
Kendaraan di jalan yang macet akibat truk pengangkut bebek jatuh, beruntung tidak ada korban jiwa. Baik manusia dan bebek tentu saja. Dia meminta supir untuk bergegas mengganti jalur dan keluar dari kemacetan ini tetapi mereka tidak bisa bergerak. Akhirnya dia keluar dari mobil. Darren bergerak menjauh dari kemacetan, berjalan hingga mendapati anak buahnya yang lain sedang menunggu.
Mereka memberi hormat dan bergegas meninggalkan jalan yang padat. Ponsel Darren sibuk, pesan dan telepon tidak berhenti berdatangan. Hill Group, dikabarkan mengalami penurunan saham karena scandal Darren turun ke media. Darren pusing sendiri melihat info dari CEO dan pemegang saham. Ketika dia akan membalas pesan itu telepon dari Are masuk.
"Tuan, saya mendapatkan lokasi Nyonya! Tim Elang akan pergi memeriksa lokasi itu, saya akan menemui anda!"
Darren mengiyakan dan menekan tombol merah di layar ponselnya. Lalu dia mengirim pesan kepada Ayahnya, meminta tolong mengendalikan Hill group dan media. Jika media sampai mengetahui soal pernikahannya, Valerie akan berada dalam bahaya, lagi. Sudah cukup ancaman dari Sujong, dia tidak ingin orang-orang dalam bisnisnya juga mencampuri urusan rumah tangganya.
20 menit sampai, Darren meminta mereka menunggu di lobby dan berjaga. Lift itu terlihat kosong, di hotel yang terbilang populer. Tahu bahwa penyebabnya adalah Frederick, dia mengangguk mengerti. Sahabatnya itu juga menghindar dari media. Dia tidak ingin ada scandal lagi dan membuat perusahaan kacau.
Saat dia keluar dari lift, lift di sebelahnya juga ikut terbuka.
"Darren!" Panggil seseorang.
Pria itu berbalik dan mendapati Hyuk disana.
"Hyuk!"
Mereka berjalan beriringan. "Kau sebaliknya dibelakangku!"
Darren menggeleng. "Kenapa? Kau takut Frederick memukulku lagi?"
"Tidak, aku takut terkena cipratan darah!"
****. Darren tidak bisa mengumpat di depan Hyuk. Sahabatnya sedang marah, karena Valerie menghilang. Hyuk saja marah apalagi Fed, dalam hati Darren.
Pintu terbuka, Wajah marah Frederick yang pertama dilihat. Matanya memancarkan aura membunuh. Dia berjalan ke arah Darren, Hyuk waspada. "Aku ingin memukulmu! Tapi, urusan saudariku lebih penting! Aku meminta bawahanku bergabung dengan Are. Bagaimana denganmu Hyuk?"
"Mereka sudah kesana, aku dengar lokasi Valerie sudah ditemukan!"
__ADS_1
"Dimana dia?"
Ponsel Darren berbunyi dari Are. "Are mengirim lokasi Valerie ayo!"
Mereka bergegas berangkat menggunakan mobil yang berbeda. Suatu kebiasaan ketika bepergian. Jika mereka berada dalam satu mobil, ketika terjadi bahaya akan sangat menguntungkan musuh. Mereka bisa di habisi dengan mudah.
.
Mobil hitam melaju di depan. Didalam nobil Darren mengepalkan tangannya, dadanya tiba-tiba terasa sakit. Dia merasakan ada yang memukulnya, saat itu pikirannya melayang mengingat Valerie. Berharap rasa sakit ini tidak berkaitan dengan istrinya. Dia tidak ingin Valerie merasakan sesak di dadanyadadanya atau terluka.
"Valerie, sampai mereka melukaimu. Akan kupastikan tanganku di penuhi Darah!"
Darren tidak ingin menghubungi Ho Young. Masalah kemarin yang membuat anaknya diculik cukup menyadarkan Darren bahwa dia tidak bisa membiarkan Ho Young terlibat. Lagipula, dia tahu sahabatnya itu sedang melakukan misi pribadi. Terkadang sesuatu yang tidak memungkinkan akan jadi mungkin jika kita berusaha mencapainya.
Dia memberitahu Ho Young, seharusnya sejak lama dia menjalani hidupnya dengan memikirkan masa depan dan jangan terpengaruh oleh masa lalu. Begitupula dirinya. Sebelum dia memikirkan hal lainnya, mobil sudah berhenti. Di depan, dia melihat mobil tim Elang dan para bawahan sahabatnya. Darren bergegas turun tanpa memikirkan rintik hujan yang baru saja menyapa.
"Bagaimana?"
Kedua orang yang ikut dengannya juga mendekat. Mereka berdiri di samping Darren menunggu Are membuka mulut. "Itu benar-benar Nyonya tuan. Saat tim Elang tiba mobil putih di bawa sana sengaja di jatuhkan seperti mereka berusaha menghilangkan jejak. Ketua Tim Elang sedang mengejar mereka."
