The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 55 : Agen ganda, setengah hati.


__ADS_3

3 hari sudah dia berada di kamar. Penculik yang belum diketahui namanya tidak mengizinkan mereka keluar dari sana. Ada rasa bosan, namanya juga diculik. Kalau dia dibiarkan bebas berkeliaran namanya tamu. Tetapi mungkin, Valerie harus bersyukur atas kondisinya, setidaknya mereka tidak dilukai sedikitpun.


Ponselnya tidak diketahui keberadaannya. Apakah terjatuh atau tertinggal fi Villa dia tidak mengingat dengan jelas. Karenanya Valerie sulit menghubungi Darren. Suaminya pasti sudah tahu dia tidak ada di villa. Lebih dari tubuhnya dia khawatir pada pria itu.


"Aku khawatir, Darren terluka."


Nola mencari celah disetiap ruangan ini. Dia mendengar suara lalu mengintip di sudut jendela.


"Han, pasti berhasilkan!?" Nola bertanya.


Han yang berada di sampingnya mengangguk mantap, jika chip yang dia lempar berhasil memancarkan sinyal maka seharusnya tidak ada masalah sama sekali, Darren dapat mengetahui keberadaan mereka. Tetapi jika chip itu rusak, maka mereka hanya bisa berdoa.


Pembicaraan keduanya tidak didengar oleh Valerie. Nola berbalik dan menatap Valerie.


"Nyonya, saya melihat ada beberapa orang di sekitar danau dibelakang rumah ini."


"Danau?" Valerie berdiri menghampiri. Dia mengintip ke arah luar jendela dan benar, disana ada danau.


"Anda tidak ingat daerah ini?" Tanya Nola.


"Memangnya daerah apa?"


Valerie tidak punya ingatan soal danau itu.


"Villa yang anda kunjungi bersama Tuan? Villa milik keluarga Lee"


"Villa ap---? Ah, Villa Ayahnya? yang kemarin kami kunjungi? Aku ingat! Memangnya ada apa dengan Villa itu?" Dia balik bertanya.


"Danau yang berada di sana adalah danau yang sama yang berada di belakang Villa tuan Darren.


" Sama? apa itu berarti kita di daerah yang sama?"


Keduanya menganggukkan kepala bersamaan.


"Benarkah? aku pikir kita ada di negeri entah berantah?"


Seperti dalam film yang biasa dia tonton, seorang penculik akan membawa korbannya jauh dari keluarga.


"Sebenarnya, saya dan Han sudah tahu kita berada di daerah Villa, karena itu Han meninggalkan jejak kemarin!"


"Kalian tahu darimana?"


"Chip itu masih berfungsi." katanya


Valerei memiringkan kepalanya, entah pendengaran dia yang kurang baik atau mulut pengawalnya terlalu cepat sehingga salah mengucapkan kata. Chip? dia bercanda!


Valerei mengeluarkan suara decakan. "Kamu pikir ini film Action apa!?"

__ADS_1


"Film?" Nola bertanya.


"Lalu chip-chip itu tadi apa? dikira lagi syuting film kali ah!" Masih dalam mode tidak percaya.


"Didalam kacamata Han ada chip yang ditanam, tidak akan ketahuan bahkan jika ada pemeriksaan. Seharusnya chip itu ditanam di badan setiap pengawal tapi Tuan menentang itu."


Yah, dia juga pernah mendengar beberapa pengawal berbicara tentang chip dalam tubuh, tetapi dulu dia hanya berpikir bahwa mereka sedang berbicara soal film. Dia diam sebentar mencerna kalimat yang keluar dari mulut pengawalnya, lalu pertanyaan terlintas di kepalanya. "Apa Han baru saja mendapat chip nya? sebelumnya dia tidak pakai kacamata kan?"


Salah, dia salah bicara membuat Nyonya rumah menjadi lebih aktif. "Oh kalau it----"


"Dia pakai kacamata setelah kalian ditugaskan keluar negerikan? Aneh, tidak ada satupun pengawal Darren baik itu di Mansion atau di Holding yang memakai kacamata, lalu kenapa hanya Han yang pakai? ada chip pula!"


Nola sudah tidak bisa menjawab, dia gelagapan.


Han datang menenangkan Nola yang kaget karena pertanyaan Valerei. Hal itu membuat Nola bernafas legah.


"Tidak Nyonya, itu karena saya dan Nola bertugas mengawal anda. Chip itu bekerja jika dalam keadaan darurat."


