The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 102 : Frederick bertemu Rania


__ADS_3

"Darren Tahu?" tanya Frederick.


"Tidak. Darren bertemu dengan Yu Min saat mereka duduk di bangku SD. Yu Min yang periang sangat menyukainya dan terus mengejar Darren, tapi kau juga tahu sejak dulu Darren bukan pria yang mudah di dekati,"


"Lalu, sampai acara perpisahan sekolah Darren mendapat peran sebagai pangeran dan Yu Min menjadi putri. Kau tahu, putri kecilku sangat menanti-nantikan moment bersama Darren, aku sampai harus menyembunyikan dari Keluarga Han. Foto yang kau lihat di bawah adalah foto saat acara perpisahan. Aku memohon pada Darren, tepatnya."


"Yu Min ingin membuktikan pada semua orang termasuk Darren, dia bisa sukses tanpa bantuan keluarga Han. Namun, itu hanya perasaan bertepuk sebelah tangan, saat pulang Yu Min mendengar pertunangan kakaknya dan Darren. Hatinya hancur, dia berangkat menjalankan misi dan berakhir gagal, wajahnya tidak dikenali lagi."


"Bertahun-tahun aku menyimpan dendam pada keluarga Han dan Lee."


Panjang Dokter Han menjelaskan..


Frederick belum sepenuhnya paham. Jika benci kenapa pada akhirnya dia masih bersama Nyonya Rania? pikirnya.


Pria paruh baya itu dapat melihat bagaimana Frederick memandangnya. Dia tersenyum kencut, tentu tahu penilaian baik bukan untuknya.


"Karena cinta berpuluh-puluh tahun lamanya. Kalau hatimu sudah memutuskan, kau akan sulit melepaskan. Begitu, perasaanku pada Rania,"


Frederick tidak ingin menghardik, dia juga bukan manusia sempurna. Tetapi terkadang ekspresi dan bahasa tubuhnya tidak bisa dia kendalikan, saking kecewa atas perlakuan yang terima sahabat baiknya.


Dokter Han mengerti, dia melanjutkan apa yang harus dia ceritakan.


"Saat mendengar dia merencanakan semua itu aku tidak setuju, karena jika berhasil wanita yang dinikahi Darren akan mendapat posisi penting di dalam keluar Lee, lalu bagaimana dengan anakku? dia akan semakin terpuruk,"


Dokter Han memandang Frederick dengan perasaan terluka.


"Rania tahu aku tidak setuju karena itu dia mencari adikku meminta bantuan. Adik yang bermusuhan dengan kakaknya, bukankah itu menjadi lebih baik? dia membantu keluarga Darren karena tidak suka padaku dan Yu Min,"


Kembali dia berhenti, dokter Han meneguk anggur di gelasnya. Pandangannya beralih pada foto kecil di atas meja kecil.


"Lalu, aku berpikir dari sisi lainnya. Jika, jika rencana Rania tidak berhasil, bagaimana itu bisa menguntungkan anakku? itu hal yang paling pertama akupikirkan. Setelah dipertimbangkan, aku memutuskan untuk diam, tidak menolak dan terkadang membantu agar rencana itu tidak sesuai yang di inginkan Rania."


Mereka hanyalah anak kecil yang memakai topeng orang dewasa, pikir Frederick.


Aku tidak bisa.


"Kalian, bertarung untuk kepentingan masing-masing. Menarik orang yang tidak bersalah masuk ke jurang, lalu mengatakan untuk kebaikannya, ini dan itu. Jujur, aku tidak melihat kalian sebagai manusia, kalian hanyalah iblis yang menyerupai manusia. Orang yang belajar menyelamatkan orang lain dan membantu orang lain ternyata punya sisi busuk." sarkas, pria itu.


Semua perkataan Pria muda itu benar, Dokter Han setuju atas semua kalimat yang keluar dari mulut Frederick. "Kau benar, aku hanyalah manusia berhati busuk. Hanya untuk kepentingan putrinya, aku menghianati perasaan seorang ayah. Untuk menyokong putriku, seorang ayah lainnya harus menderita rasa sakit karena melihat anaknya hancur."


Frederick terdiam, wajahnya mengeras.


"Luka itu mulai terbuka, penyesalanku hanya akan menjadi kalimat tanpa ketulusan belaka."

__ADS_1


"Tidak, kau salah. Jika itu benar penyesalan, maka itu bukan kalimat tanpa ketulusan. Valerie pasti tahu itu."


Dokter Han tidak bisa menahan senyum diwajah tuanya.


"Terima kasih, kau bisa menemui Rania di atas jika ingin mendengar detailnya. Aku hanya tahu sampai di sana." Dokter Han berdiri dari sofa memanggil Rura dan keluar dari ruangan.


Frederick memijit pelipisnya, menghela nafas dan berdiri untuk menemui Rania.


Sebuah ruangan terbuka lebar, sosok wanita berdiri membelakanginya dengan balutan dress sebetis berwarna maroon.


"Kau sudah datang?" dia berbicara lalu berbalik. Pandangannya jatuh pada pria yang juga sedang melihatnya.


"Beruntung sekali memiliki teman yang mendukung dan melindungi, benar?" kata dia lagi.


Frederick masuk berjalan ke arah wanita itu. Mereka saling berhadapan.


"Dari sisi mana anda berpikir bahwa keputusan yang anda ambil merupakan yang terbaik untuknya?" Frederick tidak perlu berbasa-basi.


"Menurutmu, itu bukan yang terbaik? lalu boleh aku bertanya apa yang terbaik dan apa yang tidak."


Api tidaklah datang tanpa asap yang jelas.


