The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 30


__ADS_3

Valerei berada dia apartemen. Larry menurunkan dia disana. Sekarang, dia menunggu Darren menjemputnya.


Beep, beep


Suara klakson mobil Darren. Valerei berlari kecil dan tersenyum melihat Pak Shin yang juga tersenyum ramah padanya saat membuka pintu mobil. "Lain kali jangan dibukain ya pak, biar saya sendiri saja." dia masuk duduk di samping Darren.


"Oh iya Nyonya, saya belum berterima kasih, anak saya suka hadiahnya, bisa dia pakai untuk kuliah katanya. saya yakin itu mahal."


"Syukurlah." balasnya.


"Nyonya ini," Pak Shin berbalik, memberikan sebuah amplop berwarna pink, Valerei bisa melihat stiker beruang tersenyum, imut sekali. Di depan surat itu tertera nama penerima "Nyonya Valerei" Valerei menerima surat itu, dia berterima kasih. "Saya buka nanti dirumah." menyimpan di tasnya lalu dia duduk dengan baik.


...πŸ–€...


Valerei berlari menaiki tangga mansion, dia menjadi tidak sabar membaca surat untuknya. Dia berada dikamar, membuka surat itu secara perlahan. Disana dia menemukan selembar kertas kecil yang bertuliskan.


"Dear, Nyonya Valerei, orang baik. Terima kasih untuk mu dari keluargaku. Aku bersyukur ayahku bisa bekerja pada keluarga Lee, bertemu dengan orang baik itu keberuntungan. Aku tidak yakin, apa ayahku akan pulang saat hari kelulusanku. Aku tidak pernah bertanya atau meminta apakah dia bisa hadir, karena kami tahu dia sibuk mencari nafkah. Tetapi saat dia datang dengan senyum, aku bisa melihat matanya berkaca-kaca. Dia bilang, ayah tidak sempat membelikan mu hadiah, tapi orang baik telah melakukannya. Hadiah yang kau berikan adalah hadiah terbaik. terima kasih telah mendukung impianku, aku pasti akan berhasil dan membalas kebaikanmu! ❀


Catatan kecil : aku menggambar beruang memegang tangan anaknya. "Semoga kau juga bisa segera tersenyum gembira" doaku.


β€œTidak perlu membalasnya, aku bersyukur ayahmu sangat baik padaku dan Darren.”


Valerei beralih melihat gambar dua ekor beruang. Satu beruang dewasa dan yang satu anak beruang, mereka bergandengan tangan. Valerei merasa gambar itu sangat indah dan menggemaskan, semua orang tahu, dia suka sekali dengan beruang, tentu hadiah ini juga yang terbaik. Dia menggantung gambar itu agar bisa melihatnya setiap hari. Valerei menghargai semua pemberian, itu adalah sikap yang patut dicontoh.


...πŸ–€...


Darren berada di ruang kerjanya, Are setia disampingnya. "Are, apa yang Han dan Nola lakukan?"


"Han sekarang berada di jepang, tuan. sementara Nola keluar bertemu dengan tuan Frederick."


"Minta Yohan mundur. Frederick mungkin sudah tahu kalau dia mengikuti Nola. bagaimana pun dia seorang mantan mafia. instingnya dalam menghadapi musuh tidak pernah padam." Yohan adalah pengawal yang dia tugaskan untuk mengawasi Nola. Sejak awal Darren tahu kalau Nola, orang Frederick.

__ADS_1


Selama Nola tidak melukai istrinya maka itu baik-baik saja, tentu Frederick meminta Nola datang bukan untuk melukai Valerei justru sebaliknya, karena alasan itu Darren membiarkan Nola berasa disisi istrinya.


Frederick ada di negara ini, jelas membuat darren tidak bisa tinggal diam. Dia tidak tahu seperti apa lagi mantan sahabatnya, sudah sejak lama dia menjadi asing.


"Baik tuan." Are menelepon Yohan, dia memintanya untuk kembali ke villa.


Dia kembali beberapa saat setelah mendapat jawaban dari Yohan. "Tuan, Yohan sudah kembali ke villa." Darren mengerti. Dia berdiri dari singgasananya, menepuk pundak Are lalu berlalu.


Darren berjalan menaiki tangga, dia penasaran apa yang dilakukan istrinya. Valerei begitu bersemangat membawa surat ditangannya. sampai lupa waktu, sudah masuk waktu makan malam.


