The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 129 : Detik-detik


__ADS_3

Darren berusaha tenang. Dia tidak sedang memikirkan diri dan masa lalunya, yang dia pikirkan adalah Valerie. Memanggil Agen Beruang Hitam kembali bukan masalah besar untuknya. Apa yang penting dari masa lalu jika istrinya berada dalam bahaya. Dia bisa menanggung semuanya, hal itu yang berpusat dalam pikirannya.


Darren berbalik saling berhadapan dengan kedua temannya, Are yang berada di belakang Hyuk dan Frederick juga menatap Darren. "Are, kirimkan mereka sinyal!"


Mendengar perintah Darren, mereka terkejut. Bahkan Hyuk sudah maju dan memegang pundak Darren. "Apa yang kau lakukan? Bagaimana jika ada yang tahu?"


Darren melirik tangan yang berada di pundaknya sekilas. Dia menatap mata Hyuk. "Memangnya apa yang terjadi di masa lalu?"


"Kau tahu bahwa masa lalu akan menyakitimu jika dia kembali ke permukaan!" Frederick bersuara. Walau dirinya dan Darren sempat ada masalah, dia juga tidak sudi melihat sahabatnya kembali ke sana dan terluka.


"Masa lalu itu bukan milik Lee Seok Hoon!" Kata Darren, tegas dengan penekan pada namanya.


Mereka melihat kepergian Darren. Hyuk bergerak dan bersandar di mobil menundukkan pandangannya ke aspal yang basah. Sementara Frederick masih menatap arah jalan yang baru saja di lewati Darren. Dia lalu berbalik melihat Hyuk yang masih menunduk. "Dia benar, masa lalu itu bukan milik Lee Seok Hoon! Tapi--" Dia kembali diam.


Hyuk mengangkat kepalanya melihat Frederick saat sahabatnya itu membenarkan perkataan Darren tadi. Setelah mereka bertemu pandang Frederick kembali melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong. "Tapi, kedatangan Agen Beruang hitam kembali akan membuka pintu yang tidak semestinya terbuka. Mereka pasti akan menyadari bahwa Agen itu kembali dan keberadaan Jeonsa akan terdeteksi."


"Yah, kau dan aku sama sekali tidak berguna rupanya! Jeonsa akan kembali!" Hyuk masuk kedalam mobilnya diikuti oleh Frederick.


"Kau mau kemana?"


"Pergi, mengikuti Darren! Kau pikir aku akan pulang?"


"Bisa saja, kau bilang kita tidak berguna! Kau terhalang oleh gadis itu dan aku warga negara asing, semu--"


"Apa kau bilang?" Ujar Hyuk. Dia mendengar Frederick.


"Tolong telinganya dipergunakan dengan baik! Tidak asik, kau pikir aku akan melewatkan sesuatu seperti kisah percintaan Dosen kita tersayang ini? Ayolah, itu hal yang mudah di dapatkan."


"Jangan katakan apapun, gadis itu bukan seperti yang kau pikirkan!"


"Aku tidak bilang apa-apa! Sensi sekali. Ayo nanti Darren kabur!"

__ADS_1


Mereka berkendara sampai ke markas Tim keamanan milik Darren. Dari luar mereka terkagum pada design bangunan berlantai 6 itu. Bangunan berbentuk kubus panjang dengan kaca-kaca sebagai facade bangunan. Terlihat estetis menggunakan teknologi tinggi kaca acid.


Sebelum melangkah lebih jauh, seseorang dari depan menghentikan keduanya. "Ada yang bisa saya bantu?" Katanya formal dengan sopan dan kosa kata tertata rapi.


"Kami ada janji dengan Lee Seok Hoon. Apa dia sudah di atas?" Ucap Frederick.


Namun, bukannya menjawab pertanyaan orang itu menekan telinganya dengan jari telunjuk, lalu kembali melihat Frederick. "Boleh saya lihat identitas anda?"


Frederick tidak bergeming.


"Identitas?"


Dari belakang seseorang menepuk pundak pria tersebut dan tersenyum pada Frederick dan Hyuk. "Maaf tuan, kami baru saja membawa pegawai baru dan belum mendapatkan pelatih yang memadai. Maaf sekali lagi."


Dia menunduk sopan di ikuti pria tadi. Setelah kesalahpahaman mereka dibawa naik ke atas.


"Dimana Darren?" Tanya dia kepada Hyuk.


Ah, dia lupa. Itu seperti kebiasaan.


Frederick menganggukkan kepalanya. Dia melihat dinding di depan terdapat lukisan wanita yang dia kenali adalah Valerie dan Sang nenek dari sahabatnya. Dia juga sempat memikirkan kemiripan itu tapi dia abaikan. Di dunia ini ada beberapa hal seperti itu, kembar yang tidak memiliki hubungan darah. Valerie menemukan salah satu dari beberapa yang katanya ada.