"Kalian tidak menjawab pertanyaan ku dengan tepat! Aku bertanya kenapa dulu kau tidak pakai dan sekarang memakainya?"


"Karena Tuan Darren menginginkan itu." Kata itu saja sudah menyakinkan Valerie. Han betul.


Lalu Valerie, mengingat percakapan Han dan Nola beberapa waktu lalu. Percakapan itu membuatnya bertanya-tanya siapa Han sebenarnya. Dia kembali melihat Han.


"Untuk siapa kau bekerja?"


Jelas itu pertanyaan yang tepat. Sejak awal dia tahu, Nola adalah mata-mata yang diutus Frederick untuk mengawasi Darren dan melindunginya saat keadaan darurat, tapi Frederick tidak tahu bahwa keduanya adalah suami dan istri. Artinya Nola berada di pihaknya lalu Han, berada di pihak siapa?


Nola terdiam begitupun Han.


"Aku pernah mendengarmu bicara pada Nola. Jika Nola melakukan sesuatu yang melanggar, kau akan melapor kepada Bos. Siapa bosnya? Apa Darren tahu?" mencoba mencari tahu lewat ekspresi keduanya.


Cukup lama hingga Han berbicara. "Sudah lama sejak saya berada di Holding, saya masih muda waktu itu, ketika Tuan Frederick menolong keluarga kami dalam bahaya. Tidak ada niat mengkhianati Tuan Darren tapi saya juga tidak bisa menolak permintaan itu."


"Apa yang diminta Frederick?" Gugup


Lagi, Han terdiam.


"Apa yang diminta seorang Frederick kepadamu pasti tidak sederhana."


"Nyonya, mungkin Tuan Frederick terlihat buruk sebagai mantan mafia tapi bagi keluarga kami, dia penyelamat. Jika bukan karenanya adik saya sudah di jual. Saya berjanji akan membalas seumur hidup saya."


"Jadi Frederick mengancam menggunakan nyawa keluargamu, aku mengerti."


"Maaf Nyonya tidak seperti it--"


"Apa yang tidak seperti itu? Dia membantu menyelamatkan adikmu lalu dia memanfaatkan janji yang kau buat untuk memata-matai Darren. Apa yang tidak seperti itu?"

__ADS_1


"Maaf Nyonya."


"Artinya kau tahu siapa Nola?"


"Tentu saja, saya yang membuatnya diterima."


"Apa Frederick sudah gila? Lalu, kapan kau tahu hubunganku dengan Frederick?"


Nola saja sudah cukup, untuk apa dia memata-matai temannya, ah mantan temannya seperti itu, pikir Valerei


“Sejak awal, sejak saya diperintahkan bekerja bersama tuan Darren. Foto anda selalu terpasang di meja kerja tuan Frederick. Begitupun di ruang kerja tuan Darren, foto pernikahan besar yang terpasang di dinding. Siapapun akan tahu.”


“Kenapa kau tidak memberitahu Frederick?”


“Mungkin, karena asal anda!”


Valerie terdiam, sepertinya hal itu benar-benar berguna jika tinggal di luar negeri.


"Tapi Tuan Frederick tidak ada niat untuk mencelakai Tuan Darren, dia hanya ingin tahu apa yang Tuan Darren lakukan setiap saat."


"Sesederhana itu? tidak ada yang sederhana dalam rencana pria yang sedang marah." Dia mengenal Frederick dengan baik, dengan karakter Frederick tidak mungkin hanya penasaran atau dia memang salah.


Dia pasti memiliki sesuatu yang penting. Tapi kali ini Han tidak ingin menjawab lagi. Dia diam. Cukup menyita waktu.


"Tidak mau cerita juga tidak apa-apa, aku mengerti, kalian punya situasi masing-masing." Valerei menyerah untuk sekarang.


"Terima kasih Nyonya "


"Jadi, Darren harusnya sudah tahu lokasi kita?"


Dia ingin pulang.


"Iya Nyonya, seharusnya sudah dapat."


"Aku rindu rumah, makanan mansion juga enak! Eh Nola..." Dia ingat sesuatu.


"Iya?"


"Boleh aku minta kamu buatkan sandwich?"


"Sekarang Nyonya?"


"Bukan, nanti. Oke?"


"Baik Nyonya!"


Tidak mungkin dia meminta di buatkan sandwich ketika dia di culik. Mereka tidak sedang piknik.

__ADS_1


.


.


__ADS_2