The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 124 : Maaf!!


__ADS_3

Hening dalam ruangan, dia tidak lagi mendengar suara petir meski masih turun hujan. Nafas beratnya kembali mendekat. Pria itu masih berada di tempatnya tadi. Dia kembali memikirkan perkataan wanita tua bernama Grace. Punggungnya dia sandarkan di kaki sofa, sehingga kepalanya mendongak menatap langit-langit. Dia dan Darren sudah berteman lama, sejak mereka masih kecil. Hal apa yang tidak dia ketahui, walaupun saat menginjak remaja dia dan Darren punya tembok tinggi. Karakter keduanya sangatlah berbeda tetapi mereka tetaplah sahabat. Sama seperti Hyuk dan kedua sahabatnya, Hajoon juga Rey.


Dia jadi memikirkan ketiga sahabatnya, apa mereka juga tidak tahu atau hanya dirinya saja yang ketingalan. Kalau benar begitu, mereka ahli akting. Kecewa pada Valerie bertambah berat. Setidaknya, dia berpikir Valerie akan memberitahu dirinya. Bagaimanapun hubungan mereka lebih dekat dari teman mereka yang lainnya, Hajoon dan Rey. Yah, jika itu Hyuk dia juga tidak berani membandingkan. Dia juga paham. Mereka saling mengenal sejak masa kuliah.


Entah angin dari mana, dia mengingat satu moment, dirinya dan Valerie saat mereka berkunjung ke kantor Darren. Dia merinding. "Ah, lipstik?"


Waktu itu, dia menegur Valerie soal lipstiknya yang berubah warna. Mereka berada dalam lift, saat Larry memberitahu Valerie. Apakah lipstiknya memang berwarna seperti itu atau berubah. Dia yakin lipstik Valerie lebih terang sebelumnya tetapi setelah dia perhatian lagi warnanya berubah.


Ketika Valerie menjawab, dia hanya mengangguk dan mengiyakan tanpa banyak pertimbangan. Jika sekarang di ingat-ingat lagi, dia cukup teliti. Cih, ejeknya dengan wajah yang ditekuk. Membayangkan apa yang mereka lakukan membuat dia lebih kesal. Kesal karena berbohong, padahal Darren tahu bagaimana hubungan keduanya sebelum itu.


Dia jadi yakin, masalah yang dia temui di Jeju kemarin benar adanya. Seseorang menerobos masuk ke dalam Villa dan itu Darren. Larry menciun bau parfum familiar di kasur teman wanitanya. Aroma yang hanya di miliki Darren, dia tidak mungkin lupa. Gelas di meja di angkat, dia melihat isi gelas itu dengan intens.


Dan banyak hal lainnya yang jika dia pikirkan kembali membuatnya bertambah murka. Yang artinya perkataan Valerie tentang suami itu?


Tiba-tiba dia ingin menemui Hyuk. Mencari tahu apakah dia ikut andil dalam kebohongan itu atau dia hanyalah korban sama seperti dirinya. Dia terus skeptis kepada pribadi Valerie. Hyuk berbeda dengannya dia juga tahu itu, sebab perkara itulah dia semakin percaya bahwa Hyuk telah mengetahui semuanya. Tetapi apa yang berbeda? Walau Hyuk tahu dia tetap marah begitupun sebaliknya.


Di dalam kepalanya yang berkecamuk, ada bisikan egosi. Bisikan itu terus membesar hingga gelas yang berisi anggur di tangannya terlempar ke depan. Guci kecil berbentuk kuda sudah terhempas tidak berdaya di lantai yang untungnya memiliki pelindung, sebuah karpet. Gelasnya pecah, tidak begitu dengan Guci kecil.


Dia banyak melempar barang jika kesalkesal, akhir-akhir ini. Entah sifatnya memang seperti itu atau karena ini masalah yang menyangkut Valerie dan Darren?

__ADS_1


"Kita tidak bisa kembali ke masa lalu, jadi tolong! Biarkan aku memilih untuk egois kali ini saja."


Dia berdiri menelepon seseorang, pembicaraan itu begitu rahasia hingga dia kembali ke kamar, padahal dirumah itu dia sendiri tanpa siapapun.


