
Sepanjang malam Ho Young sibuk, dia duduk diantara manusia yang terkulai tidak berdaya dilantai. Tangannya yang basah di lap bersih menggunakan kain sapu tangan milik Yun.
"Kau tidak harus menghancurkan semuanya." Melihat sekeliling. Ho Young terlalu bersemangat saat membantai kelompok Hari.
"Yun, aku berbelas kasih tidak menjatuhkan bom di sini." Bom yang dia maksud bukan dalam pengertian sesungguhnya.
Dia mengangguk, meminta beberapa anak buah Ho Young keluar memastikan keberadaan bos besar Kelompok Hari. Sayang sekali, batin Yun. Mereka tidak menemukan Pria dengan tato bunga mawar hitam di lehernya.
"Jangan terlalu terburu-buru, kita akan menemukannya cepat atau lambat!"
Berdiri memutar telunjuknya, kode yang biasa dia pakai saat meminta anak buahnya berkeliling daerah sampai beberapa kilometer dari target. Gedung ini menjadi saksi, cepatnya serangan Ho Young.
.
Mereka tidak berkutik, Ho Young melipat tangan di depan mereka dan mengambil pemanik dari kantong jaket kulitnya, memainkan berputar. Matanya terus memperhatikan mangsa di depan dengan senyum sinis khas.
"Dia sudah lari," katanya.
"Apa maksudmu!?" Nafasnya tersengal. Kakinya gemetar, dia berpijak di atas bangku kayu yang siap di tarik.
"Siapa yang memberi perintah?"
"Tidak ada," Tidak ada tenaga untuk melawan namun dia tidak bisa mengatakan kebenaran kepada orang yang berada di depannya. Kepalanya sudah pening sejak tadi.
Ho Young memerintahkan orang-orang untuk membawa 4 anggota kelompok Hari yang sedang digantung. Mereka naik ke mobil menuju gudang yang penuh dengan drum. "Berat bukan? Berada di kelompok Hari, bukankah sangat sulit? Kalian harus membunuh kerabat hanya untuk membuktikan diri setia pada mereka. Anjing-anjing itu suka sekali tampil!"
Dia pernah bertemu dengan seorang Pria tua yang harus kehilangan adiknya karena anaknya mengikuti kelompok Hari. Bukan hal yang asing lagi bagi Ho Young melihat peraturan seperti itu. Tapi bagaimanapun dia merasa ada yang bergemuruh menembus dadanya.
Yun datang membawa ponsel lalu dia serahkan kepada Pria itu. "Ho Young, kita harus pergi."
Ponsel itu berada di tangan Ho Young. "Ada apa?" Tanya dia saat telepon sudah menempel di telinganya.
__ADS_1
Orang yang berada di ujung telepon sana tidak pernah bermimpi harus menghadapi situasi seperti ini. Tangannya gemetar, perlahan dia katakan perkara yang mungkin membuatnya di pecat. "Tuan kita dijebak, mereka membawa Tuan muda."
Yun mengambil ponselnya sementara Ho Young masih melihat ke depan. "Lacak!" Nadanya meninggi, meminta anak buahnya yang berada di belakangnya melacak lokasi kelompok yang membawa anak dari Ho Young.
"Tidak ada yang bisa lepas darinya, sama seperti kau akan kehilangan orang paling berharga dalam hidupmu, tidak ada bed---"
Doorr
Bukannya melanjutkan kalimat yang dia lemparkan ke Ho Young, rintihan keluar dari mulutnya. Dia menahan pundak yang mengeluarkan darah karena terkena tima panas.
"Kalau semudah itu menghancurkanku, sama sekali tidak menarik!" Ho Young meminta anak buahnya menggantung ketiganya.
"Nyawa itu berharga, walau pekerjaan kita berada di kegelapan." Dia memberi kode agar ketiga orang dari kelompok Hari di bereskan tepat waktu.
"Sayang sekali, kalian diberi kesempatan dan akhirnya menyia-nyiakan peluang." ujar Yun menggeleng. Dia mengikuti Pria itu keluar.
Tidak ada yang berani berbicara, begitupun Yun yang sudah akrab dengannya. "Lokasinya tidak akurat." kata Yun memberi tahu tangan kanan Ho Young.
