The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 132 : Apa Ini Perpisahan?


__ADS_3

Darren meminta seseorang mencari informasi pengirim. "Cari siapa orang yang mengirimkanku kedua lokasi!" Kata dia saat mobilnya sudah berada di jalan. Dia terus memantau pergerakan Mobil yang dia tebak adalah mobil Bin. Beberapa kilo meter dari mobil Bin terdapat bundaran. Di perhatikan laju mobil semakin kencang ketika melewati bundaran, tapi setelah itu GPS lokasi mobil berhenti disana.


Darren mengutak-atik ponselnya, menekan posisi panah merah di layar tetapi lokasinya tetap sama. Dia bahkan memeriksa Jaringan ponselnya dan memastikan semuanya baik-baik saja. Heran melanda jiwanya, dia minta Han mempercepat jalan mobil. "Lokasinya tetap sama, apa yang terjadi? Daerah itu adalah lahan kosong."


Firasat buruk menghantui dia. Are menelepon. "Tuan, saya menemukan lokasi itu, tetapi tidak ada apa-apa disana. Hanya gedung tidak terpakai bekas pembuatan kue bunga. Anda ada dimana?"


Darren risau, dia bisa dipermainkan dengan mudah. "Kosong? Are, aku rasa seseorang ingin menutupi Sujong lagi."


Entah ada angin apa hingga Darren mengingat anak dari Suami Sujong dulu. Dav, apakah dia orangnya? Kata Darren dalam hati.


.


Di seberang telepon, Are terkesip. Dia melihat ada yang aneh di belah pohon besar yang mengalir sungai kecil dari atas gunung. Dia mendekati objek itu dan menemukan kain yang hampir hanyut jika tidak terjerat batang pohon kecil. Are menarik kain itu dan menemukan sehelai syal berwarna biru. Memorinya kembali berputar, dia ingat pemilik syal itu.


Syal pemberian Darren saat Valerie berada di Jepang. Syal itu adalah pilihannya, setelah menyelidiki istri bosnya cukup lama, dia mengetahui bahwa Valerie menyukai warna biru. Secara tidak sengaja dia melihat di etalase ada yang bersinar meminta di bawa pulang.


Are melihat ada noda berwarna merah di beberapa bagian, cukup banyak. Hidungnya menghirup bau itu dan menemukan bahwa itu adalah darah. Dia memanggil Darren.


"Tuan, apa anda menuju lokasi Nyonya?" Tanya Are masih melihat Syal itu sementara tangan satunya memegang syal.


"Yah!"


"Percepat tuan, saya menemukan syal Nyonya dengan darah. Jika ini benar, Nyonya tidak sedang baik-baik saja. Saya akan menemui anda setelah tugas saya selesai di sini." Setelah Darren menutup ponselnya, dia berbalik dan memerintah anak buahnya mencari petunjuk sekecil apapun.


Are berlari masuk kembali, mereka memerikaa tempat yang di duga sebagai markas Sujong dengan peralatan canggih. Cairan disemprotkan di seluruh lantai dan dinding lalu dia mematikan lampu san terakhir mereka menyalakan alat yang bisa memeriksa apakah tempat itu terdapat bekas darah. Seketika lampu di matikan dan alat yang bersinar itu menunjukkan eksistensinya, mereka tidak menemukan apapun.

__ADS_1


Tapi saat Are merasa gagal menghimpitnya, rekan dia dari Tim forensik berteriak memanggil namanya. Disana dia menemukan beberapa bagian yang terkena percikan darah melalui alat itu. "Kita akan memeriksanya!"


.


Darren meminta Han mempercepat lagi dan lagi, mendengar Are dia kembali di hantui rasa takut bahwa istri dan anaknya benar dalam bahaya.


"Tuan kita sudah dekat." Sahut Han. Nola harap harap cemas pada memon itu. Dia meremas tangan kencang hingga tanda kuku dia berbekas di telapak tangannya.


Bundaran sudah terlihat, dari jarak itu di dapat melihat kerumunan mobil polis dan ambulan. Mobil Darren berhenti, dia turun melihat lokasi di ponselnya. Kakinya berlari ke arah depan dengan kerumunan orang.


