
Hyuk terduduk di sofa kamar rumah sakit Darren. Dia terdiam cukup lama setelah mendengar kepastian kecurigaannya selama 2 bulan terakhir. Hyuk menatap Darren dengan beberapa luka di bagian tubuhnya, ledakan itu melukai bagian wajah, lengan dan banyak lagi. Entah, sahabat itu akan bertahan atau tidak, dokterpun tidak bisa mengatakan dengan pasti.
Lalu dia keluarkan ponselnya, menekan beberapa tombol di layar. Dia memencet tombol play pada aplikasi perekam suara. Hyuk tidak menggunakan headset, dia sengaja menggunakan pengeras suara agar Darren mendengar. Kata orang, pasien yang sedang koma dapat mendengar pembicaraan orang-orang. Dia berpikir, mungkin saja suara itu dapat meransang indra Darren agar kembali sadar.
Mulai dengan suara gresek parah, lalu sunyi sesaat. Agak lama, terdengar lagi suara nafas berat. "A--kuh," Nafas terputus-putus, Hyuk menggengam ponselnya erat merasakan kesedihan. "Ti-dak in-ngat nomor lain selain Darren dan milikmu."
Terjeda lagi. Terdengar dia mengambil nafas dalam menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Kata setiap kata mulai terdengar jelas. "Dengar Hyuk, se-pertinya aku tidak bisa menemui Darren. Jika, kau bertemu dengannya katakan bahwa aku sangat mencintainya dan bertahanlah untukku dan bayi kita."
Dia mendengar suara tawa kecil disana. "Temanku, terima kasih sudah memenuhi janjimu untuk selalu berdiri di sisiku, kau pasti merasakan beban yang berat. Tenang saja, setelah ini janji itu tidak akan membebani selama hidupmu. Tapi di kehidupan ini aku sangat khawatir dengan suamiku, untuk menebus itu bisakah kau membuat janji lagi? Akh-- berjanjilah setelah kepergianku kau akan menemani Darren, berdiri di sisinya sampai dia menemuiku di dunia yang berbeda. Dan Leon,"
__ADS_1
Dia jeda kembali, jeda yang cukup lama. Saat pertama kali mendengarnya setelah ponselnya mati, Hyuk mengira pesan suara itu sudah selesai, nyatanya tidak. Suara samar masih terdengar, lalu dia mendengar Valerie batuk-batuk. "Anakku, tolong jaga dia. Katakan padanya sama seperti papinya, aku mencintainya tulus dari hatiku. Adikmu akan ikut bersamaku, Leon tolong jaga papi. Katakan itu padanya. Hyuk, aku lelah sekali. Ah, Biarkan aku tidur sebent-------"
Pesan suara itu berakhir. Hyuk menyimpan ponselnya di atas meja dan mendekati Darren. Dia menunduk mendekatkan wajahnya ke telinga pria itu, dan membisikkan sesuatu. "Bangun, kau harus mendengar pesan istrimu sendiri! Kau harus bertanggungjawab terhadapnya sampai akhir. Bangun brengsek!" Hyuk mengumpat.
Dari sudut matanya air mata Darren terjatuh. Hyuk melihatnya, dia yakin pria itu dapat mendengarnya. Lalu, tidak lama Deora datang. Wanita paruh baya itu tersenyum kecil dengan wajah yang lembab akibat menangis dan bibir yang pujat. Rambutnya tidak di tata rapih seperti biasanya, dia hanya mengikat satu asal.
"Sebaiknya ibu istirahat, biar saya yang menjaga Darren malam ini." Hyuk menawarkan diri, tetapi Deora menggeleng. Bukan tidak percaya kepada Hyuk, walaupun dia pulang Deora tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan anaknya, lebih baik dia saja yang berada di rumah sakit.
"Biar ibu saja, nak Hyuk pasti lelah. Besok kamu bisa kembali kesini menjenguk Darren. Mungkin jika berbicara denganmu bisa membuatnya cepat bangun." Ujar Deora.
__ADS_1
"Sebenarnya, saya ingin berbicara dengan Darren malam ini. Seperti yang ibu bilang, dia bisa mendengarnya dan cepat bangun." Hyuk juga bersikeras tinggal. Dengan sopan dia meminta Deora untuk membiarkan dia yang menjaga Darren malam ini.
"Ibu cukup khawatir jika tidak melihat Darren, tapi ya sudah. Tolong jaga Darren, ibu akan kembali besok pagi." Akhirnya Deora setuju. Sebelum dia pamit dan mengambil tasnya. Deora bicara dengan nada senduh dan pelan.
"Ibu tidak tahu bagaimana menghadapi sahabat-sahabat Darren dan Valerie. Mereka pasti terpukul atas apa yang terjadi, lalu hubungan keduanya juga akan terungkap. Kasihan sekali anak-anakku, belum benar-benar merasakan kebahagiaan mereka harus terpisah seperti ini."
Hyuk menganggukkan kepala pelan, sama. Dia juga khawatir akan hal itu. Tapi semuanya telah terjadi, satu-satunya cara adalah berkata jujur.
"Jangan khawatir bu, semuanya pasti akan baik-baik saja." Kata Hyuk
__ADS_1