The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 59 : Keluarga Lee 2, Elena


__ADS_3

Perusahaan Rey tidak kondusif sejak Elena datang. Karyawan yang berada di ruang rapat barusan melihat Elena datang lantas menyebarkan informasi kepada seluruh bagian diperusahaan yang akibatnya mereka semuanya sedang membicarakan hal itu sampai melakukan mogok kerja. Bahkan pegawai kantin saja ikut membicarakan soal Elena.


Gosip tentang masa lalu mereka juga sudah menyebar. Ada yang pro dan kontra terhadap keputusan yang di ambil oleh Elena. Mereka menyayangkan sikap Rey yang bertindak impulsif sehingga menyebabkan kesalahpahaman sampai istrinya di usir. Lalu dari mereka ada juga yang meganggap keputusan Elena untuk memaafkan suaminya adalah salah.


Selama bertahun-tahun, membesarkan anak tanpa seorang suami. Sungguh melelahkan. Salah satu dari karyawan wanita yang juga seorang ibu sudah menangis sejak tadi. Dia bersimpati sebagai sesama wabita dan juga ibu. Beruntung dirinya memiliki suami yang pengertian.


Belum lagi selesai, Leon anak mereka juga menjadi pembicaraan. Ada yang sudah nelihat dan ada juga yang belum. Berdebat apakah anak itu akan membeci sang ayah atau tidak, apalagi dia sudah berumur 5 tahun. Cukup besar untuk mengerti keadaan. Namun lagi, seorang ibu yang berada di anatara mereka tidak setuju dia mengatakan Leon tidak membenci ayahnya karena dia cukup kecil untuk memahami urusan orang dewasa.


Yah, perdebatan tanpa akhir itu menjadi topik panas.


Dari belakang datang seorang lagi yang baru bergabung setelah pekerjaan dia diluar selesai. "Oh istri Pak Rey ya? Jadi klien pentingnya istri toh."


"Cantik ya istri Pak Rey, hampir saya goda tadi!" Bahkan beberapa kepala bagian terpesona.


"Sebelum itu, siap mental dulu lah." ujar yang lainnya mengundang tawa keras.


Karyawan yang berada di bagian umum bingung. "Siap metal apa pak?" Katanya.


Semua karyawan tertawa. "SIAP DI PECAT!"


...🖤...


Di Ruangan Rey


"Sudah datang?" Sumringah Rey menyambut istrinya yang terlihat anggun dengan balutan Dress


Namun, bukannya membalas dengan senyum, Elena ketus. "Masih dirumah!"


Lah? Salah apa lagi!.


"Udah basi! gak usah basa-basi!" tambah ketus kata-kata Elena.


Dia salah, Rey mengaku salah. Istrinya sedang sensi lagi, katanya dalam hati.


"Maaf sayang." Ujarnya mengalah.

__ADS_1


Elena berjalan ke arah Rey dan meletakkan amplop coklat itu di atas meja. "Ini dokumen yang kamu butuhkan. Kenapa minta maaf, kamu salah apa memangnya?”


"Terima kasih! Kamu duduk dulu ya. Aku selesaikan urusan kerjaan 10 menit, setelah itu kita pergi kencan." janji Rey pada istrinya. Jika tidak begitu, dia harus menghadapi pertanyaan aneh bin ajaib lainnya.


"Iya, nanti sekalian jemput Leon!" Elena berbalik duduk di sofa. Rey menghela nafas, akhirnya baik juga.


.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang. Elena bosan menunggu suaminya. Dia mengangkat kepalanya dan menemukan sang suami yang fokus pada layar komputer.


Rey sedang memeriksa proyek pembangunan kantor baru yang barada di Busan. Kantor tersebut akan menjadi kantor paling besar setelah holding.


Elena melihat dinding kaca yang menjadi pembatasan anatara dirinya dan dunia luar. Di bawah, lalu lintas terpantau padat. Wanita itu menempelkan badannya di kaca, kemudian dengan keadaan seperti itu dia memutar kepala sedikit untuk melihat Rey.


"Kamu belum selesai?" Tanya Elena. Kalau dia tahu akan sebosan ini, dia lebih baik berada di rumah menilmati teh paginya bersama kue keju kesukaannya dengan pemandangan belakang rumah yang indah.


Rey tidak menggubris pertanyaan Elena, dia masih sibuk berkutat dengan pekerjaan kantor. Elena berdiri tegak lalu keluar dari ruangan Rey. Dia menyapa sekretaris Rey dan menanyakan dimana dia bisa memesan cake.