Sama seperti Frederick, disampingnya Hyuk juga ikut tersenyum melihat gambar Valerie. Lalu dia terlihat sedih setelahnya. "Apa aku baru menyadari, kalau Valerie sangat cantik jika tersenyum tanpa beban seperti di lukisan itu."


Frederick setuju.


"Karena itu teman harus selalu di waspadai. Aku hanya akan memaklumi Larry, tidak yang lainnya!" Darren datang dari luar. Ketika dia berbicara tangannya menutup pintu dan dia berjalan ke arah kedua pria itu.


"Jadi keputusanmu?" Kata Hyuk


Darren nelihat lukisan di depan. "Aku, tidak akan memanggil Tim Beruang Hitam."

__ADS_1


Kedua pria itu tidak berbicara, mereka masih menunggu Darren melanjutkan kalimat.


"Aku membatalkan sinyal ke tempat persembunyian mereka. Aku akan membuat negosiasi dengan Sujong agar dia menukar Valerie dengan diriku!"


"Kau ingin betukar dengan Valerie? Kau pikir Sujong akan setuju?"


"Orang yang dia inginkan adalah aku, Valerie terlibat karena dia menikah denganku."


"Darren, bagaimana setelahnya? Valerie sedang hamil bukan? Kalau kau menukar dirimu dengannya apa yang akan dia pikirkan?"


"Tolong jaga Valerie, setelah ini jangan ikut campur lagi. Aku akan menyelesaikan ini sendiri." Darren mengepalkan telapak tangan dengan erat. Dia berbalik lagi sebelum keluar. "Aku akan membuktikan, bahkan setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan semuanya tidak berubah. Valerie adala istriku dan begitupula bagi Valerie, aku adalah suaminya. Wanita itu berpikir, jika dia membawa pergi Valerie maka dia bisa masuk ke rumahku dengan status Nyonya? Itu mimpi buruknya"


"Akan aku pastikan dia bangun dan menyesal pernah bermimpi!" Tambahanya dan Darren pergi.


Dia melepaskan semua tangan yang menggenggamnya. Saat di mobil tadi, dia mendapat informasi tentang kediaman Hyuk. Sahabatnya itu telah membawa wanita yang berhubungan dari masa lalunya, jika dia meminta bantuan Hyuk maka janji Hyuk pada ibu wanita itu tidak akan terlaksana sebab misi ini sangat berbahaya. Sedangkan Frederick adalah warga asing, tidak menguntungkan dia ikut campur dan kembali di deportasi karena masalahnya. Dia juga memikirkan masalah yang menimpa Ho Young, Keluarga Wang dan Lee.


Begitupula, dengan meminta bantuan Agen Beruang Hitam. Masa lalunya tidak penting tapi keamanan keluarga para Agen itu tidak mungkin dia renggut lagi. Semuanya telah berubah sejak tahun-tahun menyakitkan. Walau keadaan sudah membaik, mereka belum bisa berkumpul bersama dan itu salah satu kesalahan dan tanggungjawab Darren. Dengan nafas panjang dia memutuskan akan melakukan semuanya sendiri.


.


Tinggal Hyuk dan Frederick. Satu temannya marah dan satunya lagi diam. Frederick tidak memiliki keraguan untuk membantu. Utang pada Valerie belum dia lunasi sampai hari ini. Nyawanya saat itu berharga dan Valerie salah satu orang yang menyelamatkan dirinya, maka menggunakan nyawanya sekarang juga tidak akan terlmabat.


"Frederick," Panggil Hyul setelah diamnya.


"Darren benar, kali ini kita jangan ikut campur."


"Apa maksudnya?"


"Aku tidak tahu apa rencana Darren tapi lebih baik dia menghadapi Sujong seorang diri. Frederick, aku tahu kau ingin membayar utangmu tapi sekarang bukan waktu yang tepat. Darren, dia ingin menghadapi ini karena masalah Ho Young, Jihyo dan Leon kemarin. Yun diculik, Jihyo hampir bercerai dan Leon mendapat ancaman. Tidak ingin ada lagi yang menjadi sasaran, dia mungkin memutuskan hal berat ini. Mari percaya padanya dan menjaga Valerie."


Hyuk melihat keyakinan pada Darren. Bukan tidak ingin menolong Darren menemukan Valerie tapi dia takut keinginan dan niatnya akan menjadi penghalang. Diam-diam dia akan memperhatikan rencana sahabatnya dan memilih celah yang bisa dia masuki dengan mudah agar bisa menolong Valerie.

__ADS_1


Ada rasa janggal, di hati Frederick. Tapi dia memutuskan mendengarkan Hyuk dan mengikuti keinginan Darren. Dia diam tapi tidak diam ditempat.


__ADS_2