The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 89 : Memilih pergi


__ADS_3

Mansion Lee sibuk pagi ini. Mereka baru menyadari Nyonya rumah pergi entah kemana. Dini hari tadi, disaat Nola yang menunggu di depan pintu kamar pribadi Valerei baru menyadari ada keanehan. Semarah apapun Valerei, dia tidak akan mengabaikan pengawalnya itu.


Dia bergegas mencari alat untuk mencungkil pintu hingga terbuka, keadaan kamar gelap gulita kala Nola masuk, lalu menyusuri setiap ruangan di kamar tapi tidak menenukan istri bosnya itu. Kabur, adalah jawaban dari menghilangnya Valerie.


Nola lantas berlari ke ruang kerja bosnya. Dengan tidak sabar, wanita itu mengetuk pintu kerja Darren, menyampaikan bahwa sang istri tidak ada di kamarnya. Darren jelas panik meminta semua orang dalam mansion mencari istrinya di dalam dan luar mansion. Namun, malang hingga pagi tidak ada kabar dari Valerie.


Darren duduk frustasi, tidak bisa menghubungi Valerie karena ponsel istrinya telah dia sita bahkan sebelum kejadian. Menyesal? tentu saja. Tidak berhenti masalah yang terjadi membuatnya pusing.


"Tuan!" panggil Are.


"Ada apa?" suaranya berat.


"Tidak ada tanda penculikan, semuanya bersih. Kecuali tas Nyonya yang dia tinggalkan. Penyidik menyampaikan mungkin Nyonya menghilang dengan kemauannya tanpa paksaan."


Darren menulikan dirinya dengan pernyataan Are. "Cari! pastikan kalian menemukannya sebelum matahari terbenam!"


Dia bangkit berjalan naik ke lantai 2. Semua orang melihatnya dengan Iba.


Darren berada di kamar Valerie, dia duduk di kasurnya. Kamar itu bersih, tidak ada tanda-tanda penyerangan seperti perkataan Are. Bahkan, baju dan perlengkapan Valerie masih rapi ditempatnya. Dia mengeluarkan dompet dari saku celananya, membuka dompet itu lagi, memeriksa isinya yang masih utuh kecuali ATM pribadi Valerie yang menghilang. Semakin menguatkan presepsi hilangnya Valerie atas kemauan sendiri. Sementara ATM pemberiannya dan uang masih utuh. istrinya seakan memberitahu Darren bahwa dia bisa hidup tanpa uang darinya.


Terakhir kali, dia meminta bantuan teman-temannya, mereka dalam bahaya. Karena itu, dia tidak bisa memberitahukan keadaan yang sebenarnya. Apalagi, pernikahan ini belum di publikasikan. Darren mengelus seprei milik Valerie, mengingat istirnya tidur menunggunya pulang kerja. Lalu, mata jernihnya menjelajahi kamar, beberapa lukisan tergantung di sana dan ada satu lukisan yang tiba-tiba membuat dia teringat satu-satuny orang yang tahu hubungan dengan Valerie dan dekat dengan istrinya. Hyuk.


Sudah lama dia dan Hyuk tidak berkomunikasi. Yang dia tahu, temannya itu sedang dinas ke luar negeri, mengembangkan usahanya. Darren juga tidak tahu apakah, Hyuk masih berada di luar negeri atau telah pulang. Namun, mencoba adalah pilihan terbaik. Telepon Hyuk aktif untuk pertama kalinya, tetapi tidak ada jawaban untuk itu. Mencoba lagi dan gagal untuk kesekian kalinya. Saat panggilan terakhir, suara Hyuk menjadi pusat perhatian Darren.


"Hyuk?" panggil Darren.


"Darren!" balas orang di seberang.


"Kau di korea?"


"Ya, baru tiba. Kau tahu aku baru turun dari pesawat?"


"Tidak, hanya.."


"Ada apa? biasanya, kau tidak suka basa-basi!"


"Valerei menghilang!"


"Apa maksudmu? Aku janjian akan bertemu besok dengannya!"


"Kapan? kapan dia berjanji?"


"Sekitar 3 hari yang lalu."


Terdengar suara helaan nafas.


"Ya, dan dia menghilang setelah kami bertengkar! tepatnya, dia marah lalu pergi!"


"Jangan bercanda, kau tahu Valerie bukan wanita yang aka meninggalkanmu hanya karena bertengkar!?"


"Aku tahu, karena itu kepalaku akan pecah."

__ADS_1


"Apa yang kalian bahas?" Hyuk bertanya lagi.


"---Lim Sujong!"


"Sesuatu yang tidak pantas!"


"Bantu aku menemukan istriku. Polisi tidak bisa terlibat, apalagi teman-teman kita. Kau tahu, pernikahan kami belum di publikasikan."


"Aku akan memihak, kau juga tahu!" tegas suara Hyuk.


"Yah, aku tahu. Selama dia baik-baik saja. Hyuk---"


Hyuk mendengar.


"Istriku---sedang hamil! Valerei tidak tahu kalau dia sedang mengandung!"


Darren tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Suaranya serak.


Tentu di balik sana, Hyuk mendengar itu terkejut. Dia belum menerima informasi apapun dari Valerie.


"Apa kau bilang? Hamil?"


"Tunggu di sana! aku ke mansion mu!" teleponnya di tutup.


Setelah mendapat telepon dari Darren Hyuk melihat kamar Valerie. Saking terkejutnya, bibirnya kaku. Dia menggeleng, tahu hubungan keduanya tidak seperti pasangan pada umumnya. Pria itu berangkat setelah semuanya bisa tercerna dengan baik.


