
Valerie membuka mata dan mendapati dirinya berada di ruang gelap. Dia terkejut, ada genangan air. Tangannya tidak bisa bergerak untuk memeriksa karena di ikat oleh rantai besar. Dimana aku? Apa ini mimpi? Katanya dia dalam hati.
Valerie tidak mengingat apapun, dia tidur dan saat terbangun dia sudah berada di tempat ini. Berusaha untuk bangun tetapi berat, badannya terasa sakit. Dia mencoba menopang dirinya dengan rantai besar di tangannya sedikit menyulitkan. Ini bukan mimpi! Lantas dimana aku aku berada? Dalam hati dia berbicara.
"Ow, sudah bangun rupanya!"
Seorang wanita dari belakang tertawa. Valerie membuka kembali mata perlahan, memicingkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang masuk. Cahaya senter yang tiba-tiba di nyalakan membuatnya otomatis menutup matanya kembali.
Sebelum dia berusaha mengenal suara dan wajah wanita itu, dagunya sudah di cengkraman erat. Wanita itu berbicara. "Rupanya biasa saja, tapi bisa membuat Darren menikahinya. Kau pakai apa? Sihir?" Ejeknya.
Valerie berusaha menyingkirkan tangan itu tapi tidak punya tenaga. Saat itu matanya menatap mata wanita di depannya dan betapa kaget dia mengetahui siapa wanita itu dan laki-laki dibelakangnya. "Bin," Kata yang reflek keluar, menjadikan pria di belakang Sujong membeku mendengar namanya disebut.
Tidak menyangka bahwa Valerie dapat mengingat dia setelah waktu singkat dan buruk yang dia lalui. Bin seorang psikopat gila tidak dapat menatap mata Valerie, dia membuang pandang ke arah lain. "Ada apa?" Kata Valerie.
"Ap- apah--" Dia berhenti sebentar, merasa perih di lengannya. Valerie menundukkan kepalanya untuk melihat mengapa lengannya terasa perih. Di sana ada luka yang terbuka, seperti sayatan. Valerie tidak mengingat apapun, dia menggeleng menghilangkan rasa pusing di kepalanya. Kerut di keningnya menandakan dia sedang berpikir dan mengingat-ingat bagaimana dia basa terluka.
HA HA HA HA
"Cobalah ingat, jika bisa!" Kata Sujong. Setelah itu dia berdiri dan mendekati Bin. "Tidak heran, kakakmu itu waspada pada orang sepertimu ternyata kau memang psikopat gila!"
Sujong menengok Valerie yang kembali kesakitan. "Sayang sekali Larry tidak bisa melihat saat-saat terakhir wanita yang dia sukai."
__ADS_1
Sujong duduk di sofa tunggal dan mengambil suntikan, dia menyuntikkan cairan di lengannya. Lalu dia bersandar di sofa, menikmati setiap momen. Kepalanya sudah bergerak kekanan dan kiri, dia mengangkat tangannya tinggi dan tertawa. Sedangkan Bin tidak memperdulikan aktivitas Sujong, dia menatap Valerie dengan rasa penasaran.
Valerie terdiam menatap senduh perutnya, lalu mengangkat wajahnya melihat Bin. "Ak-ku kira kau su-sudah berhenti, ternyata ad-a yang masih mengganjal. Saat itu, mengapa kau tidak menyelesaikan ------ dendammu padaku dan Darren."
Alis Bin naik sebelah, keningnya berkerut. "Tidak, aku tidak punya dendam terhadapmu. Kau hanya orang yang tidak sengaja terlibat." Katanya lalu berbalik melihat Sujong sebentar.
"Aku hanya akan mengatakannya sekali, jadi dengar baik-baik! Sebenarnya baik aku dan Sujong sulit mendekatimu jika kau berada di sisi Darren tapi seseorang datang pada kami dan menawarkan bantuan. Bantuan itu punya satu syarat, dan syaratnya adalah dia harus memilikimu. Dengar Valerie, teman itu tempat dimana kau bisa berlindung dari orang-orang jahat tapi kalau dia yang berperan sebagai penjahat artinya dia bukan temanmu. Larry adalah orang jahat itu!"
Valerie terdiam. Apa maksudnya? Larry siapa?
"Apa yang kau maksud?" Valerie menggeleng, dia menghilangkan pikiran-pikiran buruk. Tidak mungkin, tidak mungkin kata dia dalam hati.
