The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 28 : Antara Suami dan teman


__ADS_3

Semalam Larry berpikir benarkah dirinya belum melupakan Valerie atau dia hanya terbawa suasana karena tidak lagi tertarik bermain bersama wanita-wanita di luar saja, mengingat dia sudah jomblo untuk waktu yang lama. Larry merasa hari ini dia baik-baik saja dan berpikir jika sikapnya pada Valerei kemarin karena dia khawatir pada sahabatnya. Hyuk hanya menyimpulkan berdasarkan pandangannya. Terkadang, orang pintar juga bisa salah. Hyuk menjadi sahabat yang sarkas tapi baik baginya. Saat ini, dia hanya ingin menganggap semuanya seperti itu. Dalam pikirannya.


"Valerie, kau sedang apa?" dia menelepon sahabat wanita nya.


"Aku baru bangun, kau baik-baik saja?" tanya Valerei mendengar suara Larry.


"Kau bisa keluar? aku butuh teman."


"Baiklah."


"Akan kukirim lokasinya"


"Hem"


...🖤...


Valerei meletakkan ponselnya, lalu menengok sofa tetapi tidak menemukan Darren. Interkom di sampinya dia tekan dan tersambung.


"Are, apa suamiku bersamamu?”


"Ada Apa?" suara Darren? Aku pikir dia Are.


"Mau izin keluar sama Larry."


"Kemana?"


"Restoran"


"Are ikut bersamamu!"


"Hah? Jangan. Han sama Nola mana sih? Kamu kasih tugas ke pengawal pribadiku tahu"


"Ya, sudah" kata Darren akhirnya.


Yes, sorak Valerei. Dia bergegas bersiap-siap dan turun kebawah. Namun, saat dia sudah keluar dari pintu utama, Valerei tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mobilnya sudah terparkir dengan pria yang tadi mengangkat teleponnya. "Mana pengawal yang mau nemenin aku?"


"Masuk!" perintah tegas.


Sudah aku duga, tidak mungkin Darren memberi izin dengan mudah. Pikir Valerie.


Dia masuk ke mobil dan duduk di samping suaminya. "Kamu mau ikut juga?"


"Tidak, aku harus ke kantor. Diresto biasa?" dia mengangguk semangat sambil tersenyum. Valerie tidak enak sudah berburuk sangka dengan pria ini.


.


Restoran, Mobil Darren berhenti di depan restoran tempat Larry dan istri tercintanya bertemu. "Nanti kujemput."kata dia saat supir membuka pintu untuk Valerie.


"Hm--" Valerei memainkan jarinya, "Darren, ayo ke kantor Hyuk setelah urusanku dengan Larry selesai."


"Ya, masuklah."


...🖤...


Larry merasakan sesuatu yang hampa memasuki rongga dadanya. dia menyusupkan kepalanya diantara tangannya yang terlipat diatas meja. "Kau sakit?" dia mengangkat kepalanya secara perlahan dan menggeleng.


"Aku bosan, seperti sesuatu telah hilang dariku. engh, hampa?"


"Berhenti bermain-main, Menikahlah" dia duduk dihadapan Larry.


"Kau dan Hyuk selalu terlihat kompak. Aku bilang pada Hyuk, kupikir aku tidak bisa hidup hanya dengan satu wanita. aku tidak ingin membuat istriku kesepian"


"Itukan pikiranmu, Kalau belum mencoba, bisa tahu apa? melihat ekspresi mu yang tidak karuan, kau mungkin berada dalam posisi lelah bermain. Saran terbaik dariku, adalah menikah. Pikirkan Larry, saat kau pulang bekerja, lelah pasti ada, bayangkan ada yang menunggu, menyambut kedatangan mu, memberikan senyuman paling menawan dan merawat mu,"


"Bonus jika diizinkan tuhanmu, anak-anak lucu akan hadir di sisimu. Tidak ada yang paling menyenangkan dari rumah yang hangat. Jika kau hanya melihatnya dari sisi negatif, tentu saja tidak ada yang baik. Penting bagimu untuk membuka pikiran, melihat semuanya secara sehat."


Larry menopang pipinya dengan tangan kanannya sambil memiringkan kepalanya. "Aku tidak menyukai siapapun Valerie, bagaimana aku bisa menikah?"


"Kalau begitu mulailah berbenah, kau tidak perlu menikah jika belum sanggu--"

__ADS_1


Kalimat valerei belum lengkap hingga Larry memotongnya. "Aku bukan belum sanggup, aku belum ada calon!"


"Belum ada calon juga ketidaksanggupan tahu!" Sarkas Valerie sembari tersenyum kecil membuat Larry melengos.


Bisa-bisanya Valerei mengatakan dia tidak sanggup? pada playboy cap panda ini? Heh!


"Kau juga belum menikah, kau tidak merasa hampa?"


Dia menggoyang-goyangkan jarinya ke kanan ke kiri. "Tidak, aku tidak suka bermain-main sepertimu, kenapa aku harus merasa hampa?"


"Bukankah, kau terlalu menghinaku?" di memiringkan kepalanya, melihat Valerei sambil mengecilkan matanya.


"Jadi kau pikir aku menghinamu?" dia cemberut.


