The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Mencari Seekor Naga Dalam Jerami...


__ADS_3

"Aku sengaja datang diam-diam agar publik tak heboh. Memang semenjak kami nikah dan punya bontot dua, sedikit berkurang, tapi fans garis keras masih ada!" Rey akhirnya buka suara setelah memastikan tempat pertemuannya dengan duo Yin Yang dan Agnez betul-betul suci hama dan tanpa CCTV.


"Iya, pangeran tetaplah pangeran walau sudah punya dua pangeran junior, dan dia masih seperti dulu saja!" tambah Joy, "Bodinya masih langsing dan wajahnya tetap baby face," curcol Joy dengan sedikit aura cemburu.


"Bagus juga 'sih, jadi nanti akan ada trio kwek-kwek, eh, trio kwok-kwok! Three musketeers!" canda Agnez yang suka nyamber sana-sini seperti bensin. "Satu pabrik mirip semua! Putra kalian lucu-lucu dan tampan-tampan! Naga itu pasti ngiri berat!"


"Sekarang Xiao Jie mungkin pulang ke Dragon Lair-nya di Everiental Timur." duo Yin Yang berusaha serius. "Di sana, di tanah air dan kelahirannya sendiri, ia bebas merdeka. Lagipula, ia tampaknya sangat yakin Raja Friedrich takkan pernah ingin menyusulnya!" ujar Yin menganalisa.


"Mengapa? Karena Raja Friedrich tak mau orang lain tahu, bila sampai bocor info ia masih menyimpan cincin pernikahan, tetua dan para bangsawan akan heboh dan tahu bila pernikahan dengan Xiao Jie itu sah tapi aspal! Karena raja masih diam-diam mencintai Mayvelina ibu kandungmu!"

__ADS_1


"Dan Xiao Jie sengaja melukai perasaan ayah!" tambah Rey. "Mungkin juga sengaja memancingku!"


Kali ini Yang bicara, "Ia bisa saja menyelinap ke dalam ruangan pribadi Raja dan mengambil harta tersembunyi itu. CCTV istana mengungkapkan sudah agak lama ia berusaha masuk, selalu mengintip dan lewat di dekatnya seakan-akan mempelajari cara. Tapi siapa yang bisa menuduh bila belum ada bukti apa-apa. Ia juga istri raja, walau bukan ratu. Dan setelah bertahun-tahun entah bagaimana, ia bisa mendapatkan akses ke kamar, padahal raja tak pernah membawanya atau mengizinkannya masuk. Kurasa ia menyuap para penjaga pintu menuju ke kamar itu!"


"Apapun alasannya dan tujuan akhirnya, cincin itu harus dikembalikan!" Rey bertambah sebal sekaligus bersemangat.


"Sudah terlalu lama dikekang, Xiao Jie mulai beraksi juga! Yuk Joy, kita ke East Everiental, setelah tiba di sana kita menyamar jadi turis saja, karena dengan cara itu lebih mudah untuk mendapatkan informasi."


"Wah, terima kasih, ini info yang sangat berharga! Kau memang mata-mata dan BFF Joy paling asyik!" puji Rey.

__ADS_1


"Iya dong, kalian berdua bisa mengandalkan kami!" bangga Agnez sambil berpose ala three musketeers bersama Yin dan Yang.


"Ayo, Joy, kita berangkat sekarang, sambil bulan madu ketiga!" Pangeran imut Rey menggandeng istri tomboynya seakan tak sabaran lagi.


"Uhh, jangan bikin anak lagi ya, kau bawa itu kan? Sesuatu yang seperti balon?" kode Joy , malu bila terdengar ketiga sahabat mereka.


"Waduh, itu 'sih, harus selalu ada! Jangan kuatir!" lagi-lagi smize Rey keluar.


Akhirnya duo Rey-Joy tiba di Everiental, sebuah negara bagian Evertonia yang berpantai dan berpasir putih. Konon makanannya sangat terkenal dan lezat, seperti bakmi, capcay, aneka dimsum dan Nasi Hellonam. Dan karena penduduk di sana rata-rata mirip dengan Rey dan Joy yang berkulit terang dan bermata segaris, pasangan kita tak terlalu menyolok bila berbaur di sana. Semua cowoknya berambut hitam dan ganteng-ganteng. Ceweknya pun manis, amoy-amoy seperti Joy.

__ADS_1


"Pantas dulu ayahku nyari doppelganger Joy di sini, yang mirip Joy banyak sekali!" Rey terkikih.


"Yang mirip Rey juga banyak!" Joy jadi teringat orang Zepun atau Khoreya yang masih tetanggaan dengan Everiental. "Di sini kita tak usah terlalu takut dengan fans karena mereka takkan ngeh-ngeh amat!"


__ADS_2