The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 131 : Ternyata


__ADS_3

"Bagi Sujong kau adalah penghalang, cepat atau lambat kau akan menghilang." Bin berbalik, langkahnya pelan menuju Sujong. Dia menatap lekat-lekat wanita yang sudah mengisi hatinya sejak beberapa tahun belakang. Terlalu sibuk dengan perasaannya.


"Kau baik sekali," Kata Valerie menatap genangan air di lantai, dia dapat melihat wajahnya meski buram. Bin tidak menengok, walau begitu dia mendengar dengan serius.


"Kau tahu Sujong tidak pernah melihatmu tapi kau terus membantunya melakukan kejahatan, bahkan membantu dia mengejar pria beristri. Setelah ini, dia akan berlari ke pelukan pria lain dan itu berkat dirimu, sungguh ini namanya cinta tanpa pamrih." Ada nada menyindir disana, tapi Bin tidak memperdulikan.Dia terus bungkam.


Valerie melanjutkan kalimatnya. "Beberapa tahun yang lalu, dia mengenggam tangan pria lain dan sekarang juga sama. Aku ingin bertanya, kau ada dimana di dalam hatinya? Ah, apa ini yang dinamakan mencintai tanpa harus memiliki? Sungguh cinta yang dalam,"


Bin mengangkat sudut bibirnya sebelah.


"Kenapa kau membawa-bawa cinta pada rana jahat, padahal cinta itu ada di rana sebaliknya. Jangan membenarkan sikapmu dan mengatakan semua ini demi cinta, omong kosong! Kau tidak ada bedanya dengan psikopat gila yang membunuh orang untuk kesenangan!"


Kalimat terakhir terlalu berat untuk Bin, dia berbalik memakai topeng paling menyeramkan dan mengerikan. Dia mendekati Valerie lalu berjongkok. Tapi Valerie tidak gentar, apa bedanya dia berbicara dan diam.


"Kau pikir setelah aku tiada, Darren akan memberikan posisiku pada Sujong, wanita sinting itu? Bagi Darren, wanita yang kau cintai itu tidak lebih dari sampah yang membuat persahabatan dia dan Frederick memburuk. Kau kira, aku tidak tahu bahwa dia mengatakan pada semua orang jika Darren dan Fed bertengkar karena memperebutkan cintanya!?"


Mata Bin berkerut sekilas. Dia goyah mendengar Valerie.


"Suamiku, tidak pernah ada hubungan dengan wanita itu. Dia saja yang berkhayal semua orang menyukainya. Waktu itu Darren adalah tunangan sepupu Sujong, Estela! Dia ingin merebut tunangan keluarga tapi tidak bisa, karena itu dia membuat-buat cerita aneh!"


"Itu bukan apa yang kudengar!" Bin mengeram.


"Kasihan, kau hanya batu pijakan transparan baik dulu dan sekarang!"


Dia mencengkram dahu Valerie. "Aku bisa membunuhmu!"


"Tidak akan, kau tidak akan melakukannya! Satu-satunya orang yang mengingat namamu, kau tidak akan melakukannya!" Valerie melepaskan tangan Bin dengan kekuatan yang dia punya lalu dia terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Valerie mengerutkan keningnya, dia merasakam gejolak itu datang. Seperti di remas kuat dia mengeram kesakitan. Bin yang melihat itu mengedipkan matanya. "Apa yang terjadi?" Tanya dia ingin memegang Valerie. Valerie kesakitan, tangan kanannya berusaha meraih lengan Bin. "Akh-h to--lo-tolo-ng!"


Bin khawatir, raut wajahnya menjadi cemas. Dia berbalik melihat Sujong, wanita itu masih dalam tertidur. Bin mengambil kunci membuka rantai di tangan dan kaki Valerie lalu dia mengangkat wanita itu, tidak lupa kunci mobil. Valerie kesakitan terus memegang perutnya.


Kecepatan mobil itu melebihi yang disarankan, ketika dia melewati lampu merah di persimpangan. Valerie berteriak kesakitan, dengan sigap Bin memacu mobilnya dengan kekuatan penuh, tanpa dia sadari mobil polisi mengikuti dia dari belakang.


Mobil polisi di belakang memanggil Bin dengan menyebutkan plat dan warna mobilnya, dia diminta berhenti tapi Bin tidak menghiraukan dan tetap memacu mobilnya.


...🖤...


