The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 43 : Bertemu, pertama kali


__ADS_3

Seorang pria dengan pakaian hitam duduk di ayunan, rokok di tangannya masih menyala. Dia selalu berada di tempat ini jika sedang banyak pikiran atau sedang mengerjakan misi berbahaya.


Belum beberapa lama sejak rokok itu di bakar, seorang pria tinggi besar memakai baju yang hanpir sama dengannya datang dan membungkuk 90° "Kak, mereka mendapatkan informasi." Kata tangan kanannya.


"Good, Ayo berangkat!" Dia cukup senang mendengar berita. Ho Young membuat rokok itu dan menginjaknya di tanah.


"Beritahu Are kita ke mansion Hoon." ucap dia sambil berjalan masuk ke mobil.


...🖤...


Darren berada di kamar. Memijat kaki Istrinya, setalah Valerei muntah tadi. Istrinya mengatakan bahwa badannya pegal-pegal dan tidak enak. Begitupun kepalanya yang sempat berdenyut.


"Sudah merasa baik?" Tanya dia menatap Valerie.


Wanita itu mengangguk dan kembali bersandar di kepala ranjang.


Tok tok tok.


Seseorang mengetuk pintu kamar, Darren berdiri membuka. Di sana, Ale disampingi Han dan Nola berdiri. "Ada apa?"


"Tuan Ho Young ingin bertemu." Ucapnya memberi Darren kertas yang berisikan alamat tempat pertemuan.


"Dia ingin bertemu di Mansion?"


Are mengangguk. Hal itu yang paling di khawatirkan Darren. Jika dia pergi lalu istrinya bagaimana? apalagi keadaannya sekarang.


"Ada apa?" Valerei datang mengintip di balik ketek Darren. Nola yang melihat keimutan barusan ingin mencubit pipi majikannya.


"Hai" Sapa nya masih di posisi yang sama.


"Hallo nyonya." Jawab mereka.


"Sampaikan pada Ho Young kita bertemu sejam lagi." Darren akan menutup pintu.


"Kenapa bukan sekarang?" kepalanya melihat ke atas.


"Nanti." tegasnya. Are dan kedua pengawal Valerei pergi.


Pintu kamar mereka sudah tertutup. Darren berjalan memegang tangan Istrinya, dia membawanya duduk di kursi yang dia tempati tadi. "Aku harus menemui Ho Young, selama aku diluar, jangan keluar kamar. Mengerti?" Memegang tangan istrinya.


"Baiklah, tapi Darren..." kepalanya penuh pertanyaan.


Tangan besarnya memegang wajah Valerei. "Ada apa?"


"Aku tidak bisa ikutkan?" dia tahu betul jawaban Suaminya. Darren mengangguk tegas.


"Kau tidak bisa ikut!"


Pasrah dan mengerti untuk sementara waktu. "Baiklah."


...🖤...

__ADS_1


Valerei mencoba tidur, perut kram ini membuatnya merasa tidak nyaman. Gelisah, dia menghadap kiri dan kanan, akhirnya bangun. Dia berjalan mengambil ponselnya yang berada di atas meja rias, menelepon suaminya tapi tidak tersambung, ponsel Darren mati.


Pintu terbuka saat itu, dia mencoba melihat dari pintu kamarnya tapi gelap. "Nyonya" panggil suara wanita yang dia kenali. "Nola?"


Dari ruangan gelap di depannya, muncul lah Nola, menarik tangan Valerei. "Nyonya, saya punya informasi."


"Informasi?" Valerei bertanya.


"Anda tahu wanita yang bernama Estela?"


"Estela? sepertinya tidak, kalau Esteler aku tahu." Valerei tertawa kecil. Dia lupa, Nola bukan orang Indonesia.


"Esteler?" Kata dia terheran atas sikap majikannya ini.


Dia menahan mulutnya untuk tertawa. "Oh bukan apa-apa, ada apa dengan Estela itu?"


"Apa dia dan Tuan Darren punya hubungan?" pertanyaan Nola.


"Hah? mana aku tahu. Nola, kamu datang mau kasih informasi atau mau kasih pertanyaan? pilih salah satu ya, aku pusing mikir." Valerei sudah merasa gelisah sejak tadi, sekarang dia harus dibebankan dengan pertanyaan ini.


"Tadi saya mendengar tuan Tuan Ho Young bicara, Aku menemukan hal menarik saat mencari tahu tentang orang yang mendekati keluarga Wang, Estela wanita itu ada di sini. saya tidak mungkin salah dengar nyonya."


Estela? wanita itu ada di sini, batin Valerei mengulang.


Istri bosnya ini sedang berpikir, dia bisa melihat gerakan Valerei.


"Nola." panggilnya. "Suamiku baru saja pergi bukan? lalu kenapa kau bisa ke sini secepat ini untuk memberikan informasi?"


"Di sini?" Kaget, matanya membulat.


"Tadinya akan bertemu di mansion tuan Darren, tapi sepertinya tuan Darren takut meninggalkan anda." Informasi ini dia dengar dari Are.


"Mereka di mana?" Mata memandang lurus.


"Dibelakang, rumah kecil yang di jadikan gudang." Ucap Nola. Valerei berjalan membuka pintu kaca menuju balkon, dia melihat rumah kecil dengan lampu terang di belakang mansion. Valerei mengetuk-ngetuk dengan jari telunjuk pagar membatas itu hingga menimbulkan bunyi. "Ayo, aku tiba-tiba lapar!"


.


Langkah dia ragu, beberapa kali berhenti. Dia juga punya pikiran, mungkin saja kehadirannya kali ini akan membawa dampak buruk, tapi sisi lainnya memintanya untuk berani.


