The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 68 : Guriga


__ADS_3

"Kalian sering bertengkar?"


Ho Young mengambil minuman di kulkas, ketika dia bertanya Valerei sedang mengikuti gerak-geriknya.


"Kenapa?"


Dia menuangkan minuman ke dua gelas yang baru saja diambil, salah satu gelas itu dia berikan kepada Valerei. "Darren terlihat takut padamu! biasanya dia yang mendominasi tapi kali ini berbeda." sekenanya.


Valerei mendesah menyandarkan punggungnya di kursi. ia menyerap minuman yang diberikan Ho Young padanya.


"Tenang, Darren tidak pernah cerita apapun soal hubungan kalian yang tidak perlu. Aku hanya, tidak pernah melihatnya seperti itu.” tambahnya menatap Valerei dari samping.


Gelas itu masih ditangannya, memutar-mutar air di dalam. Valerei kembali diam tidak bicara, matanya sibuk melihat air yang berputar di gelas. Karena Valerei tidak bersuara, Ho Young melihat apa yang dilakukan wanita di sebelahnya.


"Apa yang begitu menarik dari gelas dan air itu?" tanya dia.


"Tidak ada! Aku hanya tidak tahu harus berkata apa." sahut Valerei sekenanya.


"Sama seperti Frederick padamu, bagiku Darren adalah keluarga. Tidak perduli dia memberitahu segalanya atau tidak, aku pasti akan mencari tahu apapun yang berkaitan dengannya." tenggorokannya kering, gelas di depannya diangkat dan meneguk air hingga tandas.


Valerei melihat ke depan, menatap meja dengan barang-barang yang tergeletak asal di atasnya. Seketika teringat sesuatu, lalu ia tersadar dan berdiri dari kursi, saking cepat gerakan itu, kursi yang dia duduki terjatuh ke belakang.


Ho Young mengerutkan alisnya, menyaksikan setiap gerakan wanita itu. "Ada apa?"


"Aku lupa sesuatu, nanti kita lanjut bicaranya, aku harus menemui Darren!" dia melangkah meminta Nola mengikutinya.


"Hah? kau tahu dia dimana!?" teriaknya.


Kedua wanita itu berhenti. "Tidak!"


Ho Young menunjuk arah yang berlawanan dengan perginya Valerei. "Ke sana!"


"Oh..." Valerei manggut-manggut. "Terima kasih!" Dia kembali melewati Ho Young yang tertawa kecil.


...🖤...


Darren membolak-balik majalah bisnis sampai ke bagian paling akhir, dia tidak fokus atau membaca dengan cepat, kita tidak tahu. Lalu, dia kembali lagi melihat bagian depan dan terus di baliknya hingga foto seorang pengusaha muda mengalihkan perhatiannya.


Pengusaha muda yang memulai bisnis dari 0 menjadi viral belakang ini. begitulah kata dalam artikel yang dia baca. Ada banyak foto yang tercetak di sana sampai dia lupa bahwa pria itu adalah pengusaha dan bukan model.

__ADS_1


Namun, semakin diperhatikan semakin dia tidak asing dengan wajahnya. Darren berusaha mengingat tapi tidak bisa mendapatkan bayangan. Saat itulah ujung matanya menangkap siluet yang memperhatikan dia dari jauh. Dia angkat kepalnya dan melihat ke arah siluet itu.


Seketika, ekspresi wajahnya berubah, dia bisa merasakan ujung bibirnya berkedut tertarik ke atas. Senyum Darren mempesona, Valerei ikut tersenyum dan berjalan ke arah prianya. Saat sampai, dia tidak duduk disebelah Darren tapi berjongkok di depan, tangannya disandarkan ke paha pria yang menjadi suaminya itu.


"Setiap kali kita bertengkar, pasti semuanya dimulai dariku ya? Maaf!" matanya menatap mata Darren langsung.


"Kau selalu tenang, sedangkan aku selal---" tanpa menyelesaikan kalimatnya, dia sudah berpindah dari jongkok ke pangkuan Darren. Dia diangkat.


"Kita bisa pulang besok atau lusa, Ho Young sudah mendapatkan bukti rekaman orang itu."


Dirogohnya saku kemeja dan dikeluarkan beberapa foto dan FD pada Valerei.


"Ini salinan bukti!"


"Aslinya?"


"Disimpan!"


"Kenapa?" skeptis Valerei melihat Darren.


"Kartu penting! Kita bisa menyimpannya sampai akhir." Darren mengeratkan pelukan pada pinggang istrinya.