"Ke tempat Darren!" perintahnya pada supir.


.


Hyuk baru saja membuka pintu, ruang kerja Darren, ditemani Are dan Han. "Apa maksudnya degan Valerie tidak tahu bahwa dia mengandung?"


"Duduklah!" kata Darren.


Pelan Darren buka suara, setelah menyakinkan dirinya.


"Ibuku dan Dokter Han, melakukan praktek untuk membuat Valerie hamil anakku."


"Maksudmu, inseminasi buatan?"


"Yah! Mereka melakukannya saat Valerie diculik beberapa bulan lalu oleh saingan bisnisku yang berada di Jepang!"


"Kenapa bisa!?" Hyuk terenyuh. Dia tidak tahu, jika ada masalah seperti itu.


"Aku pikir tidak ada yang tahu?"


"Berberapa dari mereka tahu, hanya rekan keluarga Lee. Informasi itu bocor."


"Lalu apa yang akan kau lakukan? Bagaimana dengan Valerie?"


"Aku meminta Yu Ra merahasiakan ini, dia juga memberi obat pada Valerie yang di samarkan menjadi vitamin. Tapi, sepertinya Valerie mencari tahu apa yang terjadi. Dia pergi ke rumah sakit di luar Incheon untuk memeriksa kesehatannya. Waktu itu, kebetulan dokter kenalan keluarga Lee berada di sana dan menelepon."

__ADS_1


"Dia pergi tanpa Han?" Hyuk bertanya karena biasanya Darren akan meminta Han untuk ikut kemanapun Istrinya pergi.


"Terkadang Han tidak melapor apapun tentang Valerie, mereka bertiga sudah seperti adik dan kakak kau tahu!" gelengan kepela Darren menjadi tanda pemberontakan Han, terkadang.


"Bagaimanapun, dia pasti merasa ada yang berbeda dari badannya. Tidak mungkin, dia tidak curiga."


"Hm, ini sudah 4 bulan. Valerei, seharusnya mulai sadar! Sikapku juga menjadi salah satu alasan dia curiga!" Darren menenang masa lalu.


"Dimana Ibu dan Dokter Han?"


"Ibuku ada di korea, dia tidak menjawab pertanyaan ku dan meminta Valerie yang datang. Sedangkan dokter Han masih berada di luar negeri!"


"Ceritakan bagaimana ibumu bisa membawa Valerie saat itu!" pinta Hyuk.


"Saat itu,"


.


Kembali ke jepang 5 bulan lalu


Valerie keluar membawa kantong sampah untuk di buang ke depan setelah sesi mencuci piringnya selesai. Senandung kecil lolos dari mulutnya, sore itu suasana sepi setelah hujan lebat mengguyur. Elena dan Leon berada di pedesaan karena pekerjaan Valerie mengharuskan dia lembur, agar keduanya aman, dia membawa mereka bermain di desa kecil dipinggir kota selama 2 bulan. Sesaat, Valerie berbalik setelah memisahkan sampah, pada waktu itu dua pria menghalanginya dan mengangkatnya pergi setelah di lumpuhkan. Dia pingsan dan di bawa pergi.


Valerie terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah gudang tertinggal. Tempat itu berbau tidak sedap mengakibatkan Valerie merasa mual. Beberapa menit menunggu akhirnya, pintu di depan terbuka. Perlahan dengan perlahan, siluet hitam yang tidak di kenali menampakkan wajahnya. Orang itu tersenyum memegang pisau kecil di sebelah tangan kirinya. Dengan kasar menarik wajah Valerie hingga ujung besi mengenai pipi mulusnya yang mengeluarkan darah. Walau hanya goresan kecil tetapi Valerie dapat merasakan perihnya.


Tawa yang keluar saat menyiksa Valerie adalah kepuasan terpendam. Dia tidak berhenti hingga waktu berlalu 3 hari. Valerei tergeletak tidak berdaya di lantai dingin, es batu juga sudah cair tak tersisa. Dia tidak lagi menangis dan hanya memendang lurus, entah sampai kapan ini berakhir. Tidak pernah dari bibirnya keluar rasa marah mengapa dia harus menerima takdir ini, wanita itu hanya berdoa dalam hatinya agar dia bisa lepas dari rasa sakit.


Malam tiba, tidak ada satupun orang yang berada di sekelilingnya. Nafasnya tidak beraturan, kepalanya berat, dia tersenyum. Akhirnya ini berakhir juga dan dia tidak sadarkan diri.


.


Ditempat lain, seorang wanita paruh baya duduk dengan rokok dibibirnya. Dia bersama seorang dokter yang juga sudah berumur.


"Kau sudah membawanya?"


"Yah! kita perlu memanggil hipnoterapis, dia tidak akan bertahan tanpa itu."


"Lakukan seperti yang kita rencanakan! Darren harus merasakan sakitnya kehilangan karena tidak mampu menjaganya dengan baik!"


"Itu akan melukai hubungan kalian, jangan sampai lewat batas!"


"Aku tahu!"


.


Valerei tersadar setelah 57 hari. Dia tidak mengingat apapun tentang kejadian penculikan itu karena hipnotis yang mengunci ingatannya sejak dia di bius hingga dia di bawa pergi. Luka pada tubuhnya sudah di pulihkan melalui operasi leser canggih yang menghilangkan belas luka lebih cepat. Valerei hanya mengingat bahwa dia tertidur setelah buang sampah pada hari itu. 3 hari setelah Valerie sadar Elena dan Leon kembali dari desa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2