"Tidak bukan seperti itu!" Larry salah bicara.


Valerei tertawa, Larry menghela nafas. dia ditipu. "Larry, kau ingin keluar?" ajaknya


"Kemana?"


"Dulu, kalau aku aja kau tidak pernah bertanya mau kemana."


"Itukan dulu, bisa saja kan kau mengajakku ke tempat-tempat aneh!"


"Astagaa.." dia maju berpura-pura ingin memukul Larry.


Larry tersenyum. Moodnya yang hancur kembali baik setelah berbicara kepada Valerie. "Ayolah, kalau begitu." ucap Larry


Sebelum dia pergi, Valerie mengirim pesan kepada suaminya. Pesan keluar yang dikirim Valerei untuk suaminya,


To. Pimpinan Lee Seok Hoon


- Sepertinya harus menunda pertemuan dengan Hyuk. Aku akan menemani Larry seharian, dia sedang galau.


...🖤...


To. Valerei


- Jangan terlalu dekat, kupatahkan tangan Larry kalau dia berani menyentuh mu.


Itu bukan sekedar ancaman. Dia meletakkan ponselnya di meja dengan sangat keras, membuat semua orang di ruang rapat melihatnya, auto gosip bertambah. Para asisten direktur yang hampir semua perempuan mulai saling memberi kode. Mungkin headline besok akan tertulis ‘Pimpinan Lee Seok Hoon sedang galau’


...🖤...


Larry lelah, keringat berjatuhan tiada henti. "Kau sangat kuat? kenapa aku sangat lelah." dia terjatuh, kakinya lemas.


"Kau terlalu lemah, ayo lanjutkan" dia bermaksud mengejek, agar Larry melanjutkan permainan.


"VA.LE.REI" dia menekan setiap kata, nafasnya memburu, "Aku menyerah" melambaikan tangannya ke udara, bukan ke kamera!


Valerei turun, "Isshh, katanya kau sanggup, ini baru ronde ketiga"


"Kau pikir! ah sudah, sudah, sudah. Aku bisa pingsan. lain kali kita main lagi." kalau tahu akan selelah ini dia tidak ingin melakukan permainan.


...🖤...


Hill Group. Sudah 1 jam Darren menunggu pesan Valerei, rapatnya juga sudah selesai. Darren tidak bisa menunggu, dia menelepon Valerei.


“Halo?" jawab Valerei


"Kamu dimana?" samar-samar Darren mendengar suara berat Larry.


"Aku? di--" istrinya tidak melanjutkan kalimatnya.


"Kau bisa berdiri?" dia mendengar Valerei bertanya ke Larry


"Aku lelah, ini sudah ronde ke berapa? kenapa aku tidak ingat!”


Valerei tertawa "Ayo, pergi makan!"

__ADS_1


"Va!" Darren kesal. Dia diabaikan.


"Hah? ya, maaf. aku sedang di Taman Yuldong aku mengajaknya bermain bungee jumping."


"Bungee jumping?"


"Ya, aku akan ke kantormu setelah ini selesai. aku akan pergi bersama Larry."


"Larry?"


"Aku tidak tahu, dia bilang ingin bertemu denganmu dan mengajakku ikut."


"Baiklah."


Wanita itu memutus sambunga telepon setelah Darren berbicara.


Valerei berbalik dan mendapati Larry dua meter dibelakangnya. "Siapa?" tanya Larry penasaran. Karena Valerie tidak pernah mengangkat telepon jauh jika bersama dirinya.


"Suami." ucap Valerei enteng


Dia mengejek. "Ceh, gayamu" Valerei tertawa sambil mengangkat bahunya.


Aku tidak berbohong, sudah ku katakana tapi kau mengabaikannya.


...🖤...


Dua insan berjalan beriringan memasuki lobby kantor, semua mata tertuju pada wanita yang berada di samping Larry. "Wanita itu siapa? dia tampak berbeda"


"Maksudmu berbeda?" semua teman kantor melihatnya


Dia menunjuk valerei. "Cara berpakaiannya."


"Aahh, dia teman baik Pak Larry!” jawab seorang teman yang duduk ditengah.


"Dia bukannya Valerei?"


"Kau tahu?"


"Tentu saja, di seorang penulis puisi juga sahabat pak Larry."


"Berarti, dia juga sahabat pak Darren?"


"Setahuku tidak. semua sahabat pak Darren akrab dengannya kecuali pak Darren sendiri."


Begitulah perbincangan beberapa karyawan Darren.


...🖤...


"Kau dengar mereka?" tanya Larry saat masuk ke dalam lift.


Valerei melihat angka yang berada di atas pintu lift "Apa yang mereka bicarakan?"


"Kau adalah kekasihku?" itu seperti pertanyaan dari pada pernyataan.


"Suamiku mungkin tidak akan senang mendengarnya."


Larry hanya tertawa.


Ting, pintu lift terbuka seorang karyawan turun, dia bergegas membuka ponselnya dan mengirimkan pesan ke Group perusahaan


-Teryata wanita itu sudah punya suami!! dia bukan pacar pak Larry.


-Aku sudah bilang tadi, dia sahabat pak Larry, btw aku tidak tahu dia sudah menikah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2