The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 65 : Berhasil


__ADS_3

Darren dihadapkan pilihan yang sulit, di depannya ada dua orang yang harus selamat, tapi dia hanya bisa memilih satu diantaranya. Bin tersenyum sambil menunggu siapa yang akan dia pilih. Valerei melihat suaminya yang menutup matanya, memiringkan sekilas kepalanya.


Saat Valerei ingin bicara lagi, kokangan pistol memasuki indra pendengarannya. Sangat dekat. Tubuhnya otomatis berhenti bergerak, kalimat yang tadinya akan keluar kembali ke tempatnya dengan tenang. Menyaksikan itu, Darren mengeram marah dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuhnya.


"Jangan terlalu lama! aku terlalu sibuk!" kata Bin malas menggoyangkan kakinya.


Tatapan mata Valerei padanya memberinya kekuatan, dia membalas senyum istrinya. Dia tahu, siapa yang lemah. Dengan berani Darren akhirnya bicara. "Lepaskan Yun!"


Bin tidak bisa berkata-kata, dia hanya berpikir pria di depannya sudah gila, istrinya sedang hamil tapi dia tidak memilihnya dan malah memilih menyelamatkan anak orang lain. Namun, keinginannya tercapai, dia ingin menyaksikan kegagalan Darren untuk kesekian kalinya. Bin memberi kode kepada bawahannya untuk melepaskan Yun dan pengawalnya Sen yang berada di ruangan lain. Mereka dibawa pergi keluar.


Di dalam ruangan itu tinggal Bin, Darren, Valerei, Han dan pengawal yang mengawasi Valerei menggunakan pistol. Penculik itu berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Valerei, menjulurkan tangannya ingin menyentuh wanita itu tapi Valerei merespon dengan cepat menampar tangan Bin keras hingga menimbulkan suara. Darren juga merespon dengan menarik ke belakang pria lancang ini.


Bin mulai tertawa keras, semakin lama semakin mengecil hingga sedetik kemudian suasana menjadi sepi , dia berhenti. Rambutnya disisir ke belakang, dia bangkit merenggangkan otot-otonya. "Brengsek! kau masih punya waktu untuk cemburu?" Dia meludah ke samping.


Seringai tipis terbentuk di bibir Darren, dia menghitung mundur, sangat pelan. "3,2,1"


Duuaarrr


Ledakan keras terjadi di luar, suara sirine berbahaya yang terdapat pada gedung ini berbunyi, Bin mengumpat. "Sialan!" Belum dia bergerak menjauh, pintu di depan sudah terbuka, Ho Young dan anak buahnya sudah berada di sana.


"Adik kecilku, senang bertemu denganmu!" Ho Young melambai, Dia tidak benar-benar senang bertemu dengan orang itu.


Kening Bin langsung berkerut, dia mendengus tidak suka kedatangan Pria yang sedang tersenyum di depan sana. Dia bahkan tidak menyadari Valerei sudah berada dalam pelukan suaminya dan penjaga itu bahkan sudah ambruk di lantai.


"Kau tidak benar-benar percaya rencana mu berhasilkan?" sahutnya


"Tidak mungkin melawanku nak, kau masih terlalu kecil!" tangannya menunjuk ke bawah, artinya Bin sudah masuk perangkap.

__ADS_1


Tetapi bukan Bin namanya jika dia tidak percaya diri. "Terlalu kecil? tidak bisa menyelamatkan anakmu itu adalah tugas orang dewasa?" Bin jelas mengejek karena kehilangan anaknya, tapi Ho Young tidak banyak berekspresi.


"Kau harusnya berterima kasih karena aku menyelamatkan anakmu dari Kelompok HARI!" Menunggu mereka lengah Bin cepat melempar beberapa bom asap. Kepulan asap tidak bisa dihindari, mereka harus keluar agar tidak menghirup asap, hal itu bisa sangat berbahaya.


Bersamaan dengan hilangnya asap, Bin juga sudah tidak ada di tempat. Ho Young dan Darren tidak begitu perduli, tujuan Darren adalah menyelamatkan Valerei, yang paling penting dia bisa mendapatkan anaknya kembali.