"Kau mungkin tidak akan ingat, bahkan apa yang baru saja dilakukan Sujong padamu hingga terluka juga kau tidak akan mengingatnya."
"Kau tahu apa yang dia lakukan. Aku tidak ingin melukaimu, rencana awalnya tidak seperti ini. Larry memutuskan bergabung karena dia pikir kau mengkhianati kepercayaannya, soal pernikahan mu dan Darren dia sudah mengetahuinya."
Tatapan mata Valerie seduh, tubuhnya gemetar. Setelah Bin berhenti sementara, dia tidak berteriak marah ataupun menangis. Lelah, dia hanya lelah. Tubuhnya sakit dengan luka-luka sayatan kecil. Bin menceritakan apa yang terjadi mulai dari Larry bergabung hingga Sujong yang berubah pikiran.
Larry memberi mereka desain apartemen Valerie, disana terdapat catatan titik buta untuk menghindari kamera. Seseorang yang dikirim Larry waktu itu juga merupakan teknisi IT yang bisa menghilangkan seseorang atau benda jika mereka tertangkap kamera. Satu kata, ahli.
Bin sudah siap dan Sujong menunggu di mobil. Dia berjalan cepat seperti apa yang di beritahukan oleh Larry, titik buta. Sampai di tangga darurat yang memang tidak memiliki CCTV dia naik hingga mencapai lantai apartemen Valerie. Saat dia buka pintu darurat Darren baru saja turun melalui Lift.
__ADS_1
Dia keluar dan bertepuk tangan di depan kamera CCTV dan dia bergerak dengan cepat. Memasukkan pin yang sudah di retas, pada akhirnya masuk. Valerie tidak tampak, dia bergerak perlahan ke kamar tidur dan menemukan orang yang di cari sedang tertidur. Sigap dan cepat, Valerie sudah di bekap. Bin keluar dan CCTV itu telah di hapus orang kepercayaan Larry. Dia punya cara agar orang tidak mengetahui bahwa CCTV telah di retas.
Valerie tidak sadarkan diri ketika di gendong ala bridal oleh Bin. Mereka masuk ke mobil, saat itu Sujong melihatnya secara langsung. Ada rasa marah yang tidak bisa dijelaskan dari tatapan Sujong. Karena mengingat janjinya pada Larry, dia diam.
Beberapa jam berlalu, mereka sudah sampai. Di depan mobil Larry sudah menunggu. Larry turun dari mobil begitupun Sujong dan Bin yang menggendong Valerie. Larry berlari dan mengambil Valerie. Dia pergi dari sana tanpa berbalik.
Sujong dan Bin juga pergi setelah mengantar Valerie tapi beberapa jam, tepatnya pukul 12 malam Sujong mendapat pesan masuk ke ponselnya. Headset di pasangan ke telinganya.
Dia melongo dan terlihat marah besar. Segera dia panggil Bin dan memperlihatkan pesan yang baru saja masuk.
Pesan suara yang dikirm tentang rekaman pesan Larry setelah mengambil Valerie. Sebelumnya Sujong mengambil alat kecil yang dapat merekam percakapan dan membagikan posisi orang itu kepadanya. Secara otomatis pesan itu akan terkirim kepada Sujong setelah beberapa jam.
Sujong mengumpat mengatai Larry. Dia tahu ada yang aneh saat dia mengambil Valerie. "Larry sialan, dia akan mengirimkan rekaman CCTV asli kepada Darren dan polisi!"
Bin menenangkan Sujong dan berjanji akan membawa Larry karena penghianatan tetapi Sujong menghentikannya. Dia mendapat ide, ide cemerlang. "Tidak, jangan Larry. Ayo kita ambil apa yanga sharusnya!"
Sujong berhasil mendapatkan posisi Valerie. Malam itu, malam yang mungkin tidak akan dilupakan oleh Larry. Dia berpikir bahwa Villa pribadinya, bahkan sahabatnya tidak tahu akan aman menyembunyikan Valerie. Namun, dia salah. Justru Villa tanpa mengawasan dari pengawal itu lebih mudah di jebol. Mereka membawa Valerie dan Sujong melakukan penyiksaan setelah menyuntikkan obat yang bisa membuat Valerie lupa. Obat yang berbahaya.
.
.
__ADS_1
.