
Setelah makan minum sampai puas, Joy-joy-an pun tak lagi bisa bergerak dan hanya bisa duduk bersandar di sofa ruang tamu.
Rey tampak prihatin. "Mami, kamu tak apa-apa? Kebanyakan makan, tak jadi deh, nanti berbahaya lho, pas lagi main mau ke belakang..."
"Uhh, iya juga sih, lebih baik aku duduk di sini saja dulu deh. Hufft..."
"Mami! Mav pulang!" terdengar suara riang seorang bocah laki-laki di pintu.
"Hai, sudah pulang Mav?" Rey menyambut putranya. "Pasti diantarkan oleh Tante Sebelah ya?"
"Ma... eh, iya, betul Tante Sebelah!" Mav hampir salah ngomong alias kelepasan. Untunglah Joy-joy-an sedang rada kurang sadar jadi tak mendengar.
"Mami udah pulang duluan!" Mav menyerbu Joy-joy-an dengan penuh sukacita dan kehebohan, mendarat mulus seperti pesawat terbang di atas pangkuannya hingga cewek itu terkejut! Nyaris saja ia menyemburkan makanan lezat yang sedang antri untuk diolah di lambungnya!
Duh, kok tiba-tiba muncul pengacau sih! Rusak sudah rencana ninuninuku. Bocah ini cakep 'sih, mirip seperti papinya, tapi aku 'kan gak suka banget sama anak kecil! Mengganggu saja! Tapi aku harus tetap berdrama seperti maminya, kalo gak mau ketahuan! - Batin Xiao Jie kesal.
__ADS_1
"Mami, aku mau didongengin dong tentang latu naga yang jahat!"
"Masa 'sih jahat? Ratu juga baik kok. Mami juga suatu saat ingin jadi ratu, bila Papi jadi raja!" Merasa cuma ngomong sama anak kecil, asal-asalan saja Xiao Jie lalu menjawab,
"Jadi Ratu itu enak, kaya raya dan berkuasa, dilayani dayang-dayang, mau makan apa saja bisa, mau apa saja tersedia!"
"Mami betulan pengen jadi latu? Bukannya Papi bilang Mami gak suka tinggal di istana ya?" Mav mulai curiga.
Oh ow, Xiao Jie mulai terdesak. Ia merasa ada hal yang tak beres banget di sini. Harus segera keluar dari sini, Plan C hancur lebur!
"Oh, ini 'toh Putri Pelakor yang berusaha mendekati suamiku!"
Joy !!! Xiao Jie membeku ketakutan.
Ia berdiri dan tak lama kedua wanita yang sangat mirip itu sudah berhadap-hadapan. Rey sampai bingung seakan-akan takut salah lagi.
__ADS_1
"Nah, akhirnya kau muncul juga, Si Jelata dari Evernesia yang tak direstui!" Xiao Jie tak mau lagi menutup-nutupi diri. "Iya, aku sengaja, memang aku suka Rey dan aku ingin menyelamatkan Evertonia dari kehancuran karena ditinggal oleh penerus tahta! Misiku dan Raja Friedrich sangat mulia, memisahkan kalian demi menyelamatkan sebuah negara!"
"Ha ha ha, tapi kau memang ingin betul jadi ratu! Apakah ambisi pribadimu itu termasuk dengan misi mulia kalian, Tuan Putri?" Joy mengeluarkan ponsel. Ternyata perkataan semenjak Mav hadir hingga Xiao Jie berkata ingin menjadi ratu telah direkam dengan jelas.
"Kemarikan ponsel itu!" Xiao Jie mencoba merebutnya.
"Ups, tidak, enak saja! Lebih baik sekarang kau pulang ke negaramu dengan tangan hampa dan jangan mengulangi perbuatanmu, daripada rekaman ini beserta foto-foto waktu itu, fotomu bersama ayah Rey, beredar di media massa! Kau takkan mendapatkan apa-apa kecuali rasa malu dan juga hukuman dari Ayah Rey yang sebenarnya takkan ingin kau menjadi ratu hanya karena ambisi!"
"Eh, kurang ajar, berani-beraninya Jelata sepertimu menentang Putri!"
Kedua kembar tak seiras beda ibu itu hampir saja gontok-gontokan, sudah pasang kuda-kuda dan menyingsingkan lengan baju hingga Rey dan Rey Junior si Mav turun melerai.
"Hei, Naga dan Singa! Berhenti bertengkar, dan ya, karena ini bukan Sarang Naga, daripada nanti dua pangeran ini menusuk hatimu hingga broken heart, sebaiknya segera pergi dari sini!"
"Uhh, Reinhard, Joy, baiklah, kali ini kalian menang! Tapi aku akan terus berusaha hingga semua impianku tercapai!"
__ADS_1