The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Memulai Sesuatu nan Baru Bersamamu


__ADS_3

Joy sudah beberapa kali mengenakan gaun indah. Tapi yang ini memang beda. Gaun putih yang tak terlalu terbuka atau seksi tapi anggun. Serta aksen keemasan. Make-up di wajahnya tak begitu menor, tapi memberi kesan anggun dan manis. Lengannya terselubung sarung tangan panjang putih. Hari ini tak ada lagi kesan galak, tomboy dan nerd pada diri Joy. Ia tak hanya beautiful in white. Tapi seperti Ratu Evertonia betulan.


"Duh Joy, Mama sukaaaa banget. Kalah semua kostum endorsan adegan pengantin-pengantinan di Sinetron Evernesia TV, yang ini pengantin betulaaan!" Mama juga memuji saking panglingnya melihat Joy.


"Aduh Ma, jadi malu nih."


Mereka segera keluar dari tenda.


"Mana Rey?" Joy tak sabar, sedikit mengangkat gaunnya agar tak terinjak.


"Ups, pengantin pria dan wanita gak boleh ketemu dulu sebelum selesai dandan, pamali kata orang Evernesia di daerah-daerah." Mama Joy mengingatkan.


"Joy !!!! Aduh aduh.. Rey bisa menelan ludah gak sabaran ini.. ups," sambut Agnez yang juga sudah bergaun pesta pink. "Yuk kita ke booth foto, lalu ke tempat upacara pemberkatan!" dengan riang digandengnya si calon pengantin melewati para kru dan tamu. Diantarkannya ke sebuah photobooth penuh berhias bunga mawar Evertonia dan matahari. Bunga kesukaan Joy. Tak semewah mawar, namun simpel dan menarik.


Semua mata memandang Joy, Mr. Bee juga sedikit terpana. " Joy kalau dandan begini, semua klien naksir dan jadi kontrak deh sama kita!" pujinya sambil memotret terus. Joy tersipu-sipu.


Tak lama kemudian, muncul Rey si calon pengantin pria menuju photobooth. Yin Yang setia mengawal sebagai Best Men. Dua orang sekaligus, jadi rame.


Joy terpana. Rey pernah memakai seragam kerajaan ini, tapi hari ini auranya sungguh berbeda. Ia seratus kali, seribu kali lebih tampan dan menarik. Bagaikan ada halo di sekeliling kepalanya. Sepertinya seribu putri pun bakal jatuh cinta pada kerling mata sipitnya serta senyumnya yang menawan.

__ADS_1


"Joy, kau datang." ucap Rey sederhana. "Aku senang sekali." mereka saling mendekat.


"Ya, aku siap, Rey. Aku juga senang sekali. Ini seperti mimpi." ia begitu gembira hingga hampir menangis.


Mr. Bee dan lainnya spontan berekspresi "Ohhhh !!!" alias ikutan terharu. "Foto dulu yuk, sebelum upacara! Jangan sosor-sosoran alias ciuman dulu ya, gandengan tangan saja!" katanya sambil jeprat-jepret tanpa henti.


Rey yang juga bersarung tangan putih erat menggenggam tangan Joy yang masih malu-malu, merasa hari ini too good to be true. Ya, mereka hampir menjadi suami istri, sedikit lagi, beberapa puluh menit lagi.


Setelah prewedding dadakan itu selesai, keduanya diantar menuju altar. Upacara segera dimulai. Semua hadirin berdiri menyambut Rey dan Joy. Mama Joy menggandeng Joy karena Papa sudah almarhum, sementara Rey berdiri sendiri di samping altar.


Tegak, tersenyum, menunggu dalam kilau sinar mentari hangat tropis Evernesia.


Upacara pemberkatan dimulai. Tak perlu berlama-lama dan berlarut-larut. Semua berjalan lancar dan khidmat. Mereka mengucap janji suci di depan altar, menyematkan cincin yang telah Rey sediakan, lalu tak lupa Sang Pangeran membuka veil penutup wajah manis Joy dan mencium kening pengantinnya.


Rey, betulan kan ini.. bukan mimpi.. Joy masih belum percaya betul.


"Sekarang saya umumkan Pangeran Reinhard dari Evertonia dan Nona Joyliciouz dari Evernesia telah resmi sebagai pasangan suami istri secara hukum dan di hadapan Tuhan Maha Pencipta." ucap Pak Pendeta sambil menutup dengan berkat.


Lagu pernikahan khas seperti di film-film mengalun lagi.

__ADS_1


Benaran, Joy. Kita sudah sah. Kau juga kini seorang putri Evertonia. Tak ada lagi halangan, sekarang kita hadapi semua bersama. Rey pun mesra menggandeng Joy bertemu dengan semua tamu. Betapa bangga dan bahagia sekaligus merasa lega.


"Selamaaaaat !!!" semua teman berebutan menyerbu mereka. "Sekarang kalian sudah bersatu! Kami turut bersuka cita !!!"


Rey yang imut bahkan dirangkul Yin dan Yang dengan antusias. "Hei, turunkan aku, jangan ceburkan ke laut ya!" Rey pura-pura marah. Ketiganya tertawa lepas.


Semua orang baik hadirin maupun kru segera datang bergantian menyalami kedua pengantin baru. Musik riang memenuhi udara.


Semua orang sangat gembira.


"Selamat !!!" Mama Joy dan Agnez juga merangkul Joy dengan haru. "Sekarang kau sudah jadi putri. Anggun sedikit ya, dan ingat, selalu sayang pada suamimu Rey. Seperti Mama sayang Papa." pesan Mama pada Joy.


"Uhhh, Papa.." Joy sedikit mewek.


Tapi tentu saja ada Rey. Ia segera tersenyum pada mama mertuanya, "Saya janji akan selalu jaga Joy baik-baik, Ma."


Joy masih agak dreamy. Ini mimpikah..?? Dicubitnya sedikit lengan Rey untuk memastikan.


"Aduhhh !!!"

__ADS_1


Oh, ternyata bukan !!! "Ma, ma, maaf, Sayang..." bisik Joy tersipu-sipu.


__ADS_2