The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Rey, Kembali ke Evertonia Secepatnya!"


__ADS_3

Setelah seminggu lamanya Rey dan Joy naik pelaminan dan menghilang dari ranah publik, pemberitaan miring tentang mereka belum juga mereda. Yin dan Yang telah berusaha meredam pers, juga Ibunda Rey Mayvelina pun telah bicara di hadapan mantan suaminya.


"Rey sudah melakukan hal yang tepat. Putra kita tak melanggar hukum." bela May saat Raja Friedrich begitu marah dengan pemberitaan liar yang tak kunjung reda mengenai putra mahkotanya yang menikah dadakan.


"Tapi dia mengabaikanku !!! Di mana harga diriku sebagai seorang raja dan ayah kandungnya !!!" Raja yang keras hati itu masih belum bisa tenang. Mondar-mandir di Ruang Tahta sambil berusaha keras berpikir jernih. Tapi memang ia tak bisa seperti Rey, karena ketegasannya terlalu berapi-api, jadi malah meledak kemana-mana. Ibarat kompor meledug, istilah Evernesia.


"Pokoknya secepatnya Rey harus menghadapku bila ia kembali ke daratan, dimanapun sekarang ia berada bersama Joy si Bunga Matahari liar jelek itu !!!"


"Joy tidak jelek. Dia manis dan baik. Dia sangat mencintai Rey. Banyak gadis menyukai putra kita hanya karena ia calon raja. Tapi Joy tidak begitu." May membela menantunya.


"Dulu aku memilihmu karena kau cantik. Hatimu juga baik. Tapi lihat, hubungan kita sudah hancur lebur, dan aku tak ingin Rey kita mengalami hal yang sama!" Friedrich semakin membara.


"Ya, tapi memisahkan mereka bukan jalan keluar terbaik. Mereka berhak untuk bersama. Rey juga tak ingin meneruskan tahta. Ia bisa menjadi pemimpin tapi menjadi raja bukanlah idaman hatinya."


"Kalau bukan Rey, siapa lagi? Aku semakin tua. Evertonia membutuhkan kita."

__ADS_1


"Betul, tapi jangan memaksakan. Jalan hidup Rey bukan kita sebagai orangtuanya yang mengatur."


"Bagaimanapun Rey harus datang kemari. Titik !!!" Raja Friedrich pun berlalu tanpa ingin berdebat lagi.


Huffft... Rey... Ibu harap kau di sana baik-baik saja dan bersenang-senang. Ayahmu sudah tahu tapi Ibu harap ia takkan melakukan hal bodoh yang akan ia sesali kemudian..


Sementara itu, di Pulau Cinta Evernesia...


"Joy, kau masih betah di sini?" Rey dan Joy berpelukan gelayutan jalan-jalan di pantai, hal yang selalu mereka lakukan selepas makan siang. Kadang berbaju santai, kadang berbusana pantai, kadang... (isi sendiri deh, tergantung interpretasi dan imajinasi masing-masing.)


"Aku belum buka-buka ponsel lagi semenjak kita di sini. Kurasa dunia pun tak kehilangan seorang Pangeran Rey."


"Ayahmu kalau sampai tahu, bagaimana ya nasib kita?"


Rey terdiam. "Yah, mungkin, kita berdua takkan pernah lagi bisa memasuki Evertonia untuk selama-lamanya."

__ADS_1


"Uhhh.. jangan begitu hanya demi aku, Rey. Aku tak sebanding dengan negaramu." Joy sedikit mewek teringat pengorbanan Rey.


"Kau memiliki cinta luar biasa yang selalu kuinginkan dan kubutuhkan lebih dari jabatan dan gelar kebangsawanan. Jadi, meskipun kita hidup menderita di Evernesia, kita akan selalu bersama."


"Ya, aku tak keberatan tinggal di rumahmu. Aku bukan tipe putri istana. Kau jadi raja di rumah kita dan aku ratunya."


Rey tersenyum manis sekali. "Asal kita bisa selalu bersama-sama apapun yang kelak terjadi."


Puas berjalan-jalan, mereka akhirnya kembali ke 'markas'. Rey masuk ke tenda peraduan mereka dan melihat ada notifikasi di ponselnya yang sudah berhari-hari tak ia sentuh.


"Uh, sebentar, Joy." keningnya berkerut curiga. Yin dan Yang menuliskan sesuatu.


"Rey, kembali ke Evertonia secepatnya!"


Oh, tidak. Ayahku sudah tahu..

__ADS_1


__ADS_2