Sampai di depan kamar, Darren membuka pintu. Pemandangan pertama kali yang dia saksikan, valerei tertidur diatas kasur dengan posisi meringkuk. Dia melihat jendela yang terbuka lebar lalu menutupnya lantas ikut berbaring di samping istrinya, lelah. Mereka lupa makan malam.


...πŸ–€...


Para pelayan sudah gelisah. Kepala pelayan mencari Are ingin menanyakan perihal makan malam Tuan dan Nyonya. "Are, apa Tuan dan Nyonya, tidak turun untuk makan?"


Are yang sedang memberi arahan kepada bawahannya, berhenti bicara. "Letakkan saja ditempat biasa, Nyonya mungkin akan bangun untuk makan." kepala pelayan itu mengangguk, tidak bertanya apapun lagi. Ibunya adalah kepala pelayan nyonya Rania, ibu Darren. Selalu mengingatkannya untuk tidak mencampuri urusan majikannya. Cukup dia tahu mereka tertidur dan akan makan nanti. Begitulah dia di hormati oleh para pegawai lainnya.


"Jika tuan dan nyonya terbangun dan ingin makan malam, tolong cari saya saja. Are" dia pergi setelah menitipkan pesannya.


...πŸ–€...


"Aku malas main, jadi datang menjengukmu. Jomblo sepertimu kasihan kalau sendiri." dia menunjuk Hyuk dan menampilkan wajah sedih menghinanya saat mengatakan Hyuk jomblo.


"Memang kau tidak?" Hyuk duduk di sofa depan Larry, mengambil toples kripik dan memakannya.


"Aku? itu beda. Kau jomblo karena tidak laku, sedangkan aku? jomblo karena itu pilihanku." Dia berlagak sombong.


Hyuk mendengus. "Wang, bukankah kau terlalu sombong?"


"Itu tergantung caramu melihat" dia pergi mengambil minuman di kulkas. "Aku penasaran." ucapnya lagi

__ADS_1


"Penasaran apa? kau cepat penasaran ya?" tangkasnya. Larry kembali duduk di sofa. "Darren, kudengar dia punya kekasih."


"Kekasih? kau dengar dari mana?" Hyuk tidak kaget lagi.


"Dari karyawan Darren. Mereka bilang wanita itu karyawan bagian administrasi di kantor holding."


Kali ini, dia kaget. "Di Hill group?"


Maksudnya siapa? kupikir dia akan bilang Valerei, batin Hyuk


"Kudengar begitu. aah! Darren menjadi bahan gosip satu perusahaan. Bagaimana tidak, Darren menjadi sugar Daddy. Berapa banyak uang yang Darren berikan?" dia mengelus dagunya


"Kau penasaran karena itu?" tidak heran Larry selalu menjadi incaran para karyawan jika sudah bergosip, dia juga tipe seperti itu.


"Tentu saja! Darren punya banyak uang aku juga tahu, itu sudah jadi rahasia umum. Tetapi wanita itu? apa yang dia berikan sampai Darren memberinya banyak uang dan fasilitas mewah. Kau tidak dengar saja, barang yang dia pakai dari atas sampai bawah dan mobil semuanya bukan barang murah, alias barang mewah dengan harga selangit."


Oke, gosip itu semakin aneh. Jangan sampai Valerei dengar, batin Hyuk khawatir.


"Kau tidak percayakan? tentu aku--" dia menggantungkan kalimatnya dan melihat Hyuk.


"Kau tidak percaya?" tanya Hyuk


"Tentu saja-- percaya" dia tertawa. Saking kerasnya, sekretaris Hyuk yang berada diluar loncat karena kaget. Dia mengelus dadanya, menggeleng atas kelakuan teman bosnya itu. Amit-amit punya pacar kek Pak Larry, batin sekretaris itu.


"Aku rasa gosip yang beredar tidak benar. Kau tahu Darren kan? mungkinkah orang sepertinya akan melakukan hal seperti itu?" Hyuk ingin Larry berpikir sebelum menerima informasi apapun.


"Hyuk, hanya karena dia Darren, bukan berarti dia tidak pernah kalap. Menurutku semua manusia punya potensi berdosa, sekecil apapun itu. " Perkataan Larry membuatnya terdiam, itu tidak salah.


Sejak kapan Larry baik dalam berbicara, sampai dia saja terdiam dan tidak membantah perkataan Larry barusan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2