Yun ingin menekan nomor Darren tapi Ho Young menghentikannya. "Tugasku adalah membantu teman, bukannya menyusahkan. Dengan cara apapun pastikan Yun aman!"
Mobil itu berhenti, Yun turun "Tentu." katanya yakin. Langkahnya menuju seberang hutan masih dalam pengawasan Ho Young. Saat gelap hampir membawanya, dia berbalik. "Jangan terluka!"
Ho Young dapat membaca melalui gerakan mulut Yun dan dia tidak bisa berjanji atas hal itu, sekarang nyawa anaknya dalam bahaya, mungkinkah dia tidak terluka?
.
Yun berjalan masuk ke hutan, dia berjanji akan menemukan Yun kecil walau dia harus menukarnya dengan nyawa dia sendiri. Bantuan sudah menunggu dia disana, sebelum ujung hutan di sisi lainnya habis. Mereka menunduk dan mempersiapkan Yun masuk ke dalam mobil.
Sekitar 15 menit perjalanan mereka, Yun turun dari mobil. Dia melihat banyak asap dan memerintah semua yang berada di belakangnya untuk mencari Tuan muda Kelompok KOM. Sementara dia ingin melihat siapa yang menyebabkan asap di tengah gudang bekas pabrik itu mengepul.
Langkahnya terhenti saat samar dia mendengar suara Dori. Dalam hati, dia bertanya mengapa Dori berada disini?
__ADS_1
.
Dori tidak bisa melihat siapa musuhnya, asap mengepul di depan membuatnya kehilangan pandangan beberapa meter. "Sialan!" Dia terlempar, tendangan mendarat di perutnya.
Uhuk
Dori merasa kesal, tidak ada yang pernah menghinanya seperti ini, selama dia menjadi bawahan Ho Young inilah saat paling terhina ketika ada seseorang yang berani menyentuh tubuhnya.
"Dori, di belakangmu!" teriak Yun
"Aku juga tahu!" Balasnya pada Yun. Pria raksasa itu berputar dalam keadaan terbaring di tanah, kakinya menendang dan mengenai seorang, dia bisa tahu dari suara kesakitan yang keluar.
"Kau masih terlalu kecil untuk melawanku!" Dia maju mencengkram leher lawan, sementara Pria yang sedang dalam kungkungan tangan besar Dori hanya bisa pasrah. Yun tahu pertarungan antara Dori dan salah satu anggota kelompok Hari ini akan memakan korban.
"Sudah Dori, dia sudah tidak bergerak." Yun berjalan dengan hati-hati, asap yang mengelilingi mereka masih mengepul.
"Keluar dari sini!" Dori berlari ke arah Yun pergi. Mereka mengelilingi Gudang dan sekitar untuk mencari Yun kecil yang katanya di sekap diarea gudang itu. Tetapi dengan rasa penyesalan, mereka tidak menemukan apapun.
Keduanya mengeram marah, mereka tidak pernah gagal dalam menjalankan misi dan kondisi saat ini adalah pengecualian. Dia menepuk punggung Dori dan meminta orang kepercayaan Ho Young mengikutinya bertemu dengan Bosnya.
Dori melihat lampu terang dari depan, semakin terang dan dekat. Sigap dia menarik tangan sang supir hingga hantama itu terhindarkan. Mobil mereka berhenti di pinggir jalan dan mobil lainnya menambrak pembatas jalan dengan keras dan terlempar hingga mobil itu terbalik.
Dori segera turun diikuti beberapa orang. Dia berniat mengecek apakah orang yang berada di dalam selamat atau tidak. Namun, belum dia menunduk, suara tembakan serta bahunya yang mengeluarkan darah menjadi saksi bahwa orang-orang itu masih hidup. Salah satu dari mereka keluar dari mobil dan mengarahkan pistol ke kepala Dori.
Yun yang berada di mobil turun, dia bergerak dengan pelan agar tidak terlihat oleh musuh. Dia berada 20 meter dari target, membidik kaki musuhnya dan...
Dorr
Musuhnya terjatuh, Dori segera menghindar agar tidak terkena tembakan spontan dari musuh.
...🖤...
__ADS_1