"Apa kita kembali saja Nyonya?" Tanya Nola yang melihat gerakan gelisah Valerei.


"Orang-orang itu membuatku tidak bisa tidur, masalah Ha Joon dan masalahku mungkin berkaitan. Satu-satunya cara adalah masuk ke kandang Harimau. Ayo!" Dia berjalan hingga ke depan pintu, tangannya memegang handle pintu dan memutar tapi seseorang dari dalam mendorong pintu itu. Valerei kaget bergerak mundur hingga kakinya tersandung batu, Valerei terhuyung ke belakang, untung saja Nola dengan sigap menahan badannya.


Hampir saja, Jantung Nola berdetak kencang. "Siapa anda?" tanya Pria tadi.


"Saya ingin bertemu Darren, tolong sampaikan!" kata Valerei.


Ribut-ribut di depan pintu mengundang perhatian pengawal lainnya. Salah seorang dari mereka masuk ke dalam memberitahu kepada tuan rumah.


"Tuan, ada seseorang yang mencari tuan Darren." Pria yang merupakan tangan kanan Ho Young menyahut, menghentikan pembicaraan antara kedua orang di depannya.

__ADS_1


Darren berbalik secepat kilat, dia berjalan ke arah pintu, di sana dia menemukan Valerei dengan selimut bludru nya. "Hai." Kata Valerei santai, dia buru-buru masuk sebelum Darren berbicara.


Tidak banyak orang di dalam rumah ini, di depannya ada satu Pria yang dia tebak adalah Ho Young.


Pria itu berdiri dengan ekspresi senang. "Oh, Nyonya Lee? keberuntungan bisa bertemu dengan anda." Dia memberi hormat seperti melihat ratu dari kerajaan, dia menunduk dengan tangan yang dia letakkan di dada.


"Anda? Tuan Ho Young? Wow, Saya seperti melihat aktor dalam drama." Kata Valerei memuji, mulutnya penuh madu.


Tertawa keras, Ho Young sampai melupakan anak buahnya yang berada di sana. "Tidak heran, Hoon tidak ingin meninggalkan mansion ini. Lalu dia meminta saya merubah tempat pertemuan, hal yang jarang dia lakukan. Dia takut anda kabur."


Valerei ikut tertawa, Dia takut Darren marah karena telah memuji seorang pria, berbalik dan benar saja. Kilat marah terpancar di mata suaminya. "Darren.." terputus oleh ucapan Nola. "Tuan, Nyonya tadi merasa tidak enak badan." Nola berbicara untuk membantu Valerei.


Ho Young melihat pengawal yang berbicara. Tidak ada yang berani melawan Darren, pengawal ini berani juga. Bahkan dulu, orang yang dia cintai saja bisa tidak bergerak karena tatapannya. Kata dia dalam hati


Dia melihat Nola. "Tugasmu memastikan Istriku tidak terluka (berbalik ke arah Valerei) dan kau--" kalimat Darren terhenti, saat matanya menatap Istrinya yang juga menatap dirinya. "Apa yang kukatakan tadi?"


"Menyuruhku berada di kamar tapi aku lapar karena itu aku keluar." Valerei tidak terintimidasi dia menjawab pertanyaan Darren dengan tenang. Darren tidak tega. Dia menghela nafas pendek dan mengangguk. "Baiklah, duduk di sofa!" perintah Darren pada wanita itu


Ho Young tercekat, bibirnya kering. Wah apa itu tadi? Darren bahkan langsung tenang, batinnya. Melihat sikap keduanya, dia tidak tahu bahwa wanita ini begitu istimewa sampai Darren yang sulit dihadapi bisa lembut padanya. "Ini pertama kalinya, aku melihat wanita yang tidak terintimidasi olehmu." katanya pada Darren.


"Apa Darren, selalu terlihat kejam?" tanya dia melihat Ho Young. "Ya, bahkan tidak seperti ini kepad...." Valerei memotong kalimat Ho Young. "Mantannya?"


"Ini juga pertama kali aku melihat wanita yang tidak terganggu saat membahas mantan." dia tersenyum sedikit.


"Itu masa lalu, apa yang menarik darinya."


"Betul, itu masa lalu. Jadi boleh aku bertanya?" Ide punya ide, melihat sampai dimana wanita ini tidak tertarik dengan masa lalu Darren.


"Silahkan" Ucapnya. Sementara Darren menunggu apa yang akan di katakan Ho Young.


"Darren punya mantan tunangan apa kau tahu?"


Orang ini ingin mengujiku, kata Valerei dalam hati. "Tidak."


"Darren tidak bercerita? bukankah itu seperti dia tidak percaya padamu?" Ho Young mencoba menyudutkan sampai akhir.


"Di mana letak dia tidak percaya padaku?" tangannya santai tergeletak dilengan kursi.


"Di bagian dia menyembunyikan kisahnya?" bahunya naik sedikit.


"Setiap orang punya hak menyimpan atau menyembunyikan kisah yang tidak ingin dia ceritakan, sementara aku? punya kewajiban untuk tidak mencari tahu. Masa lalu adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, baik aku dan Darren tidak bisa kembali ke masa itu." Ho Young tersenyum. "Bagaimana jika dia kembali?" katanya melihat Valerei dengan serius.


Posisinya masih sama. "Jadi wanita itu ada di sini ya?" perkataan Valerei membuat Ho Young terdiam lalu melihat Darren yang tersenyum.


"Sudah, mau makan apa?" Darren berbicara. Ho Young sudah mengerti orang seperti apa wanita ini, dia tidak perlu khawatir lagi pada pasangan Darren.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2