The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 120 : Dav membuat pilihan 2


__ADS_3

Dav memandang pintu ruangan kerjanya sebelum naik ke tangga. Dengan perasaan yang aneh, perkataan inha padanya seperti menghancurkan sisi hatinya yang lain. Kembali mengingat masa lalu, tanpa sadar dia mengeratkan kepalan tangannya.


Disisi lain, Inha bergerak keluar dengan sisa tenaganya. Saat pintu terbuka, kakak iparnya sudah berada di tengah tangga untuk naik kelantai atas. Inha berteriak. "Sejak awal, hanya dengan memerintah anak buahmu kau akan tahu rencana kakakku, tapi kau mengabaikan semuanya karena cintakah? atau karena harga dirimu?"


Kalimat yang keluar terus menyerangnya. Inha yang dia kenal tidak akan mengatakan hal yang menyakitkan seperti ini. Lantas apa yang membuat dia berani berbicara. Dav berpikir jauh.


"Ini pertama kalinya kau bicara denganku seperti ini, apa yang membuatmu jadi berani?" Kembali Dav melangkah turun dan berhenti di tangga terakhir.


Tentu saja. Inha tersenyum masam, sangat masam mendengar perkataan kakak iparnya. Mana sempat dia berbicara seperti itu kalau bicara saja jarang.


"Kedepannya mungkin aku tidak akan punya kesempatan untuk bicara padamu, jadi lebih baik diutarakan saja. Kalau aku bisa jujur, kakak terlalu bodoh!"


"Aku bodoh?"


Dav melihatnya.


"Lihat dirimu," menunjuk dengan percaya diri. "Sekarang istrimu sedang mengejar laki-laki lain, tetapi kau masih duduk dikursimu seolah-olah menunggu keputusan lalu kau bisa lari tanpa harus bertanggungjawab."


Sempat terlintas di kepala Inha, apa dia terlalu kasar dan terlalu percaya diri. Padahal hidupnya sekarang bergantung pada kata yang keluar dari mulutnya.


"Istri? kau menyebut orang yang telah menghianatiku dengan sebutan istri?"


Dia benar-benar bodoh rupanya. Inha merinding.


"Lalu apa? memangnya statusnya bisa terhapus hanya karena dia menghianatimu? selama kalian masih dalam pernikahan, dia tetap istrimu,"


"Kau tidak mungkin tidak tahu, hidupmu bergantung pada apa yang kau ucapkan sekarang." Ucap Dav.


"Aku tahu, karena itu lebih baik bicara. Toh, kau juga sudah menjatuhkan hukuman."


"Kalau begitu bicaralah, sebelum kembali ke mansion. "

__ADS_1


Inha melihat sekeliling ruangan. Dia menghilangkan kegugupannya. Baiklah. Karena diminta.


"Dulu, kau menikahi kakakku benarkah karena cinta? atau karena masalah tuan muda yang mengakibatkan ayahmu meninggalkan kak Sujong?"


Ekspresi Dav berubah, dia kaget dan marah. "Karena cinta!"


"Apa sekarang tidak cinta lagi?"


"Masih!"


"Lalu untuk apa kau disini?"


"Bertemu denganmu!"


"Bertemu denganku lebih penting dari istrimu?"


Inha memandang tidak percaya. Belum Dav menjawab, Inha sudah lebih dulu memulai.


"Ah, aku tahu. Untuk membawa pulang istrimu, aku adalah umpan bukan? Tapi sayang sekali, walau kau mengulitiku dia tidak akan pulang. Sejak dia sampai hingga kini, kakakku tidak menghubungiku. Kakak tahu artinya? dia lebih fokus pada tujuannya dari pada mengkhawatirkan adiknya yang cacat, "


Justru, dia meminta pengawalnya untuk tidak mengganggu Lim Sujong, hanya untuk melihat bagaimana dia berhasil atau gagalkah rencananya. Sungguh aneh.


"Saat ayahmu meninggalkan kakakku kare--"


Inha mencoba menggali kenangan. Tapi sebelum dia menyelesaikan kalimat panjangnya, Dav menghampirinya dan menghempaskan vas yang sebelumnya dia ambil.


