The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 46 : Mencari tahu identitas musuh


__ADS_3

Lama menunggu, Ho Young meminta bawahannya memeriksa Darren dan Valerei dengan memberikan kode agar orang-orang di depannya tidak mengetahuinya.


Yun yang sejak tadi berdiri, sekarang duduk di samping Ho Young, dia memberikan idenya menangkap mereka yang terlibat. Namun, Ho Young tidak memberinya kesempatan itu. Pria itu tahu, alasan Yun ingin mengambil kasus ini karena berhubungan dengan masalah kedua orang tuanya di masa lalu.


Membalas dendam dengan terburu-buru tidak akan memberinya hasil yang baik, dia harus berhati-hati agar semua gerakannya tidak ada yang sia-sia. Perkataan Ho Young itu tidak lagi menjadi prinsip Yun. Bagi dia yang terikat dengan masa lalu membalas dendam adalah hal yang penting. Jika ada kesempatan, dia akan membalas semuanya hingga tidak tersisa.


"Apa Darren ingat janji hari ini?" Tanya Larry, dia sudah menunggu beberapa menit. Darren bukanlah orang yang akan terlambat jika sudah membuat janji, kecuali dia sedang menghadapi masalah berat.


"Coba telepon." Tambahnya kemudian.


"Tidak perlu." Darren masuk di dampingi Are dan Han, lalu beberapa detik kemudian Valerei masuk ke ruangan.


"Apa ini?" Kata Larry. Sejak tadi, dialah yang paling banyak berbicara dan berekspresi. Kaya sekali. "Kalian bertemu di mana?"


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Larry, Valerei duduk di samping Darren tanpa pembatas dan menempel. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Mata bulat Valerei melihat roti isi kaya di atas piring tepat di hadapan Darren, Pria di sampingnya menyadari itu dan memberikan padanya. Tidak ada yang aneh jika Pria lain yang memberikan roti itu kepada Valerei. Namun, bagi mereka Darren bukan Pria lain, ini Darren. Tidak mungkin Pria itu memberi perhatian terhadap wanita manapun.


Ada perasaan curiga, Elena melihat gerakan natural keduanya. "Kak, Leon mencarimu,"


Valerei mengangkat kepalanya, dia tidak melupakan anaknya. "Rey tidak mengajarinya hal-hal aneh kan?"


"Aku ini bapak yang baik." Sanggah Rey menjawab tuduhan Valerei.


"Dia ingin bertemu denganmu, tapi ponselmu tidak aktif. Aku bilang, Mami sedang dinas keluar kota, dia mengerti kak."


"Ah, maaf. Nanti biar aku jemput Leon di sekolahnya. Biarkan dia menginap di tempatku beberapa hari." Dia tersenyum. Ya, sudah lama dia tidak mengajak Leon bermain, terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Rasa bersalah itu tahu tempatnya.


Karena pembahasan tentang Leon rasa curiga teman-teman melayang entah kemana.


"Jadi Valerei dekat dengan anakmu?" Kali ini Ho Young ikut nimbrung. Sikap BAIK HATI Darren barusan menjadi pusat fokus orang-orang.


"Ya, begitulah. Dia adalah ibu angkatnya, dia banyak membantu Elena." Ujar Rey


"Membantu? Ah saat kau mengusir istrimu karena wanita lain? Jadi Valerei yang menyelematkan Elena lalu mereka merawat Leon bersama-sama, aku lupa satu lagi, Frederick? lucu sekali, kenapa kau bisa tidak menyadari, Sudahlah." Sindiran yang tidak seperti maksudnya. Ho Young mendapat senggolan dari Yun.

__ADS_1


"Maaf, mari kita bahas masalah ini." Kata Yun mencoba menyudahi percakapan yang tidak nyaman.


Foto-foto yang dia hambur di atas meja, dan beberapa lembar kertas laporan penyelidikan anak buah Ho Young. "Mereka bekerja untuk Kelompok Hari, orang-orang ini sudah lama menjadi target operasi berbagai pihak. Sayang, tidak ada satupun yang bisa mendapat informasi lengkap mengenai mereka dan wanita ini.." Ho Young sebuah foto terbaru dari wanita yang mungkin mereka kenal.


"Siapa wanita ini?" Tanya Rey, dia tidak mengenal siapa orang dalam foto itu, begitupun Larry dan semua yang berada di sana kecuali Darren.


