
"Jadi, maumu apa sekarang, Xiao Jie?" kau seorang putri, penguasa, bukan cuma naga-nagaan. Sedangkan aku cuma koki bucin yang tak suka pakai micin."
Shuai Tian masih bingung, apakah ia betulan harus menerima Xiao Jie atau tidak? Karena ia tak pernah pacaran dan juga bingung dengan perasaannya sendiri. Ia memang suka cewek itu, tapi untuk memulai hubungan pacaran walau saling suka, sama seramnya seperti memasang selang gas kompor untuk pertama kalinya! Biarpun sudah belajar dan mencoba-coba yang bo'ongan sekalipun, tetap saja khawatir akan meledug!
Sama seperti Xiao Jie. Ia sudah lama sekali tak betulan suka dengan cowok. Reinhard saja yang pernah membuatnya deg-deg-an karena memang pangeran imut itu selain senyumnya manis banget, pandangannya meluluhkan hati dan suaranya sangat cowok, rendah dan ramah. Tapi Shuai Tian juga memiliki semua itu, plus bakat yang gak kaleng-kaleng, melainkan panci-centong-piring-sendok-garpu dan kalau perlu pisau dan parutan juga! Cowok yang bisa masak ini bukan cuma mantap seleranya tapi juga pasti seseorang yang bersungguh-sungguh setiap meracik sesuatu termasuk hubungannya yang baru.
__ADS_1
"Aku maunya Shuai Tian jadi kokiku sekaligus seseorang yang setiap hari akan mengisi perutku dan juga hatiku! Memberiku aroma dan rasa semua bumbu-bumbu cinta yang dimarinasi dengan mantap hingga meresap ke dalam kalbuku!" seperti biasa putri yang suka bermajas hiperbola itu senang dengan kata-kata yang berlebihan.
"Dan aku tak menerima penolakan!" tambahnya sambil beringsut ke bagian depan tubuh Shuai Tian dan memegang wajah cowok itu. Duh, wajahnya sama lembut dan sama tampannya dengan Pangeran Reinhard. Cowok yang baby face tapi tetap cowok banget!
"I, i, iya, aku juga mau banget Xiao Jie bisa datang ke kafe setiap hari. Melihatmu makan adalah sesuatu yang menjadikanku bersemangat sama seperti bila kisah kita ini dibaca oleh pembaca setianya!" akhirnya Shuai Tian menyambut hangat. Diraihnya kedua pergelangan tangan Xiao Jie dan didekatinya wajah bulat putri yang mirip sekali dengan Joy tanpa kacamata itu. Dan sekali lagi ia berusaha mencicipi bibir merah yang pernah ia ciumi dengan pelan-pelan saja. Dan kali ini Xiao Jie pertama-tama diam, lalu menyambut gemas.
__ADS_1
"Uhh, Momse, nanti saja deh di hotel!" Rey merona. Ia senang sekali karena comblangan tak sengajanya ini bukan cuma berbuah kembalinya cincin ayah-ibu tapi juga pasangan baru KW super mereka itu, yang sebetulnya tinggal bersebelahan selama entah berapa lama tapi baru kali ini bertemu dan malah 'jatuh ke dalam panci yang sama!'
"Tuh lihat, eh, intip dulu... Mereka tampaknya bahagia!" pasangan kita kembali fokus pada adegan yang masih mereka tonton.
"Ya, aku mau datang setiap hari, membantumu jadi waitress pun aku mau! Asal.." akhirnya Xiao Jie melepaskan Shuai Tian sejenak sementara mereka masih saling gelayutan.
__ADS_1
"Asal apa?" Shuai Tian masih kagok, walau hatinya berbumbu-bumbu saat tadi Xiao Jie menyatakan perasaaannya yang paling panas membara!
"Asal kau mau menerimaku apa adanya karena aku juga masih istri-istrian seorang raja. Aku belum bebas banget, tapi segera akan jadi single lagi! Aku mau ngaku dan mengakhiri semua ini dulu sebelum kita nanti bisa sama-sama!"