Darren mengangguk, membenarkan perkataannya.


Terlalu nyaman di pangkuan Suaminya, Valerei sampai lupa alasan dia menemui pria ini. Tangannya memainkan kancing kemeja Darren. Pria itu juga hanya memperhatikan apa yang dikerjakan istrinya, melihat bagaimana tangan mungil itu menari-nari di atas kemejanya.


Sedang asik menikmati suasana romantis bersama istrinya, ponsel Darren berbunyi. Valerei mengangkat kepalanya, melihat siapa penelepon yang menggangu. Sepersekian detik matanya menyipit. Yu ra?


Darren tahu itu telepon yang tidak bisa didengarkan istrinya. Jadi, dia mengangkat Valerei dan mendudukkannya di kursi sedangkan dia bergerak menjauh untuk berbicara dengan Yu ra.


Tentu saja hal itu mengundang kecurigaan lainnya dari Valerei. Dia memeriksa tanggal hari ini tapi tidak ada yang spesial sampai Yu ra menelepon. Kalau itu urusan tes kesehatan seharusnya tanggalnya belum lewat.


Dia tidak mengikuti Darren, berusaha untuk percaya walau ada sebercak kecurigaan. Valerei masih menunggu hingga Darren kembali, melipat kaki untuk menopang dagunya. Dia bersenandung agar kekhawatir tentang suaminya dan dokter pribadi itu menghilang, tidak berdasar tapi patut di coba. Mungkin saja berhasil, tapi setelah di coba tidak juga.


"Baiklah." Suara Darren kembali terdengar. Langkah kakinya sudah dekat, Valerei diam menurunkan kakinya dan pura-pura melihat kearah lain. Ketahuan cemburu lagi? tidak akan.


Darren sudah berada di depannya, perlahan dia berbalik dan tersenyum. Mata elang pria itu menyelidik mencari sesuatu dari sikap istrinya tapi nihil, dia tidak menemukan apa-apa.


"Mau istirahat atau?" tanya Darren.

__ADS_1


"Kenapa? kamu ada urusan?" Valerei melihat lekat-lekat mata pria di depannya.


"Tidak, ayo ke dalam." ajaknya yang dijawab dengan anggukan mantap Valerei.


Rasa curiga pada Yu Ra. Bisakah dia melakukannya?


...🖤...


Hari kejadian


Ho Young mengirim beberapa orang untuk melakukan pengintaian, beberapa jam setalah itu dia mendapat kabar baik, bahwa orang-orang kelompok HARI melakukan rapat darurat. Setelah ketua mereka meregang nyawa tidak ada yang memberi perintah. Seperti kecurigaannya, Ho Young menyakini akan ada pemilihan secara mendadak dan yang akan menggantikan posisi orang nomor satu di organisasi adalah anak perempuannya yang bernama, Ri.


Dia tidak mengetahui dengan pasti siapa nama perempuan itu tetapi orang-orang menyebutnya Ri. Juga tidak tahu seperti apa karakter pimpinan baru kelompok HARI tapi yang perlu di ketahui, dia harus berhati-hati. Semakin tenang air semakin berbahaya didalamnya. Ho Young mengirim sinyal agar beberapa anak buahnya mengawasi lebih lama lagi. Tidak menunggu berapa lama, keluarlah orang-orang dalam gedung terbengkalai itu, mereka berpakaian lengkap dengan senjata di setiap sudut badannya.


"Sepertinya mereka merencanakan pembalasan dendam Tuan!" kata pengintai diarea depan, mereka mengirim foto-foto termaksud foto pemimpin baru kelompok HARI.


Ho Young kaget melihat wajah perempuan itu. Semua yang bersama Ho Young heran melihat keterkejutan terpancar di wajah bosnya.


"Ada apa?" tanya Yun mengambil lembar foto dari tangan Ho Young.


Dia melihat tapi tidak ada yang salah. "Ada apa? kau mengenal wanita ini!?"


"Tidak!" hanya itu jawaban yang bisa di berikan kepada Yun.


Ho Young kembali berkomunikasi dengan pengintai. "Bagaimana situasinya?"


"Kamera sudah dipasang, Tim elang sudah melakukan penyamaran! sebentar lagi akan ada hasil memuaskan!"


"Tunggu!"


"Ada apa Tuan?"


"Ikuti wanita itu, biarkan yang lain!"


Ho Young harus mengetahui jelas siapa wanita itu. Entah mengapa dia begitu tertarik mencari tahu. Apakah karena wajahnya?


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2