The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 29 : Larry pembawa berita 2


__ADS_3

Begitu melihat Larry, Pengawal Darren langsung menunduk. Larry membalas dengan anggukan kepala dan menunjuk ruangan Darren. "Darren di dalam?"


"Iya tuan."


"Dia tidak sibukkan? aku datang tanpa kabar."


Are mengangguk, tidak masalah baginya karena Darren tidak punya jadwal bertemu klien setelah rapat tadi. Mereka dipersilahkan masuk oleh Are, Valerei duduk lebih dulu. "Valerie, kau mau minum apa?" Larry yang sibuk dengan kulkas mini di ruangan Darren. "Apa saja"


Hal yang paling disenangi Larry yaitu mengobrak-abrik kulkas sahabatnya.


"Darren, kau tidak punya bir?"


"Kau tahu aku tidak minum!"


"Tapikan aku minum." dia mengambil minuman bersoda untuk diri sendiri dan memberikan valerei susu strawberry, dia memberikan 2 untuk sahabatnya. "Ini"


Valerei mengambilnya dan meminumnya. "Tidak ada yogurt, jadi kuberikan susu." Valerei mengangguk mengerti pada Larry.


Darren melihat gerak-gerik Larry, lalu berjalan ke arah sofa. "Ada apa? kau datang tanpa kabar"


"Aku tidak sempat menelepon. Ah aku mengajak Valerie, kau tidak keberatan kan?"


Dia tidak memberi jawaban atas apa yang Larry sampaikan. "Ada apa?"


"Kau membeli pulau pribadi?" Darren tidak kaget, Valerei lah yang kaget, kenapa Darren tidak bilang?


"Pulau pribadi apa?"


"Kudengar dari beberapa karyawanmu kau beli pulau itu dari Hyuk untuk seorang wanita!?"


Wajah Valerei mengeras, dia tidak datang ke sini untuk mendengar gosip kalau suaminya punya wanita lain, masalah kemarin saja belum selesai.


"Kau berkencan dengan seorang karyawan? ternyata kau suka type seperti itu?" tambahnya lagi, secara tidak sadar membuat Valerei meremas botol susu kecil hingga penyok. Hal tersebut membuat Larry dan Darren berbalik melihatnya. Valerei sendiri kaget dan langsung melihat botol ditangannya yang sudah tidak berbentuk seperti semula.


"Maaf, toilet dimana?" tanya Valerei, Larry menunjuk sebuah pintu berwarna coklat. Dia pergi masih dengan memegang botol susu itu.


...🖤...


Di toilet, valerei melempar botol itu ke tempat sampah lalu mencuci tangannya. sebelum keluar, dia melihat dirinya di cermin besar, mengatur nafasnya.


...🖤...

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Darren


"Kau tidak tahu? karyawan mu bergosip kau seorang sugar Daddy."


"Bukannya kau terlalu tahu apa yang karyawanku lakukan?"


"Tentu saja, lihat!" Larry memperlihatkan Darren chat group yang isinya karyawan Darren.


"Mereka bilang kau punya pacar yang bekerja diperusahaan. Namanya aku lupa, dari bagian administrasi."


Darren dengan santai membalas. "Aku tidak kenal siapa yang kau maksud."


"Lihat? mereka bilang wanita itu sudah mengaku bahwa kau pacarnya." dia menunjuk-nunjuk ponselnya.


Saat Valerei keluar dari toilet, Larry memanggilnya dan memperlihatkan chat tadi. Valerei membacanya dengan seksama, baca! dengan seksama. "Kalian, jangan bilang-bilang ya, aku ingin ini menjadi rahasia?" Valerei membaca pesan yang dikirimkan wanita itu ke group.


"Kenapa kau bisa ada didalam group?" tanya Valerei saat sadar ini ponsel Larry.


"Aku?" Larry tertawa, "Kau kan tahu, aku kepo"


"Ya, tidak heran." Valerei memberikan ponsel Larry kembali. Dia diam tidak bicara lagi.


Larry kembali melihat Darren. "Kau benar-benar tidak punya hubungan sama wanita ini?" Larry skeptis


"Tentu saja, menganggu sahabatku adalah kebahagiaan." biasanya Larry akan menghindari Darren. Namun, berhubung dia sedang galau dan butuh sedikit hiburan. Sementara Ha joon tidak bisa di ganggu, maka sedikit berani juga tidak apa-apa.


"Aku hanya punya seorang istri dan wanita itu? aku tidak kenal!" Darren jarang berbasa-basi.


