The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Kejatuhan Sang Naga Wanita (tapi...)


__ADS_3

Malam itu Rey kembali sedikit lebih larut. Joy menyambutnya dengan harap-harap cemas.


"Bagaimana hasil affair rahasiamu dengan si Naga Wanita Everiental?" sambutnya saat Rey masuk. "Semoga tak terjadi apa-apa antara kalian ya, jika iya, aku takkan pernah memaafkanmu!"


Rey pasang muka datar alias poker face. "Iya nih, maafkan aku, Momse. Aku akui salah, terjatuh ke dalam jurang pencobaan..."


Uhh? Joy merasa kebat-kebit.


"Tapi baru hampirrrr saja, aku diselamatkan oleh bisulku. Bisul virtual. Ha ha ha ha ha!"


Rey tersenyum lebar, senang sudah berhasil mem-prank Joy yang hampir mewek karena mengira Rey dan Xiao Jie sudah ninuninu.


"Lagipula aku sudah persiapkan skenarionya dan semua berjalan mulus sesuai ekspetasi. Kuharap ia segera menarik semuanya dan takkan berani mengganggu kita lagi."

__ADS_1


Joy kesal juga, tapi ia suka melihat Rey ternyata hanya mengerjainya dan lagi-lagi berhasil. "Uhh, bisul virtual, apa lagi itu. Oh ya, sana mandi, air hangat dan busa sabun sudah kusiapkan supaya wangi parfum wanita itu hilang dari tubuhmu."


"Care to join me?" ajak pangeran muda itu nakal.


"Uhh, iya iya! Asal betulan ya, kalian tak sempat begituan seperti di novel-novel lapak sebelah!"


"Ebuset, walau belahan ketapel dan buah persik di kebun tetangga sempat menggoda, hatiku sudah tak bisa kemana-mana! Sudah dijalin dengan baik bersamamu, bukan diikat ya!"


Lalu keduanya segera masuk ke kamar mandi, perlahan-lahan sekali agar putra kecil mereka tak terbangun...


Media tiba-tiba membahas : "Xiao Jie dari Everiental Mengakui Hoaks, Tak Pernah Ada Hubungan Spesial dengan Pangeran Reinhard."


"Xiao Jie dan Rey : Skandal yang Terjadi Hanya Karena Putri yang Ingin Viral."

__ADS_1


"Pulihkan Nama Pangeran Rey : Xiao Jie Mengaku Bersalah."


Raja Friedrich turut terheran-heran pada mendadaknya perubahan sikap Putri Xiao Jie yang aneh, namun tak bisa menanyakan mengapa karena Xiao Jie menghilang dan tak ingin diganggu siapapun.


"Huh, belum apa-apa sudah give up, sebegitu putus asakah dia? Pasti ada sesuatu yang salah! Tapi menghukumnya begitu saja juga tak benar, aku harus memberinya kesempatan sekali lagi!" demikian pikir Raja Friedrich yang masih saja ingin putranya Rey masuk istana sebagai pengganti dirinya.


Di suatu tempat, Xiao Jie sedang merenungi nasibnya seorang diri.


Iya, aku tahu salah besar berusaha merenggut suami orang. AKu juga tak mau jadi pelakor. Tadinya aku hanya menjalankan misi raja saja. Sama seperti dulu tim intel dan Paparazzi Liz mengambil foto candid Rey. Tapi kok memang ada pesona tak terelakkan dari Pangeran Rey. Ia seperti sesuatu yang tak terjangkau tapi justru penuh tantangan. Mungkin ini yang disukai para pelakor di kisah-kisah novel dan sinetron gaje itu : cowok yang 'unjangkauable' tapi bagaikan piala bersinar di rak pemenang (baca : istrinya) yang mesti dimenangkan, walau sifatnya bukan piala bergilir. Tapi bagi pelakor-pelakor ini, yang kadang memanfaatkan situasi (perpecahan rumah tangga, celah-celah kebosanan, situasi dan kondisi) tentu saja tak ada apapun yang bisa menghalangi.


Oh, ada ide bagus, lagi-lagi dari sinetron. Walau gaje alias ga jelas, tetap ada gunanya kok! Aku sudah sangat mirip dengan Joy, tapi belum pernah mencoba menjadi Joy!


Putri Xiao Jie tersenyum licik seperti kucing Cheshire di Alice in Wonderland.

__ADS_1


Yes !!! Plan C siap meluncur.


__ADS_2