"Tentu itu bukan yang terbaik untuk Valerie, anda bersikap tidak tepat pada tempatnya." ujar Frederick, dia tidak akan mengambil keputusan yang sama jika berada di posisi wanita itu.


Rania diam.


Masih tetap dalam mode diam.


"Meski keduanya adalah alasan, anda tidak perlu khawatir! Sebab Darren bukan orang yang sama seperti ayahnya dan Valerie bukan anda."


Rania tersenyum tidak menanggapi kata-kata pedas Frederick. Pandangannya jauh ke belakang.


"Ini seperti perasaan dikhianati, untuk pertama kalinya aku mendengar Darren akan menikah. Saat itu, rekan baik ayahnya menerima pemberitahuan dari pemegang saham jika Darren menikah di Indonesia tanpa di dampingi keluarga dekat. Bahkan teman-temannya saja tidak diberitahu. Karena penasaran, aku berangkat dan melihat sendiri siapa dan kenapa dia menikah. Namun, tida ada yang tahu alasan sebenarnya."


Tangannya memeluk tubuhnya.


"Aku hanya melihat ada yang aneh dari pernikahan keduanya. Setelah acara resepsi, mereka langsung berangkat ke luar negeri, satu kembali ke Korea dan satunya berada di taiwan. Alasannya adalah karena pekerjaan, pengantin wanitanya selalu berpindah-pindah negara karena pekerjaan tetapi tidak pernah menetap di Korea. Aneh, aku mulai curiga. Bagaimanapun mereka pengantin baru,"


"Setelah bertahun-tahun, aku menyadari bahwa mereka menikah hanya untuk mendapatkan kepercayaan pemegang saham. Waktu itu Darren terlibat scandal dengan seorang model asal amerika."


Frederick tahu scandal itu, dia mendengar harga saham Hill co turun drastis dalam semalam. Hal itu pasti mempengaruhi posisinya walau dia pemilik, apalagi saat itu dia menjabat sebagai CEO. Tapi, ini pertama kalinya dia mendengar alasan pernikahan keduanya karena scandal. Valerie mengatakan hal yang berbeda.


"Alasan pernikahan yang anda katakan tidak valid, masih dugaan" ucap Frederick.

__ADS_1


Rania menaikkan bahunya.


"Hubungan yang mungkin akan berakhir itu, aku putuskan untuk ikut campur. Di Jepang, ada kabar bahwa Valerie diculik oleh rekan bisnis Darren, entah apa yang terjadi suaminya tidak mendapat kabar apapun. Belakangan kita tahu bahwa Darren mengalami kecelakaan mobil dan ada penghianat dalam kediamannya,"


"Rencana itu datang kepadaku, saat Darren melakukan pemeriksaan kesehatan keseluruhan. Kau tahu kan, keluarga Lee punya peraturan khusus pewaris, dia harus melakukan pemeriksaan untuk membuktikan bahwa tubuhnya sehat dan bisa memiliki keturunan."


"Boleh aku memotong?"


"Ya,"


"Darren setuju untuk melakukan cek up? setahuku dia tidak pernah setuju untuk menjadi pewaris?"


Rania mengangguk. "Deora adalah ibu bagi Darren, semua perkataannya akan didengarkan oleh anak-anak yang terlahir dari keluarga itu. Statusnya adalah Nyonya besar keluarga Lee, dia harus memikirkan masa depan keluarga."


Hm


Tenggorokannya serak.


Bayangan-bayangan masa lalu selalu menghantuinya, wajah pucat Valerie tidak pernah meninggalkan ingatan.


"Kau tidak melihat bagaiman luka ditubuhnya. Aku takut penyiksaan itu akan menjadi rasa sakit yang tidak bisa dia tanggung. Hipnoterapi, satu-satunya cara. Jika dia bisa melupakan semua rasa sakit maka dia harus melupakannya."


Rania menghembuskan nafas berat. "Aku tidak pernah berniat menyakitinya." dia berhenti sebentar, mengingat kejadian yang telah berlalu masih terasa menyakitkan.


"Lalu soal kehamilan Valerie, aku minta tolong pada adik Dokter Han, dia membantuku melakukan inseminasi buatan setelah mengambil sampel untuk pemeriksaan Darren dan dikirim ke Jepang."


Frederick mendengarnya tanpa memotong, matanya terpejam merasakan sesak datang lagi di dadanya.


"Mungkin kau sudah mendengar dari Dokter Han bahwa anaknya Yu Min menyukai Darren, itu bukan sekedar kisah cinta anak perempuan menyukai anak laki-laki, tetapi wanita dewasa yang berusaha mendapat pria dewasa."


"Dan ini informasi paling rahasia, aku hanya akan mengatakan sekali, Yu Min adalah informan Lim Sujong! kalian harus berhati-hati."


Frederick sudah mengatakan beberapa kali dalam pikirannya bahwa wanita itu berbahaya. Dia mengepalkan telapak tangannya.


"Aku sempat kaget saat Darren menghancurkan perusahaan besar di sana." kata Frederick. Ia mengingat berita yang di terima membuat kepalanya sakit.


Rania memegangi pundak Frederick.


"Tapi Frederick, kau dan Darren sudah berbaikan? sejak kapan kau tahu dia dan Valerie menikah? Kau tidak marah? bukankan hubunganmu dengan Valerie..."


Pria itu menggeleng. "Valerie menelepon ku saat dia kabur dari rumah Darren, Kalau bukan karena Valerie mengancamku, anakmu sudah berada di ruamah sakit, asal kau tahu. Hubunganku dengannya adalah privasi."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2