
Larry sedang berada di restoran bersama seorang wanita dan seorang pria. Pertemuan itu memakan waktu yang lama. Belum lagi, orang-orang Darren membuntuti Sujong. Dia harus mencari cara agar Sujong terlepas dari pengawasan temannya dan dia tidak ketahuan. Akhirnya setelah berputar cukup lama, mereka bertemu disini.
Dia menimbang dirinya selama perjalanan tadi. Pantas atau tidak pantas jika dia ikut andil dalam kekacauan keluarga Lee. Menatap keduanya dengan sinis, lalu mengambil minuman didepannya. Tenggorokannya kering dengan banyak alasan, diminum hingga tandas tak tersisa.
"Aku tidak menyangka dari sekian banyak orang di dunia ini yang membenci Darren, kau adalah salah satunya. Kenapa?" Tanya Bin tersenyum lebar. Dia tidak pernah menyangka bahwa pria ini akan berkhianat. Dia telah memikirkan begitu banyak kemungkinan dan tidak menebak bahwa Larry akan menjatuhkan Darren.
"Menurutmu karena apa!?" Larry kembali bertanya Bin.
Sujong tertawa, dia tahu mengapa Larry menghianati temannya. Tapi itu adalah kesempatan emas untuk dirinya. "Eh, siapa yang berkhianat? Bukannya itu mereka yang menyembunyikan rahasia paling mengerikan."
"Ah, wanita dan wanita! Aku ingat Darren dan Frederick juga bertengkar karena wanita. Apakah kali ini juga sama?"
Larry tidak membalas Sujong dan pertanyaan Bin barusan, dia menatap Bin. "Apa rencanamu?"
"Aku?" Dia bingung kenapa dia yang harus di tanya. Dia dan Darren ataupun istrinya tidak punya masalah. Dia hanya membantu Sujong, wanita yang dicintainya.
"Aku ingin memisahkan keduanya, Darren hanya milikku!" Kata Sujong berapi-api. Menatap Larry yang sedang melihatnya dengan pandangan aneh.
"Ada apa? Bukannya ini menang apa yang kau inginkan, karena itukan kau ikut bersama kami disini?" Cercah Sujong. Bukan hanya dia yang jahat. Orang yang katanya dekat saja bisa berkhianat.
Larry merasa terhina tetapi hinaan itu adalah kenyataan. Dia membenarkan caranya untuk mencapai tujuan sama seperti Sujong. Memisahkan Darren dan Valerie dengan membawa-bawa cinta. "Aku sama seperti mu? Kau hanya wanita terhina dan aku marah karena dibohongi!" Ucapnya.
Lim Sujong mengangguk-anggukkan kepalanya, membiarkan Larry memberi alasan. Toh semua orang tahu, alasan hanyalah alasan. Dia sedang mencari kebenaran dari tindakannya.
Bin memandang Larry. "Kau benar tidak akan menyesal? Sekali kau mencoba berdiri di sisi yang salah, kau akan menanggung apa yang bahkan tidak kau lakukan! Itu hal yang selalu terjadi."
Larry telah memikirkan akibat dari tindakannya ke depan. Dia menganggap keputusan itu sebagai rasa marah dan kecewa yang harus dia kembalikan kepada keduanya. Jika di tengah jalan dia menyesal maka dia akan berhenti. Untuk sekarang, Larry hanya memikirkan dirinya saja. "Kalau kau bisa memadamkan api yang membakar hatimu, kau bisa memintaku untuk berhenti sekarang!"
__ADS_1
HA HA HA HA
Suara tawa yang menggema memicu gelombang tawa lainnya. Kedua orang itu tertawa, sementara Larry hanya diam. Mulutnya tertutup rapat.
"Baiklah, jadi apa rencanamu?"
"Aku, ingin kau menculik Valerie! Terserah bagaimana caranya, hanya jangan sampai ketahuan. Bawa dia pergi dan selebihnya aku tidak akan ikut campur!" Kata Sujong.
Tujuannya adalah Darren. Selama Valerie masih berada di sisi pria itu, dia tidak akan bisa masuk dengan leluasa. Awalnya dia berencana untuk menyingkirkan wanita itu selamanya tetapi sekarang dia dan Larry bekerjasama. Sekutunya ingin mendapat keuntungan jadi dia menarik tangannya.