Mereka membawa pergi semua pengawal Bin. Awalnya tidak ada niat seperti itu tapi Ho Young tiba-tiba merasa perlu melakukannya, jadilah Yun memberi perintah untuk membawa semuanya bahkan penjaga Villa yang mengantar Valerei tadi.


...đź–¤...


Bin melihat mansion miliknya telah dikepung. Dia berhasil melarikan diri dan meninggalkan semua orang di sana. Dia tersenyum lalu pergi menggunakan mobil sport miliknya. Tidak ada niatan kembali, dia yakin mansionnya sudah tidak dapat di gunakan lagi. Kelompok KOM akan berjaga di sana dan tempatnya itu akan di buat sarang baru.


Sepanjang jalan dia berkeliling memutari daerah karena penjagaan ketat oleh orang-orang Ho Young. Harus berhati-hati agar tidak terkena jebakan untuk kesekian kalinya. Dia memutar otaknya mencari jalan keluar dari kampung itu ataupun tempat tinggal unutk sementara.


Jika dia bisa keluar lebih baik lagi, tapi dia sama yakinnya bahwa perbatasan sudah tidak aman.


Bin pernah kesana, dia mengingat ada sebuah penginapan kecil milik seorang nenek tua bernama Gong il. Lee Gong il terkenal karena galak, setelah suaminya meninggal dia tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke area penginapannya kecuali orang-orang yang dia inginkan. Bukan berarti Bin adalah orang yang di sukai, tetapi dia mengetahui fakta bahwa nenek Gong il sangat menyukai lukisan.


Ting Ting Ting Ting


Bunyi lonceng saat Bin masuk kedalam toko, dengan cepat dia mencari kanvas dan perlatan lukis akan tetapi matanya menangkap lukisan yang terpajang di sebuah bangku kayu. Dia mendekat memperhatikan detail dan mengambilnya.


“Lukisan ini di jual?” tanya dia pada kasir, seorang perempuan hamil mengangguk.


Dia membawa lukisan itu dan berjalan ke lorong disebelah toko. Jalanannya kecil, hanya muat untuk satu orang. Sampai di depan gerbang kayu putih, nenek Gong il terlihat sedang duduk memandang lukisan.


“Permisi,” teriak Bin.

__ADS_1


Nenek tua itu menengok, sigap Bin mengangkat lukisan yang dia beli tadi agar nenek dapat melihatnya dengan jelas. Lee Gong il berjalan mendekat dan membukakan pagar.


“Anda butuh penginapan?” katanya ramah.


“Ya, tolong!”


Dia tersenyum dan mengantar Bin masuk ke dalam kamar.


Didalam kamar Bin tersenyum. Untuk sementara dia tidak akan ditemukan oleh Ho Young.


Sebelum itu terjadi, dia harus segera keluar dari desa secepatnya.


...đź–¤...


Ho Young diam dia dalam mobil, Yun yang dekat dengannya pun terdiam tidak berani mengambil inisiatif untuk berbicara.


“Bin, cari dia sampai ketemu. Aku yakin dia masih berada di desa.” Kata dia kepada pengawalnya.


Anak kecil yang berada dalam dekapan Yun masih tertidur lelap. Dia sempat khawatir anaknya akan menangis tapi di lihat dari tingkahnya yang langsung tidur setelah bicara banyak soal pengalamannya di culik. Dia legah, terima kasih pada Valerie, istri Darren. Telah mengambil langkah berani untuk menyelamatkan anaknya. Dia berhutang.


Setelah ini dia harus memasukkan nama Bin kedalam daftar hitam Kelompok KOM. Sampai dia bertemu dengan pria itu, Ho Young berjanji akan memberikan hadiah terbaik yang pernah ada di muka bumi beserta bunga.


Ho Young mengambil Yun kecil dari wanita di sebelahnya. Dia mengelus kepala Yun kecil dan memberikan kecupan disana. “Aku berjanji akan menjagamu dan ini terakhir kali kau mengalami hal buruk!” Dia punya janji yang sakral, sebuah janji yang dibuat sebelum dia pergi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2