The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 21 : Sikap aneh istri Darren


__ADS_3

Seorang pria duduk sambil memeriksa beberapa berkas, kacamata baca menambah keseriusannya dalam bekerja, dia tenggelam dalam dunianya. Pekerjaan adalah hal yang paling menyenangkan bagi para penggila kerja.


Kring Kring Kring


Suara telpon menggema dalam ruangan kerjanya, dia melihat sekilas sebelum mengangkat telpon.


“Ya”


“Hoon?” suara seorang wanita dari seberang sana. Suara itu terdengar familiar dan dia tahu siapa yang menelepon tetapi dia berharap hal itu tidalah benar.


...🖤...


Darren merasa ada yang aneh dengan sikap istrinya, beberapa hari ini Valerei selalu menanyainya dengan pertanyaan yang sama. Bahkan jika Valerei tidak bisa menghubungi suaminya, dia akan bertanya ke pada Are.


Hari sebelumnya, dia mendapat banyak pertanyaan dari sang istri.


Rabu


“Kamu sibuk?” tanya Valerei.


“Hari ini ya, besok mungkin akan sibuk saat siang.”


“Oke” Valerei langsung menutup telponnya.


~


Kamis


“Kamu sibuk?”


“Siang nanti, ada apa?”


“Tidak apa-apa, baiklah kalau begitu.” tut tut tut, telpon putus begitu saja.


~


Jum’at


“Apa Darren sibuk?” tanya nya kepada Are.


“Tuan sedang meeting Nyonya, saya akan sampaikan…”


“Oh tidak perlu Are, aku hanya bertanya, kau sudah bekerja keras.” belum Are membalas Valerei sudah menutupnya.


~


Sabtu


“kamu--”

__ADS_1


“Halo,”


“Besok tidak sibuk, ada apa?”


Darren langsung menjawab bahkan sebelum Valerei bertanya.


“Jadwalmu padat ya”


“Ada ap---”


“Baiklah” dan telpon nya diputus begitu saja.


Hari itu, dia bertambah penasaran terhadap sikap istrinya. Darren menaikkan alisnya, apa sekarang istrinya tidak bisa mengerti Bahasa dengan baik, dia bahkan bilang tidak sibuk tapi Valerei bilang jadwalnya padat. Ada apa dengannya.


.


Hari Minggu, Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Are. Istri bosnya bertanya jadwal sang suami pada hari minggu. Are menjawab sesuai dengan instruksi Darren. Tetapi Valerie tidak membalas, dia segera melaporkan kepada bosnya.


Tidak beberapa lama setelah dia mengubungi Are, ada pesan masuk ke dalam ponsel Valerie yang memberitahukan bahwa suaminya akan berangkat ke luar kota dan baru akan pulang lusa nanti. Dia mengangguk dan menutup pesan suaminya tanpa membalas.


...🖤...


Darren baru saja menyelesaikan meeting nya, dia masuk ke dalam mobil dan bertanya kepada pengawal pribadinya. “Istriku sedang apa?”


“Nyonya baru saja bangun Tuan.” dia melihat arlojinya sudah menunjukkan pukul 2 siang.


“Nola bilang nyonya baru saja tidur setelah subuh.” Ucap Are menoleh ke belakang melihat Darren.


Sejak menikah, Darren tidak terlalu tahu jadwal tidur dan bangun tidur istrinya, tapi karena Valerei berangkat kerja jam 7, jadi dia berpikir istrinya selalu bangun pagi lalu apa yang dilakukannya hingga dia tidak tidur malam dan baru tidur pagi sementara ini hari kerja.


“Perlu saya telpon Tuan?" tanya Are.


“Tidak perlu. Aku akan menelponnya nanti.”


Penginapan


Darren membaringkan tubuh dan menutup matanya dengan lengan. Dia berencana menelpon istrinya tetapi tubuh lelahnya mengantarnya tidur dalam kekhwatiran pada sikap istrinya.


“Aku ingin bercerai!” Suara wanita itu meninggi, dia berteriak tepat di depan pria yang menatapnya kaget.


“Tidak, apa yang kau bicarakan” pria itu menolak dengan tegas.


“Aku lelah,” Dia memberikan surat perceraian dan cincin pernikahannya lalu pergi dengan berurai air mata.


Pria itu terbangun, matanya menatap kedepan dan tangannya memegang dadanya yang sesak. Itu mimpi, mimpi buruk. Darren menghembuskan nafas berat dan panjang, dia berdoa.


...🖤...


