The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 54 : Keluarga Rey


__ADS_3

Elena memegang dahi anaknya yang sedang terbaring di kasur. "Cepat sembuh nak." Ujarnya berlinang air mata.


"Biar aku yang jaga, kamu istirahat dulu" suaminya tidak tega, Elena tidak tidur sejak semalam. Kalau dibiarkan dia bisa sakit, batin Rey.


"Aku tidak apa-apa," katanya bersikeras berada di sisi Leon.


"Kau bisa sakit Elena! tidurlah dulu." Tegas Rey pada istrinya yang keras kepala.


"Apa Kak Vi belum bisa dihubungi?" tanya dia khawatir sembari melirik Leon.


"Belum, mungkin Vi sedang banyak kerjaan."


"Aku merasa ada yang aneh saat terakhir kita ketemu Kak Vi, perasaan ada yang terjadi tapi dia tidak ingin memberitahu kita."


"Perasaan mu saja sayang! bukannya Vi memang orang yang tertutup soal masalah pribadi? mungkin di antara kita hanya hyuk yang tahu!?" mengangkat bahunya.


Tidak, Ada yang lebih dari itu. Kak Hyuk belum bisa dihubungi, Kak fed juga belum menghubungi ku, artinya dia juga tidak tahu ada yang terjadi. Pikiran Elena dipenuhi tanda tanya.


"Sudah, berbaring saja kalau begitu." Dia menarik istirnya tidur di pangkuannya.


Elena tidak bisa tidur, bukan hanya soal anaknya yang sedang sakit tapi juga karena Valerei yang entah mengapa terlihat aneh tapi dia tidak bisa menemukan apa yang aneh darinya.


Dia hanya memandang langit-langit kamarnya.


...🖤...


2 Hari setelahnya di Apartemen Bent Hill, Tidak ada bagian dari apartemen ini yang kotor, Elena membersihkan itu berulang kali karena terlalu bosan. Dia duduk setelah acara mandinya selesai dan menghubungi Valerei dan Hyuk, beberapa kali mencoba akhirnya hanya cemas yang didapatkan. Keduanya tidak dapat dihubungi. Seperti hilang ditelan bumi, sama seperti beberapa hari yang lalu. Dia mencoba dan berakhir gagal.


Sementara Ji Hyo masih belum mau ditemui, dia terus saja bertemu dengan orang-orang jahat itu. Berapa kalipun diberitahu kebenaran, Ji Hyo tetap pada keputusannya untuk bercerai. Bahkan saat ini Ji Hyo sudah keluar dari Kediaman Wang, memutuskan untuk hidup sendiri. Tentu saja, karena hasutan orang-orang itu. Elena sendiri tidak bisa membujuknya.


Suaminya sudah berangkat kerja begitupun anaknya yang sudah masuk sekolah. Setiap hari dia akan sendiri sampai keduanya pulang. Rey bukannya tidak cemas, dia sudah meminta izin istrinya mencari seorang asisten rumah tangga untuk menemaninya jika dia sedang bekerja. Namun, trauma itu masih ada, mudah percaya pada orang bukanlah keahliannya setelah kejadian beberapa tahun lalu di mansion Rey.


"Apa aku ke apartemen Valerei saja ya? tapi kalau dia tidak di apartemen kan jatuhnya datang sia-sia." Dia menimbang untuk menemui Valerei. Terakhir kali dia datang, password apartemennya sudah berubah karena itu dia tidak bisa masuk. Itu yang Elena maksud dengan kata sia-sia.


"Masih jam 2 siang, kalau ke perusahaan Rey, dia pasti sibuk, jam makan siang juga sudah lewat." Serba salah.


Tring, pesan masuk ke ponselnya. Dilayar tertera nama pengirim adalah suaminya Rey. Di dalam pesan itu sang suami melupakan dokumen penting di rumah dan seseorang dari perusahaannya akan mengambil dokumen itu.


Namun, nama orang yang akan mengambil dokumen itu menjadi beban pikiran Elena. Dia tidak tahu siapa Rubi. Main tebak-tebakan seperti nama perempuan, sekretaris baru? batinnya. Penasaran dia membalas.


Kemudian dia membalas pesan Rey, menanyakan siapa rubi apakah dia sekretaris barunya.


...🖤...

__ADS_1


Di perusahan besar, Land Group


Rey mengirim SMS ke pada istrinya, dia melupakan dokumen penting. Tidak lama setelah itu, dia mendapat balasan dari sang istri.


Balasannya mungkin terlihat biasa saja, tapi ada makna tersembunyi di dalamnya. Rey merinding sendiri.


Dia terdiam, benar ini balasan dari istrinya tapi kenapa pembahasan nya terlalu melenceng jauh. Rey menggaruk belakang kepalanya, tentu tidak gatal.


Kemudian Rey meneleponnya, dia meminta Elena sendiri yang mengantarkan dokumen itu ke kantor.


...🖤...


Apartemen Bents Hill


Setelah telepon suaminya barusan, Elena mendapat pesan dari supir Rey bahwa dia sudah berangkat dan akan tiba 10 menit lagi. Dia berlari mengganti bajunya. Elena bahkan belum menjawab dengan kata-kata akan pergi tapi refleks sudah menjawabnya.


