The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Rey, Maafkan Aku, Nak.."


__ADS_3

Semoga Rey tak tahu aku siapa. Semoga aku tak ketahuan siapa-siapa.


Terburu-buru pulang, Lyn akhirnya tiba kembali di kamar sewaannya yang sederhana selama berada di Evernesia.


Dikuncinya pintu. Dibukanya kacamata hitamnya, dilepaskannya semua gaun, pernak-pernik dan sepatu, hingga akhirnya jatuh menghempaskan diri di ranjang reot, berurai air mata.


Kemarin ia sengaja ke salon, memangkas habis rambut pirangnya agar menjadi lebih pendek. Ia beli gaun dan sepatu baru ini agar kelihatan lebih muda dan cantik. Dan ia berdandan beda agar Rey tak pernah tahu siapa dia yang sebenarnya.


Agar tak lagi mirip dengan Pustakawati Ms. Mei. Agar ia bisa menjadi seperti Sepupu Jauh Putri Lyn. Agar identitas asli sebagai Mayvelina tersembunyi selama mungkin.


Rey, anak laki-lakiku, putra tunggalku... Maafkan Ibunda, Nak.


Sesungguhnya aku begitu takut, sudah nekat betul aku berani menemuimu face-to-face hari ini. Bila Friedrich mencium keberadaanku, juga para tetua Evertonia tahu, mereka takkan segan-segan menghukum kita berdua. Mereka tak sesopan dan semulia citra agung kerajaan yang kita ketahui. Kita dalam bahaya besar.


******************


Rey berjalan keluar dari kafe sambil menatap anting-anting mawar emas milik ibunya. Lyn itu memang sedikit aneh, mencurigakan, dan jelas-jelas tak ingin dekat denganku. Tapi bila benar Ibu kandungku mencintaiku, mengapa baru sekarang ia muncul walau 'lewat Sepupu Lyn.' ???


Aku harus mendapatkan info dari Yin dan Yang, walau sebuah petunjuk kecil saja mengenai beliau dari masa lalu.


"Bagaimana, Rey? Lyn itu jadi datang?" sambut Joy di sudut koridor mal.

__ADS_1


"Ya, dia ada, tapi tak banyak info. Sepertinya ia kok mirip dengan seseorang. Eh, aku jadi teringat Pustakawati Ms. Mei. Tapi tak mungkin banget kan mereka orang yang sama, rambutnya pirang tapi beda potongan, suaranya juga lebih berat, dan yang jelas Lyn lebih mentereng dandanannya seperti putri Evertonia pada umumnya."


"Mungkin Sepupu Lyn ini perlu kau selidiki juga, karena walaupun sangat susah mencari data Pustakawati Mei alias Mayvelina, nama Sepupu Lyn tentunya ada di silsilah keluarga jika memang sepupumu. Iya bukan?"


"Betul, Joy. Mungkin saja. Tapi Ksatria sahabat kita Yin dan Yang sudah kusuruh fokus ke Mayvelina saja. Untuk Sepupu Lyn kita butuh seseorang lagi yang bisa dipercaya." Rey berpikir keras. "Tak bisa sembarangan. Harus orang atau putra-putri istana juga."


Joy termenung sesaat. "Oh, selain Elsa mantan BFF-ku masih ada sahabat kita yang sudah lama tak kuhubungi sejak Royal Games."


"Siapa? Cowok?" Rey sedikit posesif juga apabila Joy mengaku lebih gampang bergaul dengan teman beda jenis seperti dulu di kampus FSRD.


"Bukan! Putri Agnez!"


"Ohhh, ya. Saingan berubah jadi teman." Rey tersenyum puas tanda setuju. "Dulu sengaja kupilih dia jadi kontestan juga karena mirip denganmu, nerdy dan sedikit tomboy. Tapi dia sesungguhnya tak pernah naksir aku, sih. Inginnya punya pacar cowok Khoreya."


"Oke. Tapi hati-hati, bilang pada Agnez aku tak ingin ayahku tahu tentang semua ini."


Tak perlu waktu lama, chat hai-hai Joy segera dibalas oleh Putri Agnez.


"Putri Zoy alias Joy! Sahabat baruku! Kemana saja, sudah menang Royal Games malah jadi somse!" putri berkacamata itu langsung cerewet membalas chat Joy.


"Aduh, maaf! Aku sibuk bekerja dan juga jadi model iklan."

__ADS_1


"Cantik dan tampan betul kalian! Aku masih jomblo ngenes alias Jones!"


"Eh, terima kasih, tapi aku mau minta tolong, bisa bantu kami menyelidiki silsilah keluarga Rey?"


"Tentu saja, tinggal ke perpustakaan kerajaan dan melihat buku primbon silsilah royal Evertonia! Siapa nama yang kau cari?"


"Sepupu Rey, namanya Lyn. Dan juga satu nama lagi. Mayvelina. Bila ada."


"Oke, tapi besok ya. Ini sudah malam."


"Baiklah, dan hati-hati, Agnez. Ini rahasia BFF kita ya. Salam dari Rey!"


******************


Keesokan harinya, chat Agnez segera muncul dengan notifikasi berisik di ponsel Joy.


Hoamm... ngantuk.. Joy ogah-ogahan mengumpulkan nyawa dahulu.


"Uhhhh... Joy? Kau di sana? Baca ini. Gawat gawat gawat!" tulis Agnez.


Joy buru-buru reply, "Ada apa yang gawat?"

__ADS_1


"Aku sedang duduk menghadap Primbon Silsilah. Tak ada tuh nama Lyn di mana-mana. Nama Mayvelina sempat ada di satu tempat, tapi sepertinya dihapus paksa hingga susah sekali terbaca. Ia tadinya berada di sebelah nama Raja Friedrich... diberi kode "Unroyal", lalu di bawah nama mereka berdua... coba tebak!!!


Pangeran Rey, Putra Mahkota Evertonia."


__ADS_2