"Apartemen Valerie tidak begitu ketat, akan kukirimkan seseorang yang bisa membuatmu membawa dia tanpa ketahuan. Aku akan mengurus Valerie, sisanya kalian urus sendiri! Tujuanku hanya Valerie!" Larry meneguk minum hingga habis dan dia berdiri lalu pergi.
Tinggallah dua orang yang saling pandang. "Dia bisa dipercaya?" Kata Sujong.
Bin mengangguk. "Untuk sekarang ya! Jangan lupa angkat telepon saat aku menghubungimu!" Lalu dia juga ikut pergi.
Sujong mengerti.
Sebelum dia membuka pintu mobil. Sempat dia menggumamkan satu kalimat yang sebenarnya dia tujukan kepada Larry tapi tidak sempat keluar saat berhadapan dengan pria itu. "Dia mungkin tidak tahu, bahwa rasa kecewa itu tidak selalu berada dalam lingkaran hitam. Bahwa dia bisa memilih bertahan di dunia yang penuh intrik manusia-manusia jahat."
.
Didalam Sujong merasa puas. Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa mendapatkan kembali apa yang dia impikan dulu. "Darren tunggu saja!"
Ponselnya dia buka. Disana ada banyak pesan dari Bin dan Larry. Bin memberinya rumah untuk dia tinggali dan fasilitas lainnya seperti mobil yang sudah terparkir di belakang bangunan. Bergembira karena tidak harus tidur di tempat kumuh itu lagi.
Lalu pesan dari Larry lebih membuatnya tersenyum. Dia mendapat hadiah paling memukau yaitu cetak biru apartemen Valerie dan spot agar dia tidak terekam kamera CCTV ketika ingin menculik Valerie. Dan yang lebih penting adalah seseorang yang akan membantunya menutupi semua celah yang mungkin terjadi saat melaksanakan misi penculikan.
__ADS_1
Dia juga diberitahu bahwa Darren berada di apartemen Valerie saat ini, jadi dia harus berhati-hati sebelum bertindak. Larry akan mengurus 10 menit agar Darren keluar dari apartemennya, selanjutnya dia serahkan kepada Bin. Pesan itu terus berlanjut hingga Sujong pusing sendiri membacanya. Dia mengerti mengapa kemarahan orang yang putus asa sangat menakutkan.
...🖤...
Larry menghentikan mobilnya di tepi jalan sebelum kembali ke kantornya. Dia melihat ponselnya yang berisi Foto-foto dirinya dan Valerie. Senyum wanita itu membuatnya ingin mundur, bahwa perkataan Hyuk padanya waktu itu benar. Hyuk memintanya untuk melupakan Valerie karena wanita itu bukan wanita yang cocok dan pantas untuknya.
Namun, monster keserakahan selalu mencari celah terdalam dalam diri manusia. Dia menggerogoti bagian baik lainnya dan menanamkan parasit-parasit kecil hingga dia menggantikan fungsinya. Larry menangkup wajahnya dan menariknya dengan kasar.
Setelah itu dia mengambil kembali ponselnya dan menelepon seseorang.
"Aku ingin kau membantu seseorang! Kukirimkan alamatnya, datang kesana dan bantu dia dengan segala kemampuanmu! Mengerti!?"
Dari seberang telepon orang itu mengiyakan perintah.
Larry melanjutkan kembali perjalanan. Sekali lagi memilih jalan yang salah.
...🖤...
1 hari setelahnya, Bin dan Sujong kembali berkumpul. Mereka duduk santai di rumah memberikannya untuk Sujong. Semalam Bin tiba-tiba dikejutkan oleh pemikiran aneh tentang Larry. Dia datang memberitahu Sujong bahwa mereka perlu Plan B.
Awalnya Sujong meragukan itu tapi akhirnya dia setuju. Tidak ada salahnya, akan lebih berbahaya jika Larry berubah pikiran sebelum misi itu di mulai. Tubuhnya dia condongkan kedepan dan mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Bin.
Plan B, ketika Larry berubah pikiran mereka akan membuat seolah-olah Larrylah yang merencanakan penculikan Valerie. Dia merekam semua pesan dan telepon Larry lalu mengirimkan pesan otomatis sesuai dengan tanggal dan jam yang telah disetel. Lalu orang yang dikirimkan Larry, mereka akan mengamankan komunikasi keduanya untuk menambah bonus.
Keduanya berjabat tangan.
.
__ADS_1
.
.