The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Fotografer Ikutan Jadi Model?


__ADS_3

Lalu selama seminggu itu Joy sibuk mencari model seperti yang konsep perusahaan fashion besar itu inginkan : sepasang kekasih yang baru jadian tapi saling mencintai dengan luar biasanya. "A Brand New Retro Black & White Forever Love". Waduh, tentu saja sama seperti perusahaan besar di manapun, maunya budget seminim mungkin, tapi berharap keuntungan sebesar mungkin!


Dan Joy pun memasang iklan di koran maupun online. Sayangnya interview maupun audisi untuk model iklan ini berjalan alot, sungguh susah betul menemukan pasangan sungguhan. Adanya cewek cantik atau cowok tampan yang tentu saja saling tak mengenal. Jadi tentu saja greget alias chemistry-nya kurang dapat. Semua pelamar datang sendiri-sendiri dan canggung dijodohkan saat audisi.


Hadehhh, bagaimana ini dong, tak gampang pilih pasangan sejati dari seberapapun model yang datang, susah juga ternyata, bisa-bisa malah gagal, jadi harus bagaimana? Joy yang kebingungan, walau diberi dukungan oleh Bos Bee, juga sempat putus asa. Apa perlu minta bantuan Rey lagi, kan dia juga mulai memotret model, atas izin Joy tentunya.


"Omong-omong tentang Pangeran Rey, pacarmu yang fotografer itu, sepertinya aku pernah ketemu ya, walau entah di mana.." Bos Bee belum ngeh bila Rey itu orang yang sama seperti Opsir Rey Coverunder yang muncul di kantor beberapa waktu silam.

__ADS_1


Joy tersipu-sipu. "Ya, Rey memang pangeran anti mainstream yang tak ingin hidup di istana. Ia tak suka dikelilingi cewek dan putri cantik, tapi sekarang ia malah banyak dapat job memotret model juga. Populer sih, tentu sebagai pacar yang mendukung, saya izinkan, hanya masih merasa cemburu kadang-kadang."


Bos Bee menjentikkan jari. "Saya dapat ide. Bagaimana kalau Joy dan Pangeran Rey saja yang jadi model iklannya, dengan saya sebagai fotografernya? Begini-begini, bosmu ini juga fotografer andal lho, " Bos Bee tersenyum penuh arti, "Kita menekan budget, tak perlu bayar atau sewa model dan sekalian bisa numpang promosi Bee Advertising dengan kalian sebagai ikon perdana brand fashion premium ini."


"Ta, ta, tapi saya tidak merasa diri cantik dan menarik." Joy masih berkelit menghindar. "Saya tak bisa lepas kacamata dan pakai soft lenses, juga terlalu tomboy, tak bisa berpose, dan..."


Joy berjanji untuk mencoba membujuk Rey, akan berhasil atau tidak, ia belum tahu. Ya, tak ada salahnya sih sesekali melakukan hal berbeda.

__ADS_1


"Model? Aku? Tapi mataku sipit sekali." ucap Rey di telepon saat Joy mengutarakan maksud Bos Bee. "Bodiku tidak terlalu tinggi besar, dan aku memang tak pernah merasa diri tampan."


"Kau tidak hanya tampan, tapi fotogenik. Dan kau juga manis sekali. Ayo sesekali letakkan kameramu dan jadi model bersamaku. Kita adalah harapan satu-satunya, pasangan baru tapi saling cinta." rayu Joy


"Uh, oh, boleh juga sih, bila demi Joy apapun akan kulakukan. Asal Joy tidak ngiri bila nanti fansku bertambah ya. Ha ha ha."


Akhirnya Rey setuju juga dan besok bersedia hadir di studio mini milik Bos Bee. Joy sangat lega sekaligua deg-degan. Rey, semoga saja kita bisa dapat chemistry seperti yang diinginkan ya!

__ADS_1


__ADS_2