Vas kaca hadiah yang diberikan Inha terhempas hancur ke lantai. Dav mencengkram lengan bajunya erat. "Kalau kau sangat mengkhawatirkan kakakmu seharusnya kau menolak untuk membantunya. Kau dan aku, apa kita berbeda?"


"Saat ayahmu membawa Kak Sujong, apa kau sudah mencintainya?"


"Apa sebenarnya yang kau coba katakan? Pertanyaanmu semakin aneh!" Dav mencari jawaban dari ekspresi Inha.

__ADS_1


"Kau tahu apa yang terjadi saat itu?"


"Tidak ada yang terjadi. Saat itu Kakakmu dan teman-temannya bertemu. Dua pria bertengkar. Aku tahu keduanya, Frederick dan Darren. Karena tidak ingin mereka mendapatkan kakakmu aku, atas perintah ayahku membawa Sujong ke tempatku dan mereka menikah. Dia memilih pergi dan tidak memilih diantara kedua pria yang menyukainya."


Tidak percaya. Inha tidak percaya, dia yang lebih tahu keadaan saat itu dan apa yang baru saja di katakan Dav adalah kebohongan. Frederick memang menyukai Sujong tapi Darren tidak. Mereka bertengkar karena masalah internal lingkaran pertemanan mereka. Saat itu Sujong berbohong kepada Frederick dan kebetulan Darren mengetahui itu.


Dia berusaha menyelamatkan sahabatnya tetapi sahabatnya tidak menyadari dan malah berpikir jika Darren menyukai wanita yang dia sukai. Meski di salah pahami, Darren tidak mengatakan apapun. Inha tahu, karena dia dan Darren sudah mengenal sejak lama. Dia adalah orang yang memberitahu semua gerakan Sujong pada Darren. Karena itu, Sujong tidak bisa bergerak lebih jauh. Kemarin adalah niat Inha agar kakaknya menyadari kesalahan.


"Kakakku mengatakan itu padamu? Bahwa dua pria itu menyukainya?"


"Ya, dan itu yang kulihat!"


Lalu Dav berteriak memanggil pengawalnya. Saat pengawal itu datang dia memerintahkan untuk membawa Inha pergi. Sebelum dia benar-benar menghilang dari pandangan Dav, Inha mengucapkan kalimat.


"Penyesalan itu datang tanpa permisi, ketika masa lalu kembali, dia akan menggerogoti tubuhmu sampai kau tidak bisa merasakan setiap bagian darinya. Selamat datang dan selamat tinggal!"


Dia mengangkat tangan, kebahagianya telah hancur. Inha akan berjalan dengan pecahan kaca dari bara api yang baru saja diangkat. Semakin teguh dia pada pendiriannya maka semakin hancur hatinya.


Menyerah pada dunia, dia ingin melihat langit pagi yang indah tetapi mendapati langit itu telah berganti dengan malam yang gelap. Sama seperti keadaannya, dia akan selalu menjadi Inha malang tidak punya masa depan cerah. Cita-cita telah di hempas keegoisan orang dewasa dan menjadi abu.


Mata indahnya mengeluarkan air mata, deras tanpa tahu kapan harus berhenti. Ketika dia melihat jalur di depan lemas badannya dan berakhir melayang di udara. Dia menarik dirinya tidak sadarkan diri untuk lari dari kenyataan yang memilukan. Sebelum dia benar-benar lari, hantaman bertubi-tubi menyerang dan dia terhempas keluar.


Gelap itu datang lagi, dia melihat kenangan-kenangan indah yang di makan keserakahan orang dewasa. Inha mengucapkan selamat datang untuk kehidupan kedua kakak iparnya dan selamat tinggal untuk kehidupan masa depannya.


Sementara pria yang baru saja ditinggal mematung. Kalimat itu terdengar sungguh-sungguh dari seseorang yang telah putus asa. Namun, dia menggeleng menghilangkan rasa bersalah dan kasihan pada adik iparnya.


Dia kembali mengecek keadaan Sujong di korea melalui orang kepercayaannya di sana. Dav mengetahui bahwa wanita itu bekerjasama dengan orang terdekat Darren. Dia tidak tahu apakah itu akan menguntungkan posisinya atau tidak. Kemana dia akan bergabung, sisi jahat atau baik?


Saat dia menyadari sisi jahatnya lebih kuat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2