itu, walau Mr. Park mati-matian terpaksa menahan rasa terganggunya. Apalagi Doc Rey duduk di antara mereka berdua sambil sesekali menyuapi Joy Kimchi (yang Joy sebetulnya kurang suka), bulgogi, toppoki dan bibimbap.
Huuuh... apa-apaan ini? Worst first date ever! Kencan terburuk yang pernah kualami! - Batin Mr. Park, nyesek.