The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 136


__ADS_3

Malam semakin larut, Hyuk membaca buku sembari sesekali melihat Darren. Lembar demi lembar telah selesai dia baca, bersamaan dengan lembar terakhir dari buku itu pesan masuk ke ponselnya. Di cek, lalu dia tersenyum kecil. Pesan sahabat-sahabatnya, memenuhi layar ponselnya. Bahkan Ha joon sudah mengumpat, merasa iri dengan Hyuk yang bisa masuk menjenguk Darren. Bukan tanpa alasan, orang tua Darren tidak mengizinkan siapapun masuk kecuali dokter yang mereka tunjuk.


Mengetahui fakta bahwa Hyuk dipersilahkan menemani Darren semalaman, Ha Joon tidak terima. Dia yang seorang dokter tidak diizinkan melihat pasien sedangkan Hyuk dosen cerdas nan tampan itu bisa masuk dengan bebas. Dalam hatinya, dia berteriak memaki keberuntungan Hyuk. "Kau memangnya bisa menyembuhkan Darren!? Yang dokter siapa yang diizinkan masuk siapa! Huh!" Adalah salah satu kalimat yang keluar dari mulut Ha Joon.


Hyuk menekan layarnya dan mengetik balasan untuk pesan mereka. Ah, entah itu bisa dikatakan membalas pesan, mengabaikan dengan gaya atau menyindir. Semuanya mendapat stiker kepala kuning memakai kacamata. Seolah-olah memberitahukan kepada mereka bahwa dia bisa kalian tidak. Yah semacam itu, gaya pertemanan yang sesungguhnya.


Merasa cukup dengan itu, Hyuk mengangkat kepalanya melihat Darren. Pria itu masih tertidur pulas sesekali pria itu menangis. Hyuk penasaran, mimpi sedih atau bahagia yang sedang berlangsung di alam sana. Juga, dia bertanya-tanya. Apakah Valerie bertemu dengannya di dalam mimpi itu hingga dia terus menangis. Seperti Darren tidak ingin bangun. Semoga Valerie tidak menahannya. Dia membatin.


Sama seperti sekarang, Darren lagi-lagi menetaskan air mata. Hyuk mendekat mengambil tisu dan mengusap air mata sahabatnya. "Apapun yang terjadi disana, kau jangan menyerah." Dia kembali duduk, melihat pesannya lagi dan menemukan hal yang aneh.


Sudah berbulan-bulan sejak itu, dia tidak mendengar kabar Larry. Ponselnya mati, bahkan adiknya tidak mengetahui dimana dia berada. Hyuk mencoba menghubungi Larry tetapi dia tidak pernah berhasil. Takut Darren terganggu, dia keluar sembari menelepon Larry. Sama seperti sebelumnya nomor Larry dialihkan ke pesan suara. Hyuk meninggalkan pesan setelah bunyi bib.


"Kau dimana Larry? Sesuatu terjadi kepada Darren dan ada yang ingin ku bicarakan mengenai Valerie. Kalau kau mendengar pesan ini hubungi aku secepatnya."


Dia bersandar, menatap dinding di depannya. Tidak berapa lama, asistennya datang dan memberikan kotak kecil berwarna hitam. "Paket ini dikirim langsung ke kantor tuan. Seperti yang tertera di paket, ini dikirim dari luar negeri. Pusat keamanan sudah memeriksa melalui alat pendeteksi, aman tuan. Saya pikir ini sesuatu yang penting, jadi saya mengantar langsung kepada anda." Panjang dia jelaskan secara detail.

__ADS_1


Hyuk mengambil kotak itu dan membukanya langsung di tempat. Alisnya naik sebelah, memori card? Dia melihat kembali paket, alamat dan nama pengirim asing di ingatannya. "Cari tahu siapa pengirim paket ini." Kata Hyuk lalu dia pergi kembali ke kamar. Dipasang memori itu di ponselnya, lincah jarinya berselancar. Dalam memori itu terdapat file dalam bentuk video dan gambar.