"Mantan yang tidak bisa melupakan masa lalu itu lebih menyeramkan." Ho Young berbicara sambil menatap Darren, karena hal itu semua ikut melirik kearah Darren. Elena lebih kaget lagi, dia tidak pernah tahu, seorang Darren pernah berkencan.


"Mantan?" Mata Rey memicing. "Estela," Suara kecil yang timbul karena tebakan berujung pembenaran dari Ho Young.


"Benar, Wanita itu Estela. Dia salah satu orang yang ambil bagian dalam masalah keluargamu."


"Sialan! wanita keparat!" Umpatan mulai keluar dari mulut Larry.


"Dia mau apa?" Kata Valerei.


"Ini masih tebakan saja, mungkin dia ingin melihat Darren dari dekat, atau.." Sudut matanya membentuk garis yang mencurigakan, dia mengkerut, seperti ingin memberitahu Valerei melalui kode itu.


"Atau?" Ha Joon ingin dia melanjutkan kalimatnya.


"Kenapa dia tidak menganggu Darren dan memilih keluarga Wang?"


"Beberapa orang dalam bidang ini menyakini, hal terbaik dalam membalas dendam adalah menyakiti orang terdekatnya terlebih dahulu, itu hal yang dasar." Dia berhenti dulu. "Walau dia mencoba tidak terlalu mencolok tapi tetap menusuk belati dari belakang."


"Lalu siapa orang ini?"


Foto Pria berbaring di pantai dengan santai mengisap cerutunya. "Identitasnya, masih dalam pengawasan, tidak ada yang mencurigakan kecuali dia pernah dekat dengan Estela setelah dia dan Darren batal bertunangan.


"Kalau tidak ada yang mencurigakan, kenapa kau mengambil fotonya dan menjadikannya tersangka salah satu di antara mereka?"


"Justru orang-orang yang tidak terlalu mencurigakan adalah orang yang paling mencurigakan." Ho Young memiliki pengalaman dengan orang-orang yang bertindak seperti dia, setelah di selidiki ternyata dia adalah tersangka utama.


"Orang yang datang menemui Adikmu, orang ini. Dia, salah satu kenalan Estela, bekerja di bar Nightmare, namanya tidak terdaftar sebagai pegawai di sana, tapi itu hanya kertas, dia pengelola bar itu. Yang paling menarik, Pria ini," Salah satu foto yang tertimbun oleh foto lainnya di angkat keluar oleh Ho Young.


"Namanya Santana Lee, keturunan Korea - Swedia. Dia juga tidak pernah masuk dalam jajaran kelompok manapun di Korea. Setelah di cari tahu orang itu pernah bekerja dengan Frederick. Bukankah ini kebetulan yang menarik?"

__ADS_1


"Nama Frederick akan menjadi Highlight. Orang itu hanya mengambil pekerja yang dekat dengan target, agar lebih sulit mencari tersangka utama. Mereka lebih cerdas dari yang dibayangkan." Ujar Valerei setelah airnya habis di teguk.


"Kau mengesankan seperti bayanganku." Puji Ho Young. Yun mendengar dengan hati-hati, dia bisa saja melewatkan topik penting.


"Santana Lee, adalah pemilik dari studio photo yang di datangi adik Wang. Di sana tidak ada ahli seperti yang adikmu bilang, Studio photo itu juga hantu."


"Jadi Studio photo itu tidak ada?"


Ho Young mengangguk.


"Ji Hyo harus tahu," Larry bergerak mengambil ponsel di sakunya.


"Wang, kau sudah lupa caranya?"


"Apa?"


"Kau diancamkan? Mari menunggu, dia akan menampakkan diri." Ho Young selalu menjadi bersemangat, mungkin karena dia menguasai pekerjaan ini.


...🖤...


Ji Hyo mendapat pesan lagi, foto-foto berisikan suaminya dengan wanita lain di sebuah bar bermesraan dan sebuah SMS bertuliskan 'Jangan percaya siapapun, mereka musuh yang memakai selimut serigala.'


Dia melempar ponselnya hingga tidak berbentuk.


Menekan interkom. "Dimana Kakakku!?"


"Tuan sedang berada di perusahaan Nona, ada yang bisa saya bantu?"


"Telepon Kakakku, jika dia tidak datang sampai pukul 5..." Dia berhenti dan tidak melanjutkan kalimatnya.


"Baik Nona, saya akan menelepon Tuan sekarang."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2