Tepat 10 menit, mobil yang akan menjemput Elena sudah ada di bawah, dia bergegas keluar dari apartemen tidak lupa mengambil berkas yang Rey butuhkan.


Karena terburu-buru Elena melupakan mantel hangatnya, udara hari ini cukup dingin, dia harus siap mendapat ceramah dari Rey.


"Nyonya, apa perlu kita mencari toko untuk membeli mantel hangat?" Tanya supirnya. Elena menggeleng sembari tersenyum. Sama seperti nya, supir itu khawatir Rey akan marah.


"Katanya berkasnya penting, kita langsung ke kantor saja ya!"


"Baik Nyonya!" Mereka berkendara tanpa suara setelah itu, Elena menelepon seseorang berulang kali. Namun sayang, kali ini dia pun harus menanggung kecewa, telepon itu tidak tersambung. Dia kembali menghela nafas, sudah beberapa minggu dan dia belum mendapat kabar apapun dari Valerei.


Supirnya terlihat melirik, takut dia yang menjadi teman bicara lantas dia tidak merespon. Auto kena pecat, katanya dalam hati.


Tapi setelah melihat dalam diam, dia kembali fokus pada jalanan di depan.


Tidak sampai 20 menit mereka sampai di Land Group.


Sementara di dalam gedung, Perempuan yang bernama Rubi menunggu di depan kantor Rey. Ada yang bertanya mengapa dia menunggu di depan? Karena Rey takut Istrinya akan salah paham.


Sekretaris Rey melihat Rubi dan menggeleng. Sebelum dia bicara dengan Rubi, telepon di mejanya berbunyi. Dia tahu siapa yang menelepon.


"Apa istriku masih belum sampai?" tanya Rey diseberang.


"Sudah ada di Lobby pak." jelasnya.


"Baik, terima kasih!"


Sambungan itu putus bahkan dia tidak bertanya apapun lagi.

__ADS_1


Rubi, sekretaris Pak Gun terlihat tidak nyaman berdiri sambil memakai hak tinggi.


"Duduk dulu Rubi, Pak Rey belum kasih izin kamu masuk." Sarannya. Dia tahu betul, sampai sepatu Rubi jebol dia tidak akan dibiarkan masuk karena istri dari bosnya akan datang.


"Katanya Pak Rey tidak ada tamu, kok saya belum bisa masuk Mbak?" bingung, jelas. Tadi bosnya sudah mengatakan bahwa Pak Rey tidak ada jadwal hari ini.


"Ini yang datang orang penting!" sebutnya dan kembali duduk.


"Gak apa-apa mbak di sini saja, Oh iya mbak kapan saya ke rumah Pak Rey?"


Sekretaris perempuan itu melongo. "Kemana?"


"Kata Pak Gun, saya diminta ke ruangan Pak Rey terus ke rumahnya."


"Oh, itu. Aku kira apa! berkasnya sudah di antar oleh orang penting yang bakal datang hari ini, ini sudah di lift. Jadi karena itu kamu menunggu disini? Ah tidak perlu lagi Rubi, aku kira pak Gun sudah bilang padamu."


Dia menunduk membuka sendalnya dan memakai kembali sepatu hills nya.


"Permisi, saya mau jemput tamu penting." Lalu sekretaris itu berjalan menuju lift khusus untuk CEO.


Mata Rubi mengikuti sekretaris itu. "Siapa tamunya? kok pakai lift khusus." pelan dia berbicara.


Di depan Lift, sekretaris Rey menunggu sang Nyonya rumah. Saat pintunya terbuka, dia bisa melihat sosok cantik dengan balutan dress sederhana dengan harga fantastis.


"Selamat datang ibu, Silahkan." Dia menunduk mengarahkan tangannya menuju ruangan Rey.


Sehabis mengantar Nyonya bos, sekretaris Rey kembali duduk di meja kerjanya. Namun, belum dia kembali bekerja menghadap computer, dia sudah diserbu oleh beberapa orang yang melihat sehabis rapat dibubarkan.


Tidak ada yang berbicara, sampai sekretaris Rey sendiri yang mengenalkan istri dari bosnya itu. Semuanya terdiam, begitupun wanita bernama Rubi terdiam, dia tahu gossip tentang rumah tangga bosnya.


“Jadi itu benar?”


“Aku tidak menyangka, wanita yang telah di tinggalkan bisa kembali membuka hati!”


“Pak Rey beruntung atau Nyonya itu bodoh”


Dan banyak hal lagi yang mereka bicarakan. Rey yang bisa melihat melalui cctv ruangannya menelepon sekretarisnya dan meminta mereka kembali bekerja atau mereka akan lembur tanpa uang lembur. Otomatis, kerumunan tadi berhamburan kembali ke ruangan masing-masing.


Sebelumnya di ruang Rapat


Orang-orang yang berada di ruangan rapat direksi mendapat pesan bahwa rapatnya tidak dilanjut, karena Bos mereka akan menemui klien penting. Sepenting apa? beberapa dari mereka bertanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2