The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 62 : Mulai mencari, mendekat


__ADS_3

Mereka menunggu dan bernafas lega saat satu persatu tim keluar dari dalam air. Di seberang terlihat ketiga orang itu memberi arahan untuk berhati-hati terhadap bom dan memeriksa setiap bagian dari hutan. Senter yang dapat mendeteksi tali tipis yang terhubung dengan bom itu sudah di nyalakan tetapi tidak ada satupun yang tersambung dengan bom.


"Aman! Tim 4 berhasil masuk! Posisi 2 meter dari target." Sambungan itu terdengar oleh semua tim.


"Aman! Tim 3 berhasil membersihkan wilayah, tidak ada tanda pelintas!"


"10 meter, Tim 1 berhasil memasuki area!"


"Siluet tidak terlihat, wilayah 2,3,4 aman! Tim 1 di luar jangkauan, mohon untuk mengikuti area yang ditentukan!"


Tim 1 mendengar laporan Tim 2, mereka tahu tapi keadaan di lokasi tidak selalu sama seperti terakhir kali pengecekan, beberapa jalan tidak bisa dilalui akibat pohon tumbang karena itu mereka harus menyisir seberang melalui hutan. Lalu, mengikuti jalan utama meningkatkan resiko berhadapan langsung dengan musuh.


"Terlalu berbahaya untuk mengikuti jalan besar, kami melewati hutan untuk menghindari kontak langsung dengan musuh."


"5 meter dari target!" tambahnya memberi informasi.


Tim 4 menunggu Tim 1 untuk kolaborasi strategi. Mereka dapat melihat satu sama lain, sangat dekat.


Darren berhenti dan menunduk, menyalakan mendeteksi lalu menyeretnya ke segala arah. Beruntung mereka tidak menemukan apapun.


Darren. "Aman! Kita bertemu di target!"


Tim 1 dan Tim 4 sudah bertemu di depan target. Ketika bom itu akan di angkat, Darren menghalangi.


"Ada apa Tuan?"


"Mundur!" Darren bergegas bersembunyi di belakang pohon besar yang baru saja tumbang, tidak tinggal diam yang lain mengikuti.


Beberapa menit kemudian, 5 orang berpakaian hitam dengan bahan kulit memasuki area, mereka berjalan menunju target dengan santai.


Salah satu dari mereka memeriksa bom itu dan yang lainnya memandang danau. "Airnya tenang, apa itu berarti mereka belum sampai?"


"Sampai atau tidak, itu bukan urusan kita. Pastikan saja semua aman agar mereka bisa masuk ke dalam!"


"Tuan mempermudah segalanya?"


"Untuk balas dendam! Jangan mengacau!" Lalu mereka pergi.

__ADS_1


Darren sudah menduga ini begitu mudah. Dia menekan alat di telinganya. "Apa Drone bisa masuk?"


"Beberapa meter dari target tempat kalian berada ada sebuah tempat aneh dengan pohon lebat, Drone tidak bisa menjangkau, mereka dikelilingi jaring dari atas. Kalian harus mencarinya melalui jalan darat!"


Drone itu akan tersangkut jika mereka memaksa untuk melihat lebih dekat. Darren memimpin Tim gabungan untuk bergerak maju, perlahan menyusuri hutan dengan hati-hati.


"Tepat di depan, di sana lah akhirnya!" Informasi yang didapatkan dari Tim 2.


"Jaring itu mengelilingi area! Bagaimana kita bisa masuk?" Tanya salah satu anak buahnya.


"Mereka bilang akan mempermudah! Kalau begitu kita bisa masuk!"


"Tuan, ini bisa jadi perangkap! Bagaimana saya bisa melaporkan kepada Tuan Ho Young!" Keputusan dia meninggalkan Valerei adalah keputusan yang salah, kali ini dia tidak ingin gagal lagi menjalankan tugas.


"Husst!" Darren mendengar langkah kaki menuju ke arahnya, sebelum mereka bisa bersembunyi seseorang dengan pakaian yang sama seperti ke 5 orang tadi datang dari belakang.


"Silahkan Masuk!"


Suara itu membuat refleks semua orang yang berada di sana kecuali Darren mengangkat pistolnya. Bahkan Drone siap menembak dari atas.


