The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 140 : Membuka tirai


__ADS_3

Hujan tadi mulai reda, dia mengangkat wajannya melihat gumpalan awan berpencar, memberikan ruang bagi matahari bersinar. Darren kembali melihat nama istrinya, di elus lembut. Air matanya belum kering, dia kembali menangis.


Sesak di dadanya belum juga sirna, matahari sudah mulai menunjukkan dirinya dibalik awan yang malu-malu. Bunga di sekitar area pemakaman kembali segar meninggalkan sisa butiran air hujan di kelopaknya yang akan jatuh ke tanah jika dia disentuh.


Darren mengingat ekspresi orang tuanya, Hyuk serta pengacaranya. "Mereka semua merasa bersalah, padahal akulah penyebab semua tragedi ini. Aku pikir meninggalkan masa lalu tanpa harus menyentuhnya lagi adalah hal yang benar. Aku hanya tidak menyangka masa lalu itu merusak masa depan kita."


Seharusnya pada saat Sujong berbohong kepada Frederick dia tidak ikut campur. Dia tidak harus terlibat oleh omong kosong wanita itu sehingga dia harus kehilangan istrinya di masa depan. Valerie menderita sejak saat itu seharusnya dia tahu. Namun, Darren pria yang selalu berpikir semuanya baik-baik saja.


Dia memang bersalah. "Sayang, keputusanku menikah denganmu merupakan keputusan yang tepat. Yang aku sesali adalah menyembunyikan pernikahan kita karena niat ingin melindungimu. Mungkin sejak saat itu, aku telah salah. Setelah bertemu denganmu, aku akan mengumumkan pernikahan kita. Cih, Seharusnya kulakukan itu sejak lama."


"Teman-teman kita juga harus tahu, soal pernikahan kita dan kehamilanmu. Akhh, bisakah aku ikut denganmu?" Darren menunggu, mungkin saja istrinya akan menjawab. Memikirkan saja sudah membuatnya gila.


"Apa jika aku pergi menemuimu, kita akan bertemu?" Tanya dia. Lalu mata Darren beralih ke makam kecil di sampingnya. Genggaman pada tanah itu semakin erat, Darren menahan gejolak batin yang akan keluar meraung-raung.


Semakin dia tahan semakin tidak bisa mengendalikan tangisannya yang semakin menyesakkan jiwa.


"Papi bukan melupakanmu, kau tahu betapa aku mencintaimu dan mamimu. Aku telah banyak bersalah dan berdosa pada mami. Aku meninggalkan hidup sendiri di negeri orang selama bertahun-tahun, hanya mengunjungi jika papi punya waktu. Aku tidak terlalu memikirkan bagaimana dia hidup, apa kebiasaannya dan apa yang dia tidak sukai,


"Aku tidak pernah memberikan dia kebahagiaan yang utuh dan hanya memberikan nafkah materi. Menggenggam tangan, memeluk dan menciumnya, selama 6 tahun kami menikah, ayah hanya melakukannya sesekali jika bertemu. Jika disana mami memarahi papi, biarkan saja. Itu karena papimu tidak baik,


Darren terus bercerita kepada anaknya, tidak terasa siang yang berawan berubah menjadi sore yang senduh, dengan cahaya jingga kemilauan di angkasa. Dia menegakkan posisi duduknya.


"Banyak sekali yang ingin papi katakan, papi akan berkunjung lagi. Setelah ini papi akan menemui uncle dan aunty mu menyampaikan berita pernikahan papi dan mami."


Darren menangis sembari bercerita kepada anaknya penyesalan yang telah menghantuinya seumur hidup.


.


Di bawah, orang tuanya dan Hyuk masih menunggu. Darren terkejut, dia sudah meminta mereka pulang sebelum dia naik ke atas.


"Kenapa ibu dan ayah masih ada disini?" Tanya Darren.


Mereka tidak menjawab, pandangannya jatuh pada tubuh Darren yang basah dibeberapa bagian dan kering di tempat lainnya. Wajah, baju dan celananya ada tanah yang menempel.


Hal tersebut tidak lepas dari penglihatan Darren, dia mengangkat tangannya melihat lengan dan bajunya penuh tanah. Dia usap wajahnya, bukannya bersih wajah Darren bertambah kecoklatan.


"Kapan aku bisa menemui mereka?" Tanya Darren pada Hyuk.

__ADS_1


"Setelah kau bersih-bersih. Mereka marah, kau sadar tapi aku tidak mengabari secepatnya." Ucap Hyuk.


