
Sore itu Joy pulang dengan penuh tanda tanya di benaknya, sementara ia belum menemukan jawaban, baru saja tiba di muka rumah..
"Paket !!!" dari Abang Zo-Zend sudah menunggu di depan. Beberapa kotak besar kecil sudah menunggu, tinggal foto untuk bukti dan Joy menerima semuanya dengan sedikit bingung.
Ini pasti kerjaan Rey.
Dan lebih bingung lagi saat membongkar isinya, yang betul-betul mencengangkan dan baru bagi cewek tomboy sederhana sepertinya; gaun midi bahu terbuka warna biru tua anggun bertambur kristal Everovsky yang berkilauan, satu set sepatu ala putri yang matching dengan gaun itu, serta satu set perhiasan emas buatan Evertonia lengkap dengan tiara dan berlian asli.
"Waduh, ini pasti bukan hadiah ultah atau apapun, betapa luar biasanya semua ini, impian setiap wanita. Rey, kamu gila ya?"
Joy sangat jarang dandan, tapi setelah mandi ia mencoba berias sendiri dan mengenakan semua pemberian Rey tadi, merasa seperti main putri-putrian semasa kecil.
"Kok tumben ya Rey mau aku tampil begini, ada sesuatu yang ia rencanakan. Uh, penasaran. Aku yakin ada sesuatu yang penting."
Tapi ia yakin, malah agak berdebar-debar, intuisinya mengungkapkan kalau kali ini Rey ingin mengatakan hal yang sangat penting.
Akankah Joy dipertemukan dengan ibunya, Mayvelina? Atau malah ada hal lain yang jauuuuh lebih penting?
Malam pukul setengah tujuh, sebuah limosin hitam super mewah menjemput Joy di muka rumah. Hanya seorang sopir berseragam rapi yang menjemput, tanpa kehadiran Rey.
__ADS_1
"Selamat sore Nona Joy, Anda akan kuantarkan bertemu Pangeran Rey di suatu tempat rahasia. Selamat menikmati perjalanan ini."
Joy masuk dan duduk di jok belakang, merasa terkejut dengan semua kemewahan dadakan ini. Wah, belum pernah ia dijemput kendaraan mewah seperti selebriti betulan. Rey memang pangeran misterius yang sering tampak sederhana, tapi siapa tahu apa saja wah-wah yang ia sembunyikan di belakangnya.
"Nona Joy, kita sudah sampai di tujuan dengan selamat. Semoga Anda menikmati perjalanan kita tadi. Sampai jumpa." Sopir segera parkir dan membukakan pintu dengan penuh rasa hormat.
Astaga. Di mana Joy akhirnya tiba? Sebuah resto klub mewah di tepi pantai, herannya tak ada siapapun di area makan dan bersantai yang sedemikian luas. Deretan lampu menyala terang benderang, juga lilin-lilin kecil menyala di tiap meja makan bergaya casual, indah sekali bagaikan akan diadakan pesta pribadi.
Lagi-lagi Rey menyewa satu tempat khusus hanya untuk kami berdua. Uh, Rey. Tak perlu lakukan semua ini, toh tak ada hal istimewa.
"Selamat datang, Nona Joy dari Evernesia. Terima kasih sudah hadir di Jamuan Makan Malam Istimewa Evertonia. Kuharap kau menikmati perjalanan tadi." sambut ramah suara rendah seorang pria muda yang sangat Joy kenal.
"Rey, kok jadi resmi-resmian begini?"
Rey tampak sangat tampan sekaligus imut malam itu, hanya tersenyum terus dan tak banyak bicara. Ia mengulurkan buku menu makan malam untuk Joy, dimana Joy tak seberapa mengerti menu-menu yang tersaji di hadapannya. Akhirnya Rey memilihkan untuk Joy beberapa yang ia yakin Joy suka.
"Maafkan keawamanku. Sungguh, Rey, seumur hidup belum pernah ke tempat seperti ini atau menikmati hidangan seperti ini."
"Aku dari dulu hidup dalam dunia seperti ini, dan beberapa saat lagi aku siap meninggalkan semuanya,"
__ADS_1
"Maksudmu?"
Rey tak langsung menjawab. Begitu hidangan makan malam mereka datang, Sang Pangeran membantu Joy mengambilkan hingga menyendokkan semua ke setiap piring dan mangkuk. Semua tertata rapi dan tampak sangat lezat.
"Ini tentunya hidangan kelas kerajaan. Maksudmu, kau ingin pergi dari Evertonia. Seperti dulu kau melarikan diri?"
"Ya. Tapi kali ini aku tak sendiri." Rey memberi petunjuk agar Joy melihat ke atas.
Di atap sebuah gedung jauh menjulang di atas mereka, menyala dua kata tertulis dalam lampu neon putih.
Rey ... Joy
"Joy, ada satu permintaanku." Rey menyerahkan sesuatu berbentuk mirip remote controller. Hanya ada dua tombol di sana. Ya berwarna hijau, tidak berwarna merah.
"Tekan hijau bila ya, tekan merah bila tidak. Say I do atau say I don't."
Uhhh.. apa-apaan sih ini Rey?
"Joy, aku punya satu saja permintaan, jawablah dengan pilihan sesuai kata hatimu. Joy, maukah kamu menjadi sahabatku, kekasihku, pasanganku, pelengkap hidupku dan belahan jiwaku selama-lamanya?"
__ADS_1
Aduh...???