"Ini bukan tempat seseorang masuk dengan mudah. Hanya orang-orang yang mendapat undangan yang bisa masuk." katanya lagi memandang Darren.


"Dan..." Dia berbalik untuk melihat Tim.


"Minta Tim anda yang berada di area bebatuan untuk mundur, Mayat yang mereka temukan, sebaiknya anda tidak membawanya! Mereka bagian dari urusan kami!"


Tidak ada yang bisa memerintah ketua Sayap Timur. "Kalau itu adalah perintah, maka kau salah mengira!" Dia mundur selangkah dan


Dorr


Ketua sayap timur menembak pria yang tadi bicara dengan Darren. Meski terhempas jatuh karena timah panas, pria itu masih bisa tersenyum. "Lukanya hanya goresan."


Ya, lukanya hanya berupa goresan, ketua sayap timur tidak benar-benar menembaknya.


"Tuan, kami menunggu disini!" kata Ketua sayap timur kepada Darren dan duduk di atas batu.


Dia berjanji akan membalas apa yang terjadi, rencana mereka kali ini adalah membawa Istri Darren dan anak bosnya kembali dengan selamat. Dia harus menahan emosinya agar tidak mempengaruhi semua persiapan.

__ADS_1


Darren dan pria tadi sudah tak terlihat, Ketua Sayap Timur berkomunikasi dengan semua Tim.


"Tim 1 dan 3 mundur kecuali Are, Tim 2 siap menembak."


Mereka mematuhi perintah itu, satu persatu dari mereka bergerak mundur kembali ke perbatasan masing-masing, sementara Dia dan Are menunggu Darren keluar dari sana.


"Terlalu banyak orang membuat pergerakan kita terbatas, karena mereka sudah tahu."


Are mengangguk, mereka menunggu sambil menganalisis daerah dimana mereka berada. Drone yang disiapkan berputar melihat area yang mungkin bisa dipergunakan untuk masuk ke dalam. Tetapi lagi-lagi jangakuan drone terbatas. Berbeda dengan area villa milik keluarga Lee, mansion itu tertutup dengan pohon-pohon lebat. Jika memaksa untuk turun lebih jauh, dronenya bisa tersangkut.


Ketua sayap timur berbalik melihat danau yang mereka lewati tadi, sunyi. Dia tidak mendengar adanya suara mahluk hidup.


Srekk srekk


Otomatis membuat kedua orang itu terjaga, mereka mencari sumber suara. Semakin dekat dan semakin intens. Alat pertahanan sudah berada di gengaman, sebelum mahluk apapun itu mendekat mereka telah siap.


Srekk Srekk


Are berdiri, perlahan dia maju mendekat. Sementara Ketua sayap timur berjaga di belakangnya. Semak-semak setinggi perut Are bergerak, sebelum tangan dia sampai seekor kelinci melompat keluar. Wajah tegang mereka berubah menjadi canggung, hanya karena kelinci lucu yang baru saja berlari kearah danau. Dibodohi dua kali.


Tawa kecil keluar dari mulut anak buah Ho Young, karena terlalu khawatir, seekor kelinci saja bisa membuat mereka gemetar. Dia menepuk pundak Are memintanya kembali duduk.


“Kau punya keluarga?” tanya dia kepada Are tetapi menghadap ke tanah.


Are mengangguk sekilas.


“Aku dulu punya istri, tapi dia harus pergi lebih dulu bersama anak kami yang belum melihat dunia ini.”


“Ya, saya dengar bahwa banyak dari pengikut tuan Ho Young yang telah kehilangan keluarga karena pekerjaan mereka yang berbahaya.”


“Semua pekerjaan punya resiko masing-masing. Pekerjaan sepertI kita mungkin tidak direstui memiliki keluarga. Melihat mereka harus berkorban untuk keamanamu sangat menyakitkan.”


Keduanya memandang masa depan masing-masing. Begitupun pria yang baru saja masuk untuk menyelamatkan istrinya. Dia juga berharap harapan yang baik, agar sang istri tidak berkorban untuk keselamatan diri seorang. Namun, setiap perkara di dunia ini selalu menjadi misteri. Masa depan yang kita inginkan selalu dibayang-bayangi oleh masa lalu dan kini.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2