"Terima kasih." Singkat Darren.


Mereka pulang, Darren terus diperhatikan oleh sang ibu. Pria itu menengok ke samping tersenyum pada ibunya. Dalam senyumnya itu terdapat arti yang dalam mengatakan 'jangan khawatir, anakmu baik-baik saja'


Ibunya paham makna dari tatapan sang anak, dia ikut tersenyum dan mengangguk.


...🖤...


Darren sudah rapi dengan balutan kemeja tanpa jas. Dia keluar dari kamar dan duduk di sofa menunggu teman-temannya datang.


"Darren!" Panggil Ha Joon dari depan. Dia berjalan dan memeluk temannya. Darren membalas pelukan sahabatnya. "Kau membuat kamu khawatir."


"Maaf," Kata dia.


Ha Joon mendengar itu terdiam.


"Kau sudah baik-baik saja?" Tanya Rey berganti memeluk Darren. Sekilas Darren melihat kebelakang dan tidak menemukan siapapun lagi. Dia heran.


"Aku harus kembali ke rumah sakit besok dan menyelesaikan perawatan." Jawab Darren. Dia melihat kedua istri sahabatnya tersenyum menunduk sedikit, sopan. Dia juga melakukan hal yang sama sebagai balasan.


"Aku harus menemui seseorang dan juga kalian."


Suasana tiba-tiba menjadi aneh dan canggung. Hyuk sudah duduk di sofa.


"Ada apa Hyuk?" Tanya Rey ketika dia melihat ekspresi serius sahabatnya itu.


"Duduk, dengarkan baik-baik."


Intonasi kalimat Hyuk tidak biasa. Mereka duduk dengan Leon di bangkuan Darren. Sejak masuk Leon sudah bergelantungan di kaki Darren sampai Elena terkejut bukan main, dia menariknya tapi Leon tetap memeluk kaki pria itu erat. Bahkan saat dua pria dewasa sedang menyapa dia ada di antaranya. Terhimpit.


"Leon." Suara kecil Elena memanggil anaknya.


"Tidak apa-apa, Leon bebas melakukan apapun di kediamanku." Kata Darren.


Rey bingung, menaikkan alisnya melihat keakraban Darren dan anaknya.

__ADS_1


"Maaf ya kak." Ucap Elena tidak enak.


"Tidak masalah."


Darren mengatur nafasnya. "Aku meminta kalian datang bukan untuk menjenguk orang sakit tapi untuk mendengarkan kabar pernikahanku."


Pernikahanku?


Mereka semua saling pandang, terkejut mendapat kabar tiba-tiba. Rey mengerutkan dahinya. "Pernikahanmu?" Tanya dia lagi, mengulang.


"Pernikahan yang aku sembunyikan selama 6 tahun."


Ha Joon menarik kepalanya kesamping dan berkedip sekali. "Tunggu!" Dia mencoba mencerna apa yang baru saja keluar dari mulut sahabatnya itu. Hal tersebut juga berlaku untuk mereka yang berada di ruangan itu.


"Tunggu Darren, apah-- apa yang kudengar? Kau menikah, tidak tidak. Maksudku, kau sudah menikah selama 6 tahun?" Ha Joon tidak percaya apa yang telinganya tangkap.


Rey terdiam memandang Darren. Tidak ada yang tahu pandangan itu bermakna apa. Dia juga terkejut tapi tidak seperti Ha Joon yang mengungkapkan dengan kata-kata.


"Kau sudah menikah selama 6 tahun tapi pernikahan-" Berhenti sebentar. "Pernikahan itu di rahasiakan? Benarkah begitu?"


Darren mengangguk.


"Kau juga tahu?" Tanya Rey pada Hyuk.


Hyuk ikut mengangguk. Kedua pria itu tidak percaya pada kedua orang di depannya. "Cih! Kau tahu tapi tidak mengabari kami!? Kau sudah gila?"


Mendapat seragan, Hyuk hanya menghela nafas. Dalam hati dia merasa berat, kalian belum mendengar highlight dari berita itu.


"Aku tidak punya pilihan selain ikut menyembunyikannya." Kata Hyuk.


"Pilihan apa!? Memangnya apa yang dilakukan sampai kau tidak punya pilihan! Memangnya siapa yang dia nikahi!?"


Darren dia sebentar. "Aku yang meminta Hyuk untuk tidak memberitahu siapapun."


Benar-benar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2