Agak muak mendengar sahabatnya berbohong berbicara tentang punya suami dan istri. "Hei, kau seperti Valerie saja"


"Aku kenapa?" Valerei bertanya dengan malas.


"Kau juga bilang sudah punya suami." Ucap Larry.


Darren melihat Valerei agak lama membuat Larry mengangkat alisnya sebelah. "Kau bisa jatuh cinta jika melihatnya terlalu lama." Darren berpaling melihat Larry. "Jika benar, aku mungkin sudah jatuh cinta."


"Ohh, itu tampak menggelikan saat kau mengatakannya. tapi Darren, kau bisa jatuh cinta dengan siapapun kecuali Valerei."


"Memangnya kenapa?" tanya Valerei


Larry melihat Valerei seperti melihat adiknya sendiri. "Kau mungkin tidak bisa menerima masa lalunya. Aku tidak ingin kau terlibat untuk hal-hal yang menyakitkan."

__ADS_1


"Tapi aku sudah terlibat." suara kecil yang keluar dari mulut Valerei bisa didengar Darren


"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Larry.


"Aku lapar lagi, ayo pulang." ajak Valerei. Sudah lelah bermain seharian.


Darren berpikir bagaimana caranya dia akan memberitahu Larry hubungannya dengan Valerei. Dia tidak masalah jika harus dibenci tapi istrinya, mungkin akan sedih. bagaimanapun Larry sudah dia anggap seperti keluarga.


Larry pamit pulang, dia mengantar sampai ke pintu. Larry jalan lebih dulu, di belakangnya Valerei dan Darren mengikuti. Saat diambang pintu, Darren membisikkan sesuatu kepada istrinya. "Aku tidak selingkuh" Valerei tidak menghiraukan sampai Darren mengangkatnya dari belakang dan membawanya kebelakang pintu.


Larry akan berbalik mendengar suara agak gaduh tapi Are memanggilnya. "Pak Larry? apa saya bisa minta tolong?"


"Oh ya?" dia akan berbalik lagi tapi Are sampai memegang tangannya. "Komputer saya sepertinya sedang diretas, bisa anda melihatnya." dia tidak berbohong, memang komputernya bermasalah, dia sudah menelepon bagian IT perusahaan untuk mengurusnya, mendadak otaknya bekerja dengan keras mencari alasan untuk membuat bosnya punya waktu bicara dengan istrinya.


Dia tidak bisa menolak, Sudah lama dia tidak bermain-main dengan komputer, terlalu asik dengan dunia malam membuat Larry meninggalkan banyak hobi sehatnya. Larry berjalan ke meja Are memeriksa komputer asisten sekaligus sekretaris Darren. "Sepertinya butuh waktu."


"Kalau tidak menganggu anda pak, terima kasih." Are membungkuk mengucapkan terima kasih, dibalas dengan anggukan Larry. Jari-jarinya sedang menari memperlihatkan betapa profesionalnya dia.


Sesaat setelah selesai, dia berbalik dan mendapati Valerei berdiri dibelakang dan Darren yang menelepon seseorang memunggunginya. "Terima kasih pak" dia berterima kasih untuk kedua kalinya.


"Lain kali kalau aku tidak sibuk, akan ku ajari caranya memperbaiki komputer." dia berbicara kepada Are dan beralih melihat punggung Darren. "Teknisi IT perusahaan mu terlalu lambat dalam bekerja Darren."


Sebenarnya, mereka tidak terlambat. Tapi saat Larry sedang memperbaiki komputernya. dia, Are memberitahu mereka jika komputer sudah baik-baik saja. tentu saja mendengar itu mereka tidak jadi datang.


Valerei diam saja. "Ayo Va!" ajak Larry


Dia menepuk pundak Darren, "Aku pulang." Darren yang sejak tadi sibuk menelepon berbalik dan mengangguk.


Mereka berjalan ke lift di temani Are. Asisten Darren itu menekan tombol dan terbukalah lift. Larry dan Valerei masuk, menekan tombol B1. Mobilnya sudah dipindahkan oleh karyawan Darren ke tempat parkir. "Kau mengganti warna lipstick mu?" tanya Larry yang penasaran.


Valerei melihat ke arah Larry. "Tidak, kenapa?"


Dia memiringkan kepalanya. "Em, bukannya tadi kau memakai warna yang agak terang?"


Dia mengambil kaca di tasnya. "Oh, tadi mungkin terhapus."


"Ah, benar. tadi kau minum susu." Larry luar biasa peka terhadap apapun soal penampilan. playboy cap panda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2