Apa yang sudah terjadi, tidak bisa dia kembalikan. Kenyataan bahwa wanita itu telah bersama dengan sahabatnya. Namun, ikhlas juga tidak bisa Larry lakukan. Sesuatu seperti ikhlas bukan keahliannya. Mengerti dan memahami, terkadang tidak bekerja. Dia ingin egois sekali saja. Sekali dan mungkin akan paling menyakitkan.


Dia siap menanggung semuanya tanpa menutup diri. Membiarkan apa yang seharusnya dia jaga menjadi seperti gula yang berserakan di tanah dan berakhir dengan semut yang mengerubunginya. Hatinya yang bergejolak tidak lagi meragu. Seakan akhir itu adalah kesempatan untuknya memulai atau kemalangan seumur hidup bagi semua orang.


...🖤...


The Beachwalk.


"Jika bukan karenamu, aku akan menyandang gelar sebagai Nyonya Lee Rayland. Kita tidak pernah tahu, penghianat datang dari orang terdekat. Itu menyeramkan, akupun tidak bisa berkata-kata."


Lantang, di sepanjang pantai tidak ada orang. Dia sendiri menikmati kebebasan. Rey menendang


dia kesini karena wanita, tetapi Larry menjadi penyelamat dirinya juga karena wanita. Tidak perduli dengan cara apapun kata Larry padanya. Jessica bisa melakukan apapun yang dia inginkan untuk memisahkan kisah antara Valerie dan Darren. Tentu saja dengan bantuan Estela, keluarganya.


Kebetulan atau memang sudah di rencanakan oleh Larry, Estela yang dikurung di bawah kelompok elit milik Ho Young juga sudah bebas. Tepatnya dia melarikan diri. Tidak mengetahui detail terkait pembebasan itu, dirinya hanya berasumsi. Jika bukan dia lalu siapa? Pikir Jessica dalam hati.

__ADS_1


Tidak akan menyia nyiakan kesempatan, dia segera bangkit dan mengejar apa yang seharusnya sudah menjadi rencana awal mereka. Yah, Jessica dan Estela serta Lim Sujong adalah keluarga yang bekerjasama untuk merobohkan kerajaan Lee. Mereka bekerja untuk Sujong sejak awal dan mendekati salah satu dari mereka agar rencana itu berjalan mulus.


Sungguh, pekerjaan yang hina. Merusak rumah tangga orang untuk keuntungan pribadi itu adalah perkataan yang sering Lim Inha katakan kepada dirinya ketika mengingat keluarganya yang tergila-gila pada keluarga Lee. Inha yang merupakan keluarga mereka saja merasa jijik bagaimana dengan orang lain. Tapi walau begitu tidak dengan Larry, dia mengaku tidak lagi perduli dan ikut andil dalam pengrusakan ini.


Walau penyesalan datang padanya nanti, dia tetap tidak akan mundur. Dia lebih menganggap ini sebagai balasan dari KEBAIKAN valerie menyembunyikan masalah pernikahannya dengan Darren. Karma yang selalu dia lihat akan membawa mereka kedalam kobaran api. Larry menurup matanya dan berkolaborasi dengan musuh untuk membuka masa lalu. Dia tidak tahu, bahwa rasa sakitnya adalah 0,00001 dari rasa sakit yang akan timbul dari terbukanya masa lalu.


...🖤...


Kembali ke Larry.


"Aku tidak ingin menyeretmu sampai terjatuh, tapi kaulah yang membawa dirimu berdiri di ujung jurang. Bencilah aku, sama seperti kau membenci Darren ketika itu terbuka."


Larry telah mendapatkan semua rahasia yang dimiliki Darren dari REKAN nya. Setelah ini, akan sulit bagi dia untuk kembali. Dia tertawa sekaligus menangis entah mengapa. Keegoisan dan kesombongan itu nyata ada pada diri manusia yang merasa dirinya lebih baik dan pantas dari pada orang lain, juga rasa iri yang berkembang hingga ke batas paling tinggi.


Tangannya di remas keras. Kepalanya mendadak terhantam batu dari belakang, dia pusing dan jatuh terduduk. Matanya yang terasa berat akhirnya dia tutup rapat. Hembusan nafas panas yang keluar menandakan berat baginya menemui masalah itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2