Sesuai dengan urutan nomor file dia memutar video itu. Belum selesai, lalu dia memutar video lainnya begitupun seterusnya. "Apa ini? Kamera CCTV dan dasbor mobil." Dia kembali putar video pertama. Dari posisi kamera jaraknya agak jauh, tapi dia dapat melihat lalu layang orang dengan jelas. "Hm!" Keningnya berkerut, menandakan ada sesuatu yang dia lihat.


Dalam video yang berdurasi 1 jam itu Hyuk melihat ada sosok familiar keluar dari cafe. Sosok itu dan juga mobil yang dia gunakan sesuai dengan deskripsi Larry. "Apa maksudnya ini?"


Tidak berapa lama, dari cafe yang sama keluar seseorang yang sudah lama dia tidak lihat. "Sujong?"


Hyuk mempercepat video dan berpindah ke salah satu video lainnya. Jika video pertama di ambil dari luar cafe, video kedua diambil di dalam cafe. Disana, ada 3 orang duduk bersama. Orang yang tidak seharusnya bersama, duduk berhadapan. Pria itu menekan pikiran negatifnya. Dia melanjutkan videonya hingga video terakhir yang di ambil dari kamera mobil. Betapa terkejut dia melihat orang-orang yang berada di dalam video.


Hyuk yakin, waktu video itu sama dengan waktu Darren mengabari dirinya jika dia akan pergi menemui Valerie dan membuat penawaran. "Apa sebenarnya ini, kenapa Larry bisa bersama Valerie? Dan bagaimana bisa ada Sujong disana?"


Khawatir melanda, dia ingin segera menghubungi Frederick tetapi hasrat itu dia tekan. Frederick tidak tahu, soal otopsi 2 bulan lalu karena keluarga Darren menyembunyikan masalah ini. Deora berbohong kepadanya mengatakan bahwa Valerie bersama Darren. Bersama dalam artian yang berbeda.


Waktu itu Fed percaya, dan kembali ke italia. Istrinya keguguran, dia tidak berpikir dua kali untuk kembali. Kemalangan yang menimpa Frederick juga di mengerti Hyuk. Dia membiarkan kebohongan Deora yang dia curigai waktu itu lolos begitu saja.

__ADS_1


Sekarang, semakin dia pikirkan semakin aneh. Sujong menculik Valerie saat dia bersama Darren di gedung apartemen yang sama. Walau bukan apartemen mewah dengan keamanan tingkat tinggi tapi apartemen Valerie aman dengan fasilitas cukup lengkap. Menerobos masuk kedalam sana menghindari kamera bukan hal yang mudah. Hyuk memikirkan ada bantuan dari seseorang tapi dia tidak tahu siapa.


Dan Larry muncul di dalam video bersama dengan Sujong dan satu pria yang dia tidak ingat siapa tetapi agak familiar. Dia tidak ingat atau memang tidak kenal, Hyuk juga bingung. Menyusun puzzle tidak mudah apalagi jika potongannya semakin banyak dan kecil. Harus berhati-hati agar tidak melewatkan bagian penting supaya bagian lainnya pas dengan tempatnya.


Dia mencurigai seseorang dan kemudian Larry muncul di layar. Saat Darren pergi menyelamatkan Valerie, saat itu Larry bertemu dengan Sujong lagi dan menggendong Valerie. Potongan puzzle nya belum lengkap, ada yang menghilang dari sana. Apa?


Jika benar Larry membawa Valerie tapi kenapa? Lalu bagaimana Valerie berakhir di mobil yang sama dengan pria itu saat terjadi kecelakaan? Hyuk memijat pelipisnya dan saat itu bunyi nyaring alat Patient Monitor. Tanpa basa-basi Hyuk menekan tombol panggil ke ruangan perawat.


Dia keluar saat mereka memeriksa Darren. Tidak lupa dia segera menghubungi keluarga Lee. Cepat, mereka sudah berada bersama Hyuk menunggu Darren saat di periksa. Berdoa dan berharap, ada keajaiban pada keluarga Lee. Satu sisi Hyuk bahagia jika Darren sadar tetapi satu sisi lainnya merasa sedih, dia takut dan khawatir pada kondisi Darren saat mengetahui istrinya telah meninggalkan dia.


Kebetulan apa yang terjadi? Atau memang Larry yang telah menghilang itu terlibat?


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2