
Dia melihat layar besar berukuran 70 inch begitu tirainya terbuka. Anna mengelus dadanya karena kaget.
“Astaga, Aku pikir ada orang disini.”
Layarnya menampilkan seorang wanita. Video itu sepertinya direkam oleh orang lain. Setelah mengatakan halo, orang yang berada di belakang memperbaiki kameranya. terlihat tangan saat kamera itu bergerak.
“Bagaimana kabarmu?”
Wanita itu tersenyum, sangat cantik. Anna terkesan dengan paras indah bak dewi di dalam mitos-mitos yunani. Didalam video seorang wanita memakai gaun putih sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit.
“Aku, minta tolong Dami untuk mengantar gaun dari hotel.”
UHUK
Wanita itu batuk sekali dan melanjutkan kalimatnya
"Sepertinya, aku tidak bisa menemanimu berjalan di altar, maaf!”
Wajahnya semakin pucat, setiap kata yang keluar dari bibir kecilnya adalah duri.
“Dosa ini, akan kubalas di kehidupan kita selanjutnya. Tolong maafkan kebodohanku meninggalkanmu tanpa pamit secara langsung, aku takut tidak ingin melepaskanmu dan terus bergantung menjadi beban,”
Wanita itu menunduk menahan sakit.
“Walau itu sulit, bertahanlah! Jodoh kita di kehidupan ini sampai disini.”
Sesaat setelah mengatakan kalimat terakhir dia menutup matanya, tangan kecilnya meremas seprei. Perlahan wanita itu menghembuskan nafas terakhir.
Tanpa sadar, air mata Anna mengalir turun. Bersimpati pada perasaan wanita yang melepaskan keinginannya, meninggalkan kekasihnya sebelum sumpah sakral sehidup semati.
“Kau pasti sangat kesepian, harus meninggalkannya seperti itu.” Katanya.
“Mencintai di kehidupan selanjutnya, dia sa—“
CEKLEK
Suara pintu terbuka membelah fokus Anna, perlahan dia berbalik menarik handle pintu.
“Terbuka?”
Segera dia melihat remote dan mematikan layar di depan, kembali dia simpan di tempat semula dan berlari keluar. Di ujung lorong, Anna berbalik dan tersenyum.
“Aku kagum padamu!”
.
Hyuk turun dari Helikopter, semua orang menunduk saat melihat Hyuk masuk ke dalam rumah.
“Kak, maaf!” ujar Pria yang di panggil tuan muda Kang.
“Belum ketemu? Cari di..." berhenti. Hyuk melihat seorang wanita di belakang para pekerja, wanita yang mereka cari berdiri dengan wajah polosnya.
Menghela nafas, dia mengangguk. “Lain kali, beritahu orang jika ingin keluar.”
Semuanya berbalik, termaksud Tuang muda Kang. “KAU DARI MANA!”
“Naiklah.” ucap Hyuk menunjuk lantai di atas, lalu dia beralih melihat tuan muda Kang.
“Turunkan nadamu bicara, ini rumah bukan hutan!” Hyuk pergi setelah mengomentari cara bicara pewarisnya.
.
Pukul 01.00 AM, Hyuk berada di ruangannya. Sehabis membersihkan diri bersiap untuk tidur, dia mengingat teman-temannya. Mencari kontak Valerie dan menelepon melalui video call.
__ADS_1
“Kau sudah sampai?” tanya Hyuk saat panggilan tersambung.
“Baru saja, semua baik-baik saja?”
Wanita di layar terlihat gugup, otak cerdasnya bekerja mencari mungkin ada yang disembunyikan.
“Ya, baik.”
“Oh, baiklah. Barang-barangmu sudah kukirim langsung ke mansion, cek saja jika ada yang ketinggalan.”
“Terima kasih. Yakinlah, tidak akan ada yang ketinggalan.”
Hyuk tahu, Valerie orang yang teliti.
HE HE HE
“Baiklah Hyuk, selamat malam.”
“Selamat malam.”
...🖤...
Sementara di kediaman Lee Seok Hoon. Han Yu Ra tiba, dia meminta bertemu dengan pemilik rumah setelah tahu ayahnya berada dalam daftar incaran Frederick.
“Tuan Darren ada di atas.” Kata Han.
Yu Ra mengangguk lalu dia berjalan naik ke lantai dua.
“Aku pikir Nyonya.” Nola kembali duduk di sofa.
Dia melihat Han disebelahnya. “Kapan Nyonya kembali?”
“Tidak tahu!”singkat padat.
TOK TOK TOK
“Masuk!”
Are menunduk sekilas, kemudian dia keluar.
“Valerie belum kembali?” tanya dia tanpa basa-basi.
Darren menaikkan alisnya.
Yu Ra mengangkat tangannya. “Oh, aku dengar pengawalnya bicara.”
“Dia belum mau kembali, sekarang ada di apartemen.” jawab Darren.
“Lalu mereka tidak pergi menjaga istrimu?”
“Kalau seperti itu kau tidak akan bertemu denganku di sini, tapi di pengadilan!”
“Hah?” Yu Ra tercengang, mengapa seorang Darren berbicara tentang pengadilan.
“Apa maksudnya?”
“Valerei mengancamku dan kau tidak perlu datang secara langsung, telepon saja jika ingin memastikan.” ucapnya cepat mengalihkan pembicaraan.
“Justru harus memastikan aku datang secara langsung.”
“Pulanglah, ayahmu baik-baik saja. Frederick hanya ingin ayahmu dan ibuku jujur.”
Justru itu yang aku khawatirkan, dalam hati wanita ini.
__ADS_1
Dia mengerti bagaimana keras kepala ayahnya, dia tidak akan mengaku dengan mudah.
Bukankah karena itu mereka berpindah-pindah negara agar tidak ditemukan?
“Ayahmu tidak akan masuk rumah sakit dengan luka serius, aku jamin.”
“Are akan mengantarmu.” ujar pria itu lagi.
Wajahnya memang terlihat lelah. Darren bangkit dan berjalan keluar.
...🖤...
Lim Sujong malam ini sibuk mencari kontak orang yang bisa membawanya masuk ke Korea. Dia sudah berselancar selama 1 jam tetapi belum membuahkan hasil.
"Sialan, sudah sekali!" cukup keras.
Didalam kamar dia sendiri karena itu dia harus bergegas sebelum suaminya pulang dari kantor.
TRING, pesan masuk dari Shin Yu Min.
Orang itu memberitahu Sujong kemana mereka harus pergi tetapi Sujong marah dan mengatakan bahwa dia serius ingin kembali ke korea. Melihat pesan yang dikirimkan Sujong, Yu Min juga ikut mengumpat pada Sujong dan memberitahu tujuan dia adalah china. Dia meminta wanita itu segera mencari waktu karena dia tidak punya banyak waktu untuk membantu.
Membalas itu Sujong tersenyum, betapa gilanya wanita itu jika sudah merencanakan sesuatu. Lalu pesan berikutnya membuat kepala Sujong mendidih. Dia di ancam akan mengambil alih rencana dan Darren jika Sujong gagal dalam misi.
Akhirnya, apa yang dia tunggu-tunggu terwujud. Dia tertawa keras, suaranya menggema di ruangan kedap suara itu.
Lim Sujong mengambil ponsel dan mengirimkan pesan ke adiknya Lim Inha.
.
Di dalam kamar yang tak kalah besar, Lim Inha mendapat pesan dari sang kakak.
"Cari ide, aku berhasil masuk ke Korea." pesan itu di baca dengan lantang.
Matanya membulat, Inha berdiri ingin menemui kakaknya tapi langkahnya terhenti.
Dia berpikir, jangan sampai kakaknya menjadi curiga dengan sikapnya. Pertama-tama dia harus membalas pesan itu jadi dia kembali duduk. Inha mengutarakan betapa dia khawatir jika sampai kakak iparnya tahu tetapi Sujong tidak memperdulikan kekhawatirannya dan meminta dia mencari ide agar bisa menghindari kecurigaan. Dia dalam masalah.
.
Wanita yang berada di lantai atas mengerutkan dahinya.
Bukankah karena itu aku menyuruhnya mencari ide? omelnya dalam hati.
Dia mengetik balasan, meminta adiknya untuk mencari ide agar suaminya tidak mengetahui jika dirinya akan pergi ke Korea.
Bagaimanapun caranya dia harus masuk ke Korea, rencananya hanya akan berhasil jika dia sudah berada di sana.
.
Inha kesal, tidak membalas pesan kakaknya. Dia tidak ingin membantu melakukan hal yang akan merugikan. Takut ikut menjadi target.
Dia bisa menebak masa depan jika berhasil membohongi kakak iparnya. Suram, menjadi pilihan kata paling tepat menggambarkan masa mendatang.
Kakak iparnya bukanlah orang biasa, dia bisa menghancurkan sesuatu dengan kekuasaan. Pria dengan uang yang bergelimang memang perlu di waspadai dalam segala hal, Apalagi jika itu berkaitan dengan hati yang tersakiti.
Inha menyerah. Dia ingin kembali menjalani hidup tanpa perlu khawatir pada pembalasan dendam. Namun, kehidupan seperti itu apakah ada pada kehidupannya?
.
.
.
__ADS_1