
Ho Young dan Darren duduk bersebrangan, mereka membahas lokasi terakhir pelacakan cip Han. "Kalau kamu yakin, kita jalankan saja seperti itu!"
Darren mengangguk, tetapi wajahnya tidak bisa ditutupi lagi.
"Apa alasan mereka membawa Valerei ke sana? bukannya itu mempermudah kita?"
"Justru memilih lokasi paling dekat artinya lebih berbahaya. Karena dia yakin kita bisa merebos, pasti ada jebakan atau, dia memang sengaja membuatnya terbuka agar cepat di temukan.” kata Darren menjawab pertanyaan Yun.
Ho Young berdiri dan memakai jasnya. "Ketua sayap timur dan barat bisa bersamamu, aku dan Yun akan membawa yang lain untuk menyelamatkan anakku. Aku berharap, tidak ada yang terluka dari kita. Baik istrimu juga anakku." Dia menyalami Darren dan menepuk pundaknya.
...🖤...
Darren bergegas menemui istrinya. Setelah 30 menit mereka sampai disebuah jembatan besar yang menyambungkan kedua desa. Mereka memarkirkan mobil di beberapa spot tempat seperti lapangan, di depan kebun, sekolah yang sedang libur dan sebuah kuil. Hal itu di rencanakan, agar tim bisa kabur menyelamatkan diri jika keadaan menjadi tidak terkendali.
Tim 1 terdiri dari Darren, Are dan anak buah Ho Young yang berjumlah 20 orang, mereka bertugas memasuki lokasi utama. Tim 2 yang berjaga di daerah luar, tim 3 Ketua sayap barat dan 10 orang berada di daerah bebatuan dan Tim 4 yang dipimpin oleh ketua sayap timur memasuki Villa keluarga Lee, mereka menggunakan jalan pintas ke arah semak-semak agar sampai di dekat danau, tepat dibelakang Villa.
Setiap tim memasang kamera pengawas dibeberapa titik, juga berhati-hati terhadap jebakan dan ranjau, alat yang dipergunakan juga lengkap. Tim 1 langsung menuju lokasi utama cip, mereka melewati jalur utama dengan berjalan kaki, memasuki hutan diseberang jalan. Drone yang di kendalikan oleh tim 2 sudah bersiap mengawal ketiga tim lainnya.
Tim 3 memasuki daerah bebatuan dengan cepat, mereka mengambil posisi sesuai perintah ketuanya. Alasan, dipilihnya jalur itu karena satu-satunya jalur yang tidak akan dilewati orang biasa, jalur terlarang karena terlalu curam dan berbahaya. Juga, merupakan area yang sering digunakan saat terjadi pelarian. Menimbang resiko jika musuh memasuki kawasan ini, 100 % mereka bisa kabur tanpa halangan apapun, karena itu pengamanan area ini diperlukan.
Tim 4 mengelilingi Villa milik keluarga Lee, informasi bahwa ada beberapa orang yang tinggal di dalam, menjadi pertimbangan untuk tidak memasuki halaman secara terang-terangan. Ketua sayap timur, menekan alat komunikasi ditelinganya. "Periksa!"
Orang yang berada di depannya menyalakan kamera kecil yang berada di kacamata lalu masuk dengan perlahan, berhati-hati agar langkahnya tidak menimbulkan suara. Melalui jendela yang terbuka di area dapur samping, dia berhasil masuk. Semua tim 4 menyaksikan layar ditangannya.
Suara terdeteksi, di depannya terdapat pintu dengan celah, kameranya diarahkan ke dalam, dan terdapat dua orang wanita yang sedang berbicara membelakanginya.
"Keluar, kita bisa masuk ke area taman!" Perintah itu membuatnya perlahan mundur.
Bam
Ledakan itu terdengar meski tidak terlalu besar, hanya ledakan kecil. Karena melihat kedua wanita yang kaget dengan suara ledakan itu berbalik, dia bersembunyi dibalik tembok. Jika wanita itu berjalan ke arahnya, dia hanya punya satu pilihan. Namun, mereka tidak berjalan ke arahnya. Kedua wanita itu melihat jendela.
"Ada apa?"
"Arahnya dari hutan, apa mereka menebang pohon?"
"Ah, sepertinya! Dasar orang-orang aneh, kalau mau bangun rumah di kota saja kenapa harus ke sini." Ucap wanita paruh baya itu.
"Ayo, kita belum membersihkan perpustakaan di atas!" Ajaknya kepada wanita muda disampingnya.