Seorang pria turun dari pesawat berjalan di dampingi beberapa pengawal. Beberapa mata melihatnya dengan kagum. Dia terus berjalan tanpa menoleh sampai sebuah tangan kecil menariknya kebelakang dan bukannya tertarik, malah wanita itu yang ditarik ke sisi lainnya. “Aduh.” Wanita itu mengelus tangannya yang kesakitan.

__ADS_1


“Nyonya.” teriakan Are membuat Darren melihat ke belakang. Are tidak melihat kedatangan Valerei, begitupun dengan pengawal yang memegang tangan Valerei, tepatnya dipelintir langsung melepaskannya.


Melihat wanita yang menariknya adalah istrinya. Darren mengambil tangan Valerei. Istrinya sudah hampir menangis. Walau Valerei bukanlah wanita lemah tetapi kekuatan pengawal yang berbadan besar dan tegap ini tidak bisa dibandingkan dengannya.


“Maaf tuan, saya tidak tahu. Maaf nyonya.” wajahnya pucat. Darren mengangguk, dia mengerti tugas seorang pengawal. Ini merupakan kesalahan istrinya yang datang mengagetkan para pengawal yang punya refleks cepat dalam menangani masalah.


“Lain kali jangan mengagetkan seperti itu, kau bisa terluka.” Valerei mengangguk, mereka kembali berjalan keluar dari bandara lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu.


Wajah Darren kaku, mungkin inilah yang dinamakan kanebo kering.


“Are kita kerumah sakit.” Perintah itu turun langsung dari pemilik.


Wanita yang berada di sebelah terkejut. “Kau sakit?” tanya Valerei


“Tanganmu harus diperiksa.” Sahut suaminya. Valerei tidak habis pikir, suaminya ini khawatir berlebihan atau apa. “Hah? Tidak perlu, dikasih minyak gosok juga sudah baik. lagian ini bukan luka terbuka.”


Suara berat. “Itu bisa jadi lebam.”


fix suami ku terbaik, batin Valerei memuji.


“No, ayo beli es krim saja.” sergah Valerei, menutup telinga terhadap perintah Darren.


Are tidak tahu harus berkomentar apa, dia hanya melihat dari balik kaca depan menunggu perintah Darren. Sementara Darren memperhatikan istrinya yang juga sedang melihatnya.


“Ayo beli es krim!” dia mendapat perintah tegas dari atasan, istri maksudnya.


“Are (berpaling melihat Are) ke toko es krim.” Are mengangguk dan mengarahkan supir untuk berhenti di depan toko.


Betapa beruntung wanita ini. Are sempat berpikir bahwa semua wanita akan bertekuk lutut di bawah tatapan mata Lee Seok Hoon atau mereka biasa memanggilnya dengan sebutan Darren Lee. Tetapi setelah beberapa kali, dia menyakinkan dirinya bahwa itu adalah pemikiran yang salah. Jika bukan Valerie, mungkin bosnya tidak akan menunjukkan banyak ekspresi.


"Es krim." Valerei memberikan dua es krim untuk Are dan supir. "Terima kasih Nyonya." Ucap kedua orang yang dibalas dengan senyum lebar istri bosnya itu.


"Oh ya, Pak Shin hari ini bukankah hari kelulusan anakmu?" Tanya Valerei kepada supir Darren. Supir itu tersenyum, memikirkan anaknya membuat suasana hatinya bertambah baik. "Iya nyonya."


"Pak, berhenti di depan ya" ujar Valerei.


Pak Shin melihat kaca depan untuk meminta persetujuan Darren tapi Valerei menghalanginya. "Darren sudah setuju pak."


Pak Shin akhirnya memberhentikan mobil. "Ya disini. Karena hari ini sudah siang jadi Pak Shin bisa libur sampai besok. Di depan sana rumah pak shin kan?" ucap Valerei lagi.


"Iya nyonya, saya tinggal masuk di gang itu." (menunjuk sebuah gang di depan)


Valerei mengambil sesuatu dari belakang kursinya. "Ini." Valerei memberikan 3 kotak besar hadiah. Pak Shin berbalik melihat istri bosnya itu, dia diam pada posisinya yang melihat Valerei.


"Pak? Tunggu apa lagi?"


Valerie tidak sabaran, dia memberikan kotak hadiah itu kepada Pak Shin. Pak Shin terdiam, setelah Darren berdehem dia langsung mengambil kotak itu dari tangan Valerie.


...🖤...

__ADS_1


__ADS_2