Disana, kecelakaan terjadi. Nola lemas dia duduk di aspal, sementara Han melihat sekilas Nola dan berlari mengikuti Darren yang sudah berusaha masuk ke are khusus petugas. Sebelum menggapai mobil yang dia kenali mereka di hadang oleh petugas. "Istri saya!" Teriak Darren.


Petugas itu melihatnya bingung. Dia ikut melakukan penyelamatan dan tidak menemukan ada korban perempuan. "Kami sedang bertugas, mohon untuk tidak mendekati area ini! Detektif Song, tolong awasi orang-orang yang ingin masuk!" Perintahnya.


Namun, Darren berusaha masuk dan terus berteriak bahwa istrinya berada di salah satu mobil itu. Petugas yang bermarga Song itu ikut bingung, lalu dia berbicara. "Maaf, istri anda? Tapi tida ada korban perempuan yang kami selamatkan."


"Apa yang terjadi?" Kata detektif yang menghalangi Darren.


"Pria yang baru saja dibawa ambulans mengatakan jika ada perempuan di kursi penumpang mobilnya, dia meminta kita segera menolong, mob--"


Sebelum selesai Darren sudah berlari. 2 meter sebelum menyentuh bodi mobil dia terlempar ke belakang. Mobil itu meledak dan terbakar. Semua orang terkejut dan syok. Nola luruh melihat mobil itu dilahap si jago merah. Han segera berlari ke arah Darren yang tidak sadarkan diri di aspal terluka oleh ledakan.


Petugas medis segera melakukan pertolongan padanya dan dia dibawa ke rumah sakit. Malam itu, tidak bersalju tidak juga panas. Tapi dia dapat merasakan kedua musim itu secara bersamaan. Darren menangis Dalam tidurnya.


.

__ADS_1


Darren berlari mengejar Valerie yang berada di depannya. Dia menarik tangan itu ke arahnya tetapi yang dia dapatkan hanya gumpalan asap putih. Tidak ada Valerie. Jalanan ramai berubah menjadi kosong. Darren hanya seorang diri disana.


Dia berdiri di tengah jalan besar dengan lampu terang pada kedus sisi. Cahayanya terang menyilaukan mata. Darren melihat sekeliling dan tiba-tiba gelap. Di depannya, suara wanita terdengar merdu dan lembut. Dia bernyanyi.


Nyanyian itu terdengar tidak asing di telinganya, dia mengingat kembali sang ibu yang bersenandung ketika dia akan tidur. Matanya terpejam menikmati alunan merdu itu. Namun, suara merdu tadi berubah menjadi suara berat khas yang juga dia kenali. Dia buka matanya.


Kemudian satu lampu menyala di ujung, dia melihat anak kecil berumur 5 tahun dengan pria paru baya berbicara.


"Setelah dewasa, kau akan tahu bahwa keputusan meninggalkan ibumu adalah keputusan yang benar."


"Apa maksud mu!"


"Dia tidak lagi menjadi wanita manis yang tersenyum padaku. Aku lelah dan dia terus berteriak marah. Mencoba mengerti keadaan rumah dan anak yang harus dia urusurus, ayah mencoba bertahan. Tapi Darren, aku ragu. Jalan ibu dan jalanku perlahan menuju ke arah yang berbeda."


"Kau hanya mencari alasan!"


Ayahnya menggeleng. "Kau akan mengerti setelah dewasa dan berumah tangga. Bagaimana seorang wanita yang cantik tiba-tiba menjadi tidak cantik lagi. Dia dahulu manis setelah ini tidak lagi. Dahulu dia sering tersenyum lalu kini dia hanya mengomel. Aku lelah mencari uang di luar berharap setelah pulang istriku sudah beres dengan pekerjaannya dan anak-anak. Tapi aku salah, dia hanya mengenakan baju kaos dengan tumpahan susu dan makanan di bajunya."


Anak kecil itu marah, dia memandang tajam dan sinis pria itu. "Tidak, kau hanya mencari alasan untuk membenarkan perselingkuhanmu! Kau pikir, anak-anak mu tidak tahu? Saat ibuku syok dan dilarikan kerumah sakit kau datang bersama wanita itu, untuk apa? Kau memang ingin ibuku terkena seragan jantung!" Dia memukul pria itu dengan kekuatan kecil yang dia miliki.


Air mata Darren turun, dia merasa dadanya sakit dan akan meleda melihat dan mendengar percakapan keduanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2