Ketiga pria di depan Are mengeratkan kepalan tangan. Berusaha menahan amarah, Darren merapatkan giginya. Berikutnya dia bersuara kepada Are. "Bawa pistolku ke sini Are!"
Hyuk dan Frederick kaget, untuk pertama kalinya Darren meminta hal yang sudah di lupakan. "Darren tenanglah, jangan sampai hilang kendali!" Pesan Hyuk.
"Aku menahan semuanya dan mereka pikir aku begitu mudah di tindas! Wanita kurang ajar itu berani sekali menganggu istriku! Aku akan menghancurkannya! Siapapun termaksud orang-orang yang membantunya."
Kalimat panjang Darren mungkin hanyalah kalimat sekedar ketika marah. Tapi bagi seorang suami, itu adalah janji kepada istrinya bahwa dia akan menyelamatkan dirnya dan menghancurkan siapapun yang berusaha menyakitinya.
Diiringi hujan yang bertambah deras, Darren menerima telepon dari Tim Elang. Dia menjelaskan bahwa ada yang aneh ketika mereka melakukan pengejaran. Hal aneh itu, terus berulang karena itu mereka mengecek CCTV kota atas bantuan Detektif Cha.
__ADS_1
"Saya jelas melihat mereka masuk kedalam gedung tidak terpakai tuan, tetapi ketika saya mengecek kedalam gedung itu kosong. Lalu telepon dari tim saya yang lain juga mengatakan hal yang sama. Karena itu saya mengecek CCTV dan tidak ada. Seolah-olah kami mengejar hantu, semua CCTV itu bersih. Tidak ada mobil yang kami kejar dan hanya mobil kami saja yang tertangkap kamera. Saya merasa ada kejanggalan. Bagaimana jika anda memanggil Tim Beruang hitam kembali?"
Tim Beruang hitam adalah tim yang dibentuk secara rahasia dan tim keamanan pertama milik Darren. Semua orang yang direkrut adalah mantan pasukan khusus atau tentara elit di kesatuan. Tetapi karena suatu hal, tim itu telah lama tidak bertugas. Memanggil mereka kembali sama dengan mengungkit kelamnya masa lalu Darren.
Hyuk dan Frederick saling pandang. Mereka yakin, Darren tidak akan memanggil Tim itu kembali. Jika benar dia sudah gila. Sampai semua orang tahu apa yang terjadi saat itu, dia tidak lagi menjadi Darren yang dihormati. Karirnya juga ikut lenyap dan bagaimana dengan Valerie? Apakah wanita itu akan tetap bertahan?
Namun, pandangan Darren kepada kedua sahabatnya berbeda. Dia memandang dengan tenang dna percaya diri.
...🖤...
Lee Jong Seok, menghadiri rapat pemegang saham. Agenda yang dia hadari untuk membahas masalah scandal Darren dan solusi terhadap saham yang turun.
Saat dia masuk ke lobby semua orang heran. Hal itu tidak pernah terjadi. Dia naik ke lift khusus CEO. Ketika lift terbuka di lantai bertuliskan CEO area, dia keluar. Didepan lift sudah menunggu CEO dan beberapa pemegang saham. Sapaan-sapaan yang datang, entah itu tulus atau tidak dia tersenyum dan menerima jabatan tangannya orang-orang itu.
Diruang rapat, dia menerima lapora dari humas. Semua dokumen pendukung scandal itu sudah dia lihat. Lee Jong Seok heran bukan main, mengapa foto anaknya dan wanita itu diedit seolah-olah mereka bersama. Dia cukup prihatin dengan media dan publik. Apakah foto seperti itu layak di katakan sebagai scandal? Bertanya pada dirinya yang tentu tak objektif.
Dilempar dokumen itu ke tengah meja. Dia marah. "Saya heran, kalian ini bukan anak kecil kok bisa terpengaruh oleh foto yang jelas hanya editan? Kalau media membesarkan masalah ini, bukankah tugas kalian membuatnya tidak diliput? Untuk apa anakku mempekerjakan tim humas? Jelas bukan untuk menghamburkan uang begitu saja!"
"Sebelum hari gelap, saya ingin harga saham kembali stabil dan menjadi keuntungan bagi perusahaan dan selidiki wanita ini. Anakku tidak mempermasalahkan gosip kemarin karena dia merasa kasihan, jika wanita ini harus kehilangan pekerjaan. Tetapi ini sudah diluar kendali. Apa yang dilakukan ketua keamanan Hill Group? Kenapa dia tidak ada disini?" Tanya Lee Jong Seok.
"Bagian humas telah menyelidiki latar belakang wanita itu tuan, terbukti bahwa dia masuk atas rekomendasi Ketua keamanan. Kami sedang mencari keberadaan Hwang il young, sejak 3 hari lalu dia tidak datang ke perusahaan."
"Anakku menyerahkan posisinya agar kalian bisa mandiri, dia memberi yang terbaik pada karyawannya tapi inikah yang dia dapatkan? Kalian akan menghancurkan perusahaan ini!? Saya memberi waktu. Jika masalah ini tidak selesai sebelum gelap, siapkan surat pengunduran diri kalian!"
.
.
.
__ADS_1