Keduanya berjalan hingga langkah kakinya tidak terdengar lagi, barulah pria itu bergegas keluar dari jendela. "Hati-hati, mereka bisa melihat melalui jendela di atas" Katanya saat menekan alat komunikasi.
"Clear, semua sudah masuk!" Balas dari seberang sana.
Tim 2, memeriksa setiap daratan melalui Drone, saat memasuki area bebatuan, mereka melihat satu siluet yang tidak terdeteksi oleh kamera.
__ADS_1
"Terdeteksi tak dikenali 10 meter dari area bebatuan sebelah barat dibawah pohon besar dengan tanda berbahaya." Komunikasinya pada semua tim.
Ketua Tim 3, meminta empat bawahannya untuk memeriksa. Mereka berpencar untuk sampai ke sana, berlahan-lahan mereka menemukan sosok tergeletak dengan jas hitam yang menutupi seluruh badannya.
Mendekat, dia membalik tubuh orang itu dan menemukan bahwa dia telah kaku. Salah satu dari mereka menekan alat komunikasi dan berbicara. "Kami menemukan mayat, seperti nya baru saja keluar dari tempat yang dingin, dia beku dan kaku!"
Lalu mereka melakukan evakuasi, meminta bantuan dari Tim 2 untuk membawanya keluar.
"Bawa untuk otopsi!" Kata ketua Tim 3.
...🖤...
"Bagaimana?" Kata Ho Young
Ho Young mencari di tempat lain. Dia tidak mengira bahwa Yun kecil berada di tempat yang sama dengan Valerie.
Yun mendapat laporan bahwa Tim sayap timur menemukan mayat seseorang tidak dikenal.
"Mereka sudah sampai, dan menemukan mayat seseorang tidak dikenal."
Yun mengambil pistol di tangan Dori dan memeriksa peluru, lalu memasukkan ke samping pinggangnya.
"Mayat?"
Ho Young mengangguk, dia tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi mereka perlu berhati-hati.
"Minta mereka berhati-hati, itu bisa saja jebakan!"
...🖤...
Ketua Sayap timur tidak terganggu dengan penemuan mayat itu, dia fokus masuk ke area danau. Tempat dimana Tuan Darren dan Ho Young bertemu untuk pertama kalinya.
"Cip nya berada disebelah mana?" tanya dia pada anak buahnya.
"Di depan danau Tuan, di seberang sana!" Are menunjuk pohon tumbang tidak jauh dari mereka.
Ketua itu diam dan memberi kode mereka memakai pakaian selam untuk menyeberangi danau, Jika langsung menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu, mereka akan ketahuan dengan cepat.
"Pastikan tidak ada alat pendeteksi!" Imbuhnya, memasuki Danau lebih dulu, setelah itu barulah anak buah Ho Young. 3 dari mereka tinggal memastikan semua aman dari atas.
"Tidak ada alat pendeteksi sejauh ini, Tuan anda harus berhati-hati jika mendekati pohon itu, sepertinya ada alat lain yang terpasang!"
Mereka berhati-hati, satu orang yang menggunakan laptop untuk mendeteksi dan dua lainnya bersiaga dengan pistolnya, mereka memastikan temannya aman dalam bertugas.
"Bagaimana?" tanya salah satu dari dua orang itu
__ADS_1
"Sebentar lagi, sepertinya alat itu bukan alat pendeteksi tapi..." Dia diam, memikirkan dimana dia pernah melihat alat seperti itu.
"Ada apa?"
"Dimana aku pernah melihat alat ini?"
"Alat apa?"
"Lihat!"
"Bom?"
"Apa?"
"Bom yang dipasang kelompok Gen, dengan tali tipis kau ingat!"
"Sial!"
Dia memanggil Tim tapi tidak ada yang menjawab.
"Talinya bisa ada didalam air!"
"Tuan! Tim 4"
"A--- Ap--"
Dia hanya mendengar suara tidak jelas.
"Alat itu Bom, talinya biasa berada dalam air!"
"Alat itu Bom, talinya biasa berada dalam air!"
"Alat itu Bom, talinya biasa berada dalam air!"
Dia mengulang beberapa kali, tapi tidak mendengar apapun.
"Lihat!" temannya menunjuk area di seberang Danau. Air Danau yang tenang menunjukkan sesuatu akan keluar dari dalam air.
Mereka menunggu dan
.
.
.
__ADS_1