Ada pesan masuk ke ponsel Darren. Dia tidak mengenali siapa pengirim. Pesan itu memberinya lokasi Sujong dan Bin. Darren memanggil Are dan memberikan lokasi itu kepada anak buahnya untuk di cek terlebih dahulu. Takut lokasi yang diberikan adalah jebakan.


15 menit setelah Are menyebarkan lokasi itu, Darren kembali mendapat pesan. Isi pesan kedua adalah posisi saat ini Valerie. Lokasi itu terus berubah-ubah. Dia berpikir sebentar dan bergerak mengambil kunci mobilnya, sembari melihat peta yang diberikan, dia memanggil Han dan Nola datang dari bawah. Mereka diminta mengikuti Darren.


Darren menyadari bahwa link yang diberikan padanya adalah pelacak dari mobil Bin, dia dapat melihat plat mobil itu di layar. "Apa Valerie bersama Bin?" Dia bergegas berharap istrinya tidak terluka dan baik-baik saja.


...🖤...


Kemudian layar itu berganti dengan wajah seseorang. "Saya akan membawanya kembali tuan."


"Kerja bagus!"


Orang yang berada di balik layar itu mengangkat Sujong dan memasukkannya ke dalam mobil. Setelah itu dia memerintahkan membersihkan gedung secepat mungkin. Mereka tidak punya waktu.


"Ayahku punya alasan membantumu masuk ke Korea, dia sangat menyukai uang. Begitupun aku, alasanku menyetujui membantumu mencari penginapan atas perintah Suamimu, bukan perintah si tua bangka itu!"


Ternyata, anak dari penyelundup manusia itu adalah orang yang bekerja untuk Dav. Sejak awal dia ikut andil membantu Sujong seperti perkataannya. Tetapi dia berpura-pura di depan Inha dan semua orang. Waktu itu.

__ADS_1


Kendaraan meninggalkan gedung dengan jalan setapak penuh pohon tinggi. Mereka melewati jalan berbatu dan berbelok ke kiri. Kendaran putih SUV itu sudah berada di jalan besar meninggalkan serpihan masalahmasalah di gedung terbengkalai.


Sebelum merayakan keberhasilannya, Sujong harus melihat kenyataan bahwa mengelabuhi suaminya tidaklah mudah. Darren mungkin sudah berbeda tetapi dia belum meninggalkan dunia gelap yang selama ini menemaninya. Ayahnya saja bisa dia tinggalkan, bagaimana seorang Sujong yang tidak punya apa-apa selain keahlian menggoda rekan bisnisnya bisa mengalahkan kekuasaan yang dia bangun bertahun-tahun lamanya.


Pesawat sudah siap lepas landas, mereka menunggu penumpang yang tidak sadarkan itu datang. Mobil masuk, dia berhenti tepat di bawa tangga. Seorang wanita di gendong dan di bawa menuju kenyataan.


.


"Tetap awasi pergerakan mobil Bin dan kirimkan lokasi itu ke Darren. Ini adalah hutang yang harus dia balas."


"Baik tuan!"


Dav berdiri di balkon. "Siapa sangka Bin bisa bertindak seperti itu. Sujong harus belajar menerima kenyataan bahwa Valerie bisa mempengaruhi orang-orang. Psikopat sekelas Bin saja bisa terpengaruh hanya dengan satu kalimat saja. Darren bajingan beruntung itu!"


Sambil menyelam minum air. Dia mendapat keinginannya sembari membayar hutang dan Darren menemukan istrinya. Tidak berharap kebahagiaan, hanya saja dia tidak ingin lagi menunggu hutannya bertambah banyak. Dengan cara apapun, selama dia berpikir itu dapat juga dapat menguntungkan.


Belum lama menikmati keindahan pagi. Dia dikejutkan oleh Inha yang datang dari belakang. "Apa yang kau lakukan disini?" Kata Inha.


Wanita itu memandang lekat-lekat Pria yang berstatus sebagai kakak iparnya. "Sebenarnya apa yang kau inginkan?"


Tertawa kecil. "Tidak ada! Kakakmu hanya perlu belajar bahwa mimpi itu tidak bisa menjadi kenyataan. Tidak semua."


"Kenapa kau membawaku kembali?" Tanya inha lagi. Sebelum memasuki mansion utama, pengawal itu tiba-tiba berbalik kembali. Inha yang sudah dalam keadaan gemetar ketakutan dengan keringat membanjiri keningnyamelihat bingung. Dia curiga tetapi juga lega.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2