Sekretaris itu ramah, dan menawarkan akan memesankan cake untuk istri bosnya. Namun, Elena menolak, dia tidak ingin mengganggu pekerjaan orang dan meminta di tunjukkan arah saja. Awalnya sekretaris itu ragu tapi karena Elena memaksa dia akhirnya menyerah.


Ting.


Pintu lift terbuka, dia keluar dan mendapati banyak orang yang menunggu lift di depannya. Tidak ada satupun orang yang memperhatikan sampai petugas keamanan menyapa Elena sopan. Otomatis kepala Elena juga menunduk sedikit kepadanya. Barulah semua orang yang berada di lobby memusatkan pandangan kepada Elena.


Melihat itu Elena tersenyum canggung. Mempercepat langkahnya dan tiba-tiba dia menambrak orang. Elena sedikit terhuyung kebelakang begitupun wanita yang dia tabrak tadi, semua minuman jatuh kelantai dan membuat genangan kopi.


Elena meminta maaf dan membantu orang itu berdiri. Dia meminta maaf lagi saat mereka sudah dalam keadaan berdiri bersama. "Kau baik-baik saja? saya minta maaf"


Pegawai wanita tadi awalnya tidak tahu siapa Elena. Ketika mereka bertabrakan dan dia jatuh, seorang dari tim keamanan menyebut wanita di depannya dengan Nyonya Lee untuk membantu. Dia baru sadar mengapa semua orang terlihat mematung dan menatap wanita itu.


"Tidak apa-apa Nyonya Lee, saya yang tidak hati-hati." Sopan dia menunduk.


"Oh tidak tidak, itu salahku! Kopimu terjatuh, biar saya yang ganti, tunggu sebentar ya!" Lalu Elena berlari keluar dan menyebrang jalan.


Beberapa menit kemudian, Elena datang dengan Kopi penuh ditangannya dan seorang karyawan cafe itu membantu membawa kue. Tangannya tidak cukup membawa semua pesanannya.

__ADS_1


Wanita itu masih berdiri di lobby, dia tidak tahu harus berkata apa dan hanya menunggu.


"Maaf ya, ini milikmu yang terjatuh tadi dan ini kue sebagai permintaan maafku karena membuatmu terjatuh."


Dia mengambilnya dengan sopan dan memohon pamit pada Elena. Elena mengangguk menatap punggung wanita itu hingga hilang ke dalam lift.


Petugas kebersihan sudah melakukan tugasnya. Elena kembali menunduk sopan dan meminta maaf denga apa yang dia lakukan. "Saya minta maaf, menambah pekerjaan anda."


Wanita berusia sekitar 50 tahun itu tersenyum dan ikut menunduk sopan. "Hal seperti ini memang sudah pekerjaan saya. Tapi, baju anda?" Ujar dia sembari menunjuk baju Elena yang basah terkena kopi.


Elena baru sadar jika bajunya kotor, dia lalu mengingat baju wanita tadi. "Bajunya bagaimana? astaga aku lupa!"


Dia pamit dan keluar menuju tempat perbelanjaan. Disekitar gedung kantor ada semua bangunan yang ditempati mereka baju terkenal. Dia masuk kedalam dan memilih baju untuk dirinya dan juga untuk pegawai wanita yang dia tabrak tadi.


Elena sudah berganti baju, dia agak berlari menunju kantor. Sampai di lobby kondisi tidak seramai tadi. Dia masuk dengan membalas senyuman dari beberapa orang. Di Resepsionis, dia bertanya wanita yang dia tabrak tadi bekerja di lantai berapa dan akhirnya dia tahu bahwa wanita itu adalah pegawai kontrak yang bekerja di bawah bagian keuangan.


Lantai 10, tertulis di dinding sampai lift. Elena bertanya kepada petugas keamanan dan ditunjukkan ruangan wanita itu. Dia melihat wanita itu sibuk mengetik di komputernya. Matanya menangkap baju yang basah sehabis di bersihkan. Dia merasa bersalah. Elena mengetuk mejanya dan semua orang terkejut, wanita itu juga.


"Nyonya Lee?"


"Aku lupa, tadi tidak memperhatikan bajumu yang basah karena tertumpah kopi. Ini, kau harus mengganti bajunya sebelum masuk angin. Maaf sekali lagi, selemat bekerja!"


Elena tersenyum dan keluar dari sana.


Wanita itu terkejut hingga terdiam cukup lama. Setelah teriakan menyusup ke gendang telinganya, dia sadar.


"Wow, ini merek terkenal?" Kata temannya.


"Aku juga mau dong di tumpahin kopi!" sambut teman dia yang berada di sebelahnya.


Wanita itu tidak menyangka, Elena begitu baik bahkan